... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aktivis HAM Tuduh Mauritania Jalin Kesepakatan dengan Jihadis

Foto: Aktivis HAM Mauritania, Maryam Binti Al-Syaikh,

KIBALT.NET, Nouakchott – Aktivis HAM Mauritania, Maryam Binti Al-Syaikh, mengungkap fakta bahwa rezim Mauritania bekerja sama dan berkoordinasi dengan gerakan jihadis Organisasi Al-Qaidah di Wilayah Islam Maghrib (AQIM). Tuduhan ini menuai banyak kontroversi.

Aktivis organisasi HAM IRA ini menuduh rezim membantu kelompok-kelompok jihadis di wilayah perbatasan dan mendukung mereka dengan dana dan senjata.

“Para teroris dapat berobat dan berlatih di wilayah itu dan mereka dengan bebas mengambil pasokan logistik dengan bebas. Hal itu kami telah konfirmasi ke tentara-tentara yang pulang bertugas dari provinsi Al-Aud dan An-Nikmah (provinsi perbatasan),” ujarnya.

Dengan dukungan ini, katanya, orang-orang suku Arab Mauritania berupaya mendirikan negara besar yang memanjang dari wilayah Gurun Barat hingga Niger kemudian melintasi Mauritania dan Mali.

Menurut Maryam, militer Mauritania melatih dan mendukung para “teroris” di perbatasan karena memiliki satu tujuan sama; mendirikan negara besar Al-Baidhan, yang diupayakan banyak pihak.

Al-Baidhan merupakan nama suku keturunan Arab berkulit hitam. Mayoritas beragama Islam dan dikenal memiliki tradisi keilmuan Islam mendalam.

Dia menambahkan, dalam hal ini ada kebodohan intelijen Barat yang tidak bisa mengungkap fakta ini dengan jelas. Mereka mudah begitu saja ditipu bahwa tentara Mauritania telah memerangi ‘terorisme”. Padahal mereka yang melatih dan mempersenjatainya.

Melalui video yang diunggah di media sosial, Maryam menjelaskan bahwa para “teroris” di Mali, Niger dan sekitarnya bisa datang ke Mauritania untuk berobat di rumah-rumah sakit militer dan membeli perbekalan. “Militer Muritania melatih dan mendukung mereka di perbatasan karena memiliki satu tujuan sama,” tudingnya.

BACA JUGA  Demonstrasi Aljazair Diwarnai Upaya Bakar Diri

Ia pun menyeru pemerintah Barat dan sekutunya serta sekutu asing, dan juga media internasional untuk menyelidiki hal ini. Praktik ini disebutnya telah terjadi berlangsung lama.

IRA dalam pernyataannya mengatakan bahwa pernyataan Maryam tersebut dikeluarkan pada 2015. Namun videonya diunggah kembali dua hari lalu melalui media sosial.

Diramaikannya kembali pernyataan ini pun mengingatkan kembali laporan yang pernah dirilis Amerika Serikat pada Maret 2016. Laporan itu mendiskusikan tentang rencana para pemimpin AQIM untuk menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah Mauritania dalam pembicaraan di tahun 2016.

Dalam laporannya yang isinya dibantah pemerintah Mauritania itu, telah terjadi kesepakatan antara AQIM dan rezim Mauritania. AQIM bersedia menghentikan aktivitas militer di Mauritania selama beberapa tahun dengan syarat pemerintah membebaskan seluruh tahanan Al-Qaidah dan berjanji tidak menyerang kamp-kamp militer AQIM dari wilayah Mauritania.

Menurut laporan tersebut, AQIM juga mensyaratkan pemerintah Mauritania membayar sebanyak 10 sampai 20 euro (11-22 juta dolar) sebagai ganti rugi kepada AQIM dengan imbalan AQIM menghentikan operasi penculikan terhadap wisatawan asing.

Sumber: Al-Quds Al-Araby
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bebas dari Tuntutan Jaksa, 4 FPI Klaten Divonis Lima Bulan Percobaan

Dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak terbukti. Namun Majelis Hakim tetap menjatuhkan hukuman berupa 5 bulan kurungan percobaan.

Senin, 21/05/2018 19:13 0

Info Event

Mari Gabung SETORPAS Perisai, Program Sedekah Iftor Penghuni Lapas

Program Sedekah Iftor Penghuni Lapas (SETORPAS) dukungan nyata PERISAI untuk penghuni lapas yang konsisten beramal shalih

Senin, 21/05/2018 16:25 0

Indonesia

Lawan Fobia Cadar, Brother Fillah Lampung Bikin Eksperimen Sosial Ini

Hari itu, Ahad (20/5) aksi AADC digelar di Lampung. Aksi yang dilaksanakan di Lampung Elephant Park, Enggal ini sukses memecah tangis masyarakat sekitar. Dua wanita bercadar dan dua lelaki berjenggot dengan celana cingkrang berdiri di tengah keramaian sambil memegang kertas bertuliskan ‘Peluk Saya Jika Anda Merasa Aman dengan Keberadaan Saya’.

Senin, 21/05/2018 15:42 0

Indonesia

Baintelkam Mabes Polri Buka Puasa Bersama dengan MT Mahabbah

Acara yang diadakan Baintelkam Polri itu pun menjadi bagian dari program Polri untuk mereduksi penyebaran paham radikal dan intoleran di Indonesia.

Senin, 21/05/2018 15:24 0

Tazkiyah

Dusta yang Sopan

"Kalau yang engkau katakan adalah benar, maka itu adalah hasil pemikiran yang baik. Akan tetapi bila yang kau katakan adalah batil,maka itu adalah dusta yang sopan."

Senin, 21/05/2018 14:26 0

Indonesia

Mahasiswa Jabar Gagas Solusi Alternatif dalam Refleksi 20 Tahun Reformasi

Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam (FPMI) Jawa Barat menggelar agenda rutin Forum Tokoh dan Aktivis Muda dengan tema ‘Gagasan Alternatif Kaum Muda Membangun Kebangkitan Negeri’.

Senin, 21/05/2018 12:36 0

Indonesia

KAMMI Khawatir 200 Daftar Penceramah Justru Memecah Belah

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) khawatir 200 daftar nama penceramah yang direkomendasikan Kemenag justru akan memecah belah masyarakat.

Senin, 21/05/2018 12:03 0

Suara Pembaca

Sinergi Foundation Hadirkan Kebahagiaan Ramadhan di Pelosok Papua

Melalui program Desa Ramadhan, Sinergi Foundation menebar manfaat dari Aceh hingga Papua.

Senin, 21/05/2018 11:54 0

Suara Pembaca

Ibu Epinopita Terima Donasi untuk Pengobatan Perut Membengkak

Masih ingat dengan Ibu Epinopita? Janda 44 tahun yang perutnya membesar seperti tengah hamil tua. Penyakit tak biasa itu diderita sejak suaminya masih hidup.

Ahad, 20/05/2018 23:32 0

Indonesia

4 Fakta di Balik Daftar 200 Mubalig Ala Kemenag

Nama-nama dalam daftar itu merupakan rekomendasi kementerian yang dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin.

Ahad, 20/05/2018 17:44 0

Close