... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasca Astana 9, Pengaruh Turki terhadap Idlib Kian Kuat

Foto: Papan ucapan selamat datang di pintu masuk Idlib/ilustrasi

KIBLAT.NET, Idlib – Turki memperkuat kehadiran militernya di Provinsi Idlib, Suriah utara, setelah mencapai kesepahaman dengan Rusia di konferensi Astana ke-9 pekan lalu. Provinsi itu pun saat ini tenang dan beberapa hari terakhir serangan udara berhenti.

Konvoi militer Turki—termasuk kendaraan lapis baja dan truk-truk militer—, Senin (21/05/2018), masuk wilayah Suriah menuju tenggara Idlib. Konvoi itu terutama menuju enam titik pos pemantau gencatan senjata yang dibangun Turki di wilayah tersebut.

Batas wilayah Idlib telah ditentukan setelah selesainya pendirian pos pengawas Turki di garis-garis yang memisahkan wilayah oposisi dan rezim. Pos terakhir didirikan di daerah Al-Khashirah Al-Gharbiyah, yang beberapa hari lalu menyaksikan gempuran udara sengit dari jet tempur Rusia di tengah persiapan serangan darat.

Militer Turki saat ini menempati sedikitnya 12 titik pos pengawas di wilayah oposisi di utara Suriah. Pos-pos itu berdiri di Gunung Isytabraq, Rasyidin, Syiyar Maghar, Sholwah, Qal’ah Sam’an, Al-Syaikh Uqail, Jabal Adnan, Al-Eish, Al-Shorman, Tal Thufan, Murik dan Al-Zaitunah. Salah satu hasil Astana 9 disepakati melanjutkan penerapan zona de-eskalasi.

Dalam beberapa hari terakhir Idlib tidak menyaksikan serangan udara baik oleh rezim Assad maupun Rusia. Aktivis oposisi mencatat, sudah tiga hari ini Idlib tidak mengalami serangan udara. Serangan hanya dari mortar dan artileri di sisi front selatan.

Anggota Koalisi Oposisi Suriah sekaligus peserta Konferensi Astana 9, Yasser al-Farhan, mengungkapkan bahwa di konferensi tersebut, oposisi mendapat jaminan wilayah Idlib tidak akan diserang. Hal itu disandarkan pada penempatan militer Turki di 12 titik pos pengawas gencatan.

BACA JUGA  Pasca Kematian Baghdadi, Begini Peta Keberadaan ISIS

“Gencatan senjata di Suriah Utara (termasuk Idlib) sebenarnya sudah berlaku lama. Namun rezim tidak mentaatinya,” ujar Farhan.

Ia menilai bahwa kondisi saat ini membutuhkan gencatan senjata untuk mengatur “rumah” faksi-faksi. Suriah utara juga harus tenang untuk menjadi tempat berlindung rakyat di satu sisi dan organisir militer di sisi lain.

Pekan lalu, militer Turki selesai membangun pos pengawas terakhir di Jisr Al-Shughur di pedesaan Idlib Barat . Anggota Dewan Provinsi Bebas (pemerintahan darurat oposisi), Mush’ab Al-Ashqar, menjelaskan bahwa pos pengawas Turki ke-12 itu bisa mengendalikan keamanan di wilayah Sahlul Ghab dan memantau titik front yang berhadapan langsung dengan markas militer Jurin, markas militer rezim terbesar di Hama barat.

Sumber: Al-Hayat
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bebas dari Tuntutan Jaksa, 4 FPI Klaten Divonis Lima Bulan Percobaan

Dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak terbukti. Namun Majelis Hakim tetap menjatuhkan hukuman berupa 5 bulan kurungan percobaan.

Senin, 21/05/2018 19:13 0

Info Event

Mari Gabung SETORPAS Perisai, Program Sedekah Iftor Penghuni Lapas

Program Sedekah Iftor Penghuni Lapas (SETORPAS) dukungan nyata PERISAI untuk penghuni lapas yang konsisten beramal shalih

Senin, 21/05/2018 16:25 0

Indonesia

Lawan Fobia Cadar, Brother Fillah Lampung Bikin Eksperimen Sosial Ini

Hari itu, Ahad (20/5) aksi AADC digelar di Lampung. Aksi yang dilaksanakan di Lampung Elephant Park, Enggal ini sukses memecah tangis masyarakat sekitar. Dua wanita bercadar dan dua lelaki berjenggot dengan celana cingkrang berdiri di tengah keramaian sambil memegang kertas bertuliskan ‘Peluk Saya Jika Anda Merasa Aman dengan Keberadaan Saya’.

Senin, 21/05/2018 15:42 0

Indonesia

Baintelkam Mabes Polri Buka Puasa Bersama dengan MT Mahabbah

Acara yang diadakan Baintelkam Polri itu pun menjadi bagian dari program Polri untuk mereduksi penyebaran paham radikal dan intoleran di Indonesia.

Senin, 21/05/2018 15:24 0

Tazkiyah

Dusta yang Sopan

"Kalau yang engkau katakan adalah benar, maka itu adalah hasil pemikiran yang baik. Akan tetapi bila yang kau katakan adalah batil,maka itu adalah dusta yang sopan."

Senin, 21/05/2018 14:26 0

Indonesia

Mahasiswa Jabar Gagas Solusi Alternatif dalam Refleksi 20 Tahun Reformasi

Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam (FPMI) Jawa Barat menggelar agenda rutin Forum Tokoh dan Aktivis Muda dengan tema ‘Gagasan Alternatif Kaum Muda Membangun Kebangkitan Negeri’.

Senin, 21/05/2018 12:36 0

Indonesia

KAMMI Khawatir 200 Daftar Penceramah Justru Memecah Belah

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) khawatir 200 daftar nama penceramah yang direkomendasikan Kemenag justru akan memecah belah masyarakat.

Senin, 21/05/2018 12:03 0

Suara Pembaca

Sinergi Foundation Hadirkan Kebahagiaan Ramadhan di Pelosok Papua

Melalui program Desa Ramadhan, Sinergi Foundation menebar manfaat dari Aceh hingga Papua.

Senin, 21/05/2018 11:54 0

Suara Pembaca

Ibu Epinopita Terima Donasi untuk Pengobatan Perut Membengkak

Masih ingat dengan Ibu Epinopita? Janda 44 tahun yang perutnya membesar seperti tengah hamil tua. Penyakit tak biasa itu diderita sejak suaminya masih hidup.

Ahad, 20/05/2018 23:32 0

Indonesia

4 Fakta di Balik Daftar 200 Mubalig Ala Kemenag

Nama-nama dalam daftar itu merupakan rekomendasi kementerian yang dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin.

Ahad, 20/05/2018 17:44 0

Close