... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polemik RUU Terorisme, Abu Rusydan: Peraturan Apapun Takkan Mampu Mengatasi Takdir Allah

Foto: Ustadz Abu Rusydan dalam diskusi soal terorisme yang digelar Pushami di Hotel Gren Alia Cikini pada Selasa, (22/05).

KIBLAT.NET, Jakarta – Desakan agar RUU Terorisme segera dirampungkan mulai nyaring terdengar pasca terjadinya penyanderaan petugas di Mako Brimob dan letusan bom Surabaya. DPR dan pemerintah saling tuding. Sejumlah tokoh publik juga berpolemik terkait urgensi RUU Terorisme.

Kendati demikian, pengamat gerakan Islam, Ustadz Abu Rusydan punya pandangan berbeda. Mantan tertuduh kasus terorisme ini telah bersafari ke sejumlah aktivis Islam yang pernah menjadi mantan narapidana terkait dengan kasus terorisme. Dari sejumlah orang, baik yang memang pelaku maupun hanya tertuduh tindak terorisme ada pandangan yang beragam soal perlunya revisi RUU Terorisme.

“Tanggapan para teman-teman (eks napi terorisme) tidaklah seragam. Pandangannya bertingkat-tingkat,” kata dai asal Kota Kudus ini dalam diskusi bertajuk “Terorisme Politik dan Sekuritisasi Kebijakan” yang digelar Pushami pada Selasa sore (22/05) di Jakarta.

Ia melanjutkan, meski begitu setidaknya ada 2 hal yang disepakati sejumlah eks napi terorisme. Pertama, peraturan apapun yang dibuat untuk menghukumi pikiran, perasaan, perilaku aktivis Islam tidak akan mampu mengatasi takdir Allah SWT.

Kedua, peraturan apapun, baik itu bentuknya Perppu, Undang-undang ataupun KUHAP, dalam realita di lapangan tidak berlaku dalam kasus terorisme.

Dalam kasus ini, banyak sekali kasus-kasus penindakan terorisme yang dilakukan aparatus keamanan menyalahi aturan yang dibuatnya sendiri. Seperti prosedur pendampingan kuasa hukum, hak untuk menghubungi keluarga, lamanya masa penahanan, penangkapan, dan semacamnya.

BACA JUGA  Pakar Pidana: Granat Meledak di Monas Bikin Orang Ketakutan

“Aturan itu semua tidak akan berlaku jika kasusnya terorisme,” ujar mantan terpidana kasus terorisme ini.

Ia juga menekankan, jika memang dikehendaki adanya revisi dalam Undang-undang Terorisme seharusnya harus ke arah yang lebih positif. Utamanya dalam persoalan adanya sistem pengawasan terhadap aparat penegak hukum, serta adanya sanksi terhadap aparat yang terbukti menyalahi aturan perundang-undangan dan melampau kewenangannya.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Jumlah Penembakan di Sekolah AS 57 Kali Lipat dari di Negara Industri

Telah ada setidaknya 288 penembakan di sekolah di Amerika Serikat sejak 1 Januari 2009.

Selasa, 22/05/2018 17:30 0

Suriah

SNHR: Piala Dunia Dinodai Darah 6.133 Warga Suriah yang Dibunuh Rusia

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) merilis laporan yang mendokumentasikan pelanggaran paling penting oleh pasukan Rusia sejak dimulainya intervensi militer di Suriah pada 30 September 2015.

Selasa, 22/05/2018 16:53 0

Asia

Virus Mematikan Makan Belasan Korban di India, Negara Tetapkan Kondisi Waspada

Virus mematikan yang dibawa oleh kelelawar buah telah menewaskan sedikitnya tiga orang di India selatan. Delapan kematian lainnya di negara bagian Kerala sedang diselidiki terkait dengan virus Nipah, yang memiliki tingkat kematian 70 persen.

Selasa, 22/05/2018 16:09 0

Video Kajian

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan

Ust. Farid Okbah: Amalan Utama Di Bulan Ramadhan. Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai perisai. Perisai dari syubhat dan syahwat, sebagai penyelamat dari siksa neraka di Akhirat kelak. Apa saja amalan yang harus kita lakukan pada bulan Ramadhan agar puasa kita benar-benar menjadi perisai dari api neraka? Simak kajian berikut ini!

Selasa, 22/05/2018 16:08 0

Palestina

Ikuti AS dan Guatemala, Paraguay Buka Kedutaan untuk Israel di Al-Quds

KIBLAT.NET, Asuncion – Paraguay membuka kedutaan Israelnya di Al-Quds (Yerusalem) pada Senin (21/05/2018). Ia menjadi...

Selasa, 22/05/2018 14:00 0

Asia

Indahnya Bulan Ramadhan 1439 H Dibalut dalam Satu Nampan untuk Berbagai Etnis

Saat jamaah sudah berkumpul dan bersiap untuk berbuka puasa, Dai Ambassador Corps Dompet Dhuafa untuk Korea Selatan di Masjid al-Ikhlas Yongin yaitu Ustadz Alnof Dinar langsung mengambil inisiatif menyampaikan taushiyah singkat dalam tiga bahasa yaitu Arab, Indonesia dengan selingan bahasa Inggris.

Selasa, 22/05/2018 13:10 0

Suara Pembaca

Ceriakan Senyum Anak Yatim & Dhuafa Saat Lebaran 1439 H Bersama Solidaritas Muslim

Wajah sumringah dan senyum mengembang diantara 100 lebih anak yatim dan dhuafa ketika pembagian paket Senyum Lebaran yang diadakan oleh Solidaritas Muslim jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H begitu terngiang di ingatan kami.

Selasa, 22/05/2018 12:57 0

Suriah

Pasca Astana 9, Pengaruh Turki terhadap Idlib Kian Kuat

Konvoi militer Turki—termasuk kendaraan lapis baja dan truk-truk militer—, Senin (21/05/2018), masuk wilayah Suriah menuju tenggara Idlib. Konvoi itu terutama menuju enam titik pos pemantau gencatan senjata yang dibangun Turki di wilayah tersebut.

Selasa, 22/05/2018 10:59 0

Afrika

Larangan Tarawih dengan Speaker Picu Kemarahan Warga Tunisia

keputusan itu diambil supaya warga yang tinggal di sekitar masjid tidak terganggu dengan suara yang ditimbulkan dari speaker masjid.

Selasa, 22/05/2018 10:06 0

Irak

10 Bulan Berlalu, Ratusan Mayat di Mosul Masih Belum Terevakuasi

Mayat-mayat itu tertimbun reruntuhan bangunan sejak 10 bulan lalu saat operasi militer di kota tersebut.

Selasa, 22/05/2018 09:24 0

Close