... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Terus Mengancam Kota-kota Besar Afghanistan

Foto: Para pejuang Taliban

KIBLAT.NET, Ghazni – Pejuang Taliban terus meningkatkan operasi dan mengancam sejumlah kota besar. Di saat bersamaan, para pejabat Afghanistan mencoba menenangkan warganya yang semakin marah atas situasi keamanan yang semakin memburuk.

Taliban mengepung kompleks pemerintahan di pusat kota Agristan di provinsi Ghazni, selatan Kabul, pada Ahad (20/05). Para pejabat pemerintah mengatakan bahwa pasukan tambahan telah dikirim untuk menggantikan polisi mempertahankan kota itu.

Sebelumnya, pertempuran juga berlangsung sengit di provinsi Furah, yang berbatasan dengan Iran. Para pejuang Taliban dikabarkan telah mendekati ibukota provinsi.

Komandan Pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, mengunjungi Furah pada Ahad dengan didampingi Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan dan Kepala Intelijen Afghanistan. Nicholson menenangkan sekutunya itu dengan mengatakan, “Furah tidak jatuh, Furah tidak akan jatuh selamanya.”

Nicholson juga mendorong Taliban untuk menerima tawaran pembicaraan damai Presiden Afghansitan, Ashraf Ghani. Ia kembali meyakinkan pemerintah Afghanistan, “kami selalu bersama kalian sampai berakhirnya perang dengan damai.”

Jenderal AS itu juga menggelar pertemuan dengan para pejabat lokal di kompleks pemerintahan dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka tentang gagalnya pemerintah pusat melindungi pusat kota dan banyaknya dari kota-kota di Furah yang direbut Taliban.

Bala bantuan pun datang setelah kunjungan Nicholson. Tentara Afghanistan dan AS meluncurkan serangan udara menargetkan posisi Taliban sehingga menyebabkan pejuang mundur dari pusat kota. Namun kondisi kota masih mencekam dan jalan-jalan ditutup.

BACA JUGA  Setelah Batalkan Negosiasi Sepihak, AS Umumkan Pembicaraan Baru dengan Taliban

Selain di dua daerah itu, pertempuran sengit juga berlangsung di berbagai kota. Secara umum, wilayah-wilayah yang menjadi target Taliban mulai dari Badakhsan dan Baghlan di wilayah utara, kemudian menuju kota Furah di barat dan selanjutnya menuju ke Ghazni dan Zabil di tengah Afghanistan.

Terkait pertempuran di Agristan di provinsi Ghazni, juru bicara pemerintahan lokal Muhammad Arif Nuri mengatakan bahwa pasukan khusus telah tiba dan pasukan Taliban mundur dari pusat kota.

“Pertempuran masih berlangsung. Akan tetapi serangan di pusat kota berhasil di halau,” katanya.

Akan tetapi, pejabat lokal lainnya mengungkapkan bahwa pusat kota masih terancam. Kepala pemerintahan dan stafnya telah meninggalkan kota.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Ibu Epinopita Terima Donasi untuk Pengobatan Perut Membengkak

Masih ingat dengan Ibu Epinopita? Janda 44 tahun yang perutnya membesar seperti tengah hamil tua. Penyakit tak biasa itu diderita sejak suaminya masih hidup.

Ahad, 20/05/2018 23:32 0

Indonesia

4 Fakta di Balik Daftar 200 Mubalig Ala Kemenag

Nama-nama dalam daftar itu merupakan rekomendasi kementerian yang dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin.

Ahad, 20/05/2018 17:44 0

Indonesia

ICJR Minta Pemerintah dan DPR Tak Buru-buru Sahkan RUU Terorisme

"Terhadap proses pembahasan RUU Perubahan UU Terorisme, ICJR akan memberikan Catatan dan Rekomendasi ICJR terhadap RUU tersebut ke DPR dan Pemerintah (Naskah versi 17 April 2018)," tambah dia.

Ahad, 20/05/2018 16:02 0

Indonesia

Ini Hasil Pertemuan Indonesia-Afghanistan-Pakistan Pekan Lalu

Minggu lalu, tepatnya 11 Mai 2018 telah digelar Pertemuan Trilateral antara tokoh agama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan. Pertemuan diselenggarakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Ahad, 20/05/2018 15:59 0

Indonesia

Ketua Pemuda Muhammadiyah Merasa Tak Pantas Masuk 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag

“UAS, Adi Hidayat dan ustadz yang berilmu tinggi lainnya pantas didengar oleh Umat, justru terus terang saya merasa tidak pantas ada di list tersebut, karena banyak sekali yg harus saya pelajari, dan saya bukan ahli agama seperti UAS dan Adi Hidayat serta Ustadz baik lain yang ada di list kemenag itu,” tuturnya.

Ahad, 20/05/2018 15:31 0

Indonesia

Solusi Krisis Sosial Umat, Muliakan Islam dan Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

Upaya memuliakan Islam dalam realitasnya perlu kembali kepada praktek Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat dalam menegakkan Islam.

Ahad, 20/05/2018 15:10 0

Artikel

Menyelami Jurnalisme Islami

Belum ada kesepakatan yang definitif dan pasti tentang jurnalisme islami. Namun beberapa tawaran yang diberikan oleh Nurhaya dkk, Pintak, Siddiqi, dan lainnya dapat menjadi awalan bagi kita untuk merumuskannya seraya menjadi panduan bagi para jurnalis muslim untuk menjadi panduan dalam meliput dan menulis berita.

Ahad, 20/05/2018 14:29 0

Artikel

Hipotesa Radikalisasi, Cara Barat Kambinghitamkan Islam sebagai Penyebab Terorisme

Hipotesa radikalisasi yang mengaitkan teror dengan ide-ide dasar teologi Islam secara halus telah menjauhkan kita dari penyebab terorisme yang sebenarnya.

Ahad, 20/05/2018 14:22 0

Indonesia

Farid Okbah: Jangan Mau Dipecah-belah dengan Islam Ala Arab atau Indonesia

"Islam adalah agama universal, seutuhnya agama yang datang dari Allah Taala," katanya dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Yayasan Ulul Albab, di Masjid Ulul Albab, Tambun Selatan, Bekasi, Ahad, (20/05/2018).

Ahad, 20/05/2018 13:53 0

Indonesia

Taliban: Tak Ada Penolakan Jihad Afghan dalam Pertemuan Trilateral Ulama di Indonesia,

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban memberikan respon terkait hasil pertemuan ulama trilateral (Indonesia-Afghanistan-Pakistan) di Bogor pada 11 Mei lalu. Taliban menyimpulkan bahwa tidak pernyataan atau fatwa yang menyebut jihad di Afghanistan ilegal.

Ahad, 20/05/2018 13:00 0

Close