... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban: Sekuat Apapun, Musuh Akan Pulang dengan Tangan Kosong

Foto: Taliban pada Rabu (25/04/2018) medeklarasikan Operasi Jihad Al Khandaq

KIBLAT.NET, Kabul- Imarah Islam Afghanistan menjelaskan perkembangan operasi Al Khandaq yang dimulai sejak 8 Mei 2018. Operasi ini digelar secara masif dan terjadi di berbagai wilayah Afghanistan.

Taliban mengungkapkan, operasi Al Khandaq menerapkan taktik perang muktahir. Menurut mereka, cara itu mampu memukul lawan di berbagai bagian negara dan mengambil alih wilayah yang dikuasai lawan.

Dalam laman resminya pada 19 Mei 2018, Taliban menyebutkan bahwa sejumlah distrik berhasil dibebaskan. Seperti Qala Zal, Kohistan dan Talao-Barfak. Selain itu, akses jalan dari Ghazni ke Paktika ditutup Taliban. Hal itu dilakukan untuk menghambat pergerakan pasukan Afghanistan yang dibantu militer Amerika Serikat.

Perkembangan pesat menurut Taliban berlangsung di provinsi Farah. Di mana Taliban menyambar kota Farah untuk mengambil kendali provinsi yang berbatasan dengan Iran tersebut. Taliban mengaku telah merebut sejumlah amunisi perang seperti kendaraan lapis baja, tank, senjata dan memindahkannya ke lokasi tertentu.

“Serangan terbaru ini telah membuktikan inisiatif operasi yang dilakukan Mujahidin. Tidak peduli seberapa kekuatan musuh, mereka akan pulang dengan tangan kosong karena beberapa alasan,” ungkap Taliban.

Taliban menjelaskan tiga alasan yang menguatkan statementnya tersebut. Pertama, Amerika Serikat dan Pemerintah Kabul bukanlah lawan pertama Imarah Islam Afghanistan. Selama pergerakan Taliban, jihad panjang terhadap penjajahan di Afghanistan telah berlangsung sejak era Uni Soviet, salah-satu negara adidaya di zamannya.

BACA JUGA  Perjuangan Penegakan Islam di Aljazair, dari Era Kolonialisme Hingga Kebangkitan FIS

“Jadi mereka (Taliban) lebih mengerti dari orang lain (situasi medan) bagaimana tepatnya menjebak tentara dan tentara bayaran yang menyerang dan menekan mereka,” ungkap Taliban.

Kedua, Taliban membeberkan sejarah pergerakan nasional yang digerakkan oleh Imarah Islam. Menurutnya, sejarah telah menjadi saksi bahwa kekuatan asing yang besar sekalipun tidak akan bisa mengalahkan perlawanan yang digerakkan penduduk lokal atas dasar kebangsaan.

Ketiga, Taliban menegaskan bahwa operasi ini semata-mata demi Allah SWT dan kemerdekaan tanah Afghanistan dari pihak asing.

“Tujuan mereka (Taliban) suci dan semangat tinggi, yang berarti bahwa kesuksesan dan inisiatif akan menyertai mereka,” tukas Taliban.

Sumber: Alemarah
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Lawan Fobia Cadar, Brother Fillah Lampung Bikin Eksperimen Sosial Ini

Hari itu, Ahad (20/5) aksi AADC digelar di Lampung. Aksi yang dilaksanakan di Lampung Elephant Park, Enggal ini sukses memecah tangis masyarakat sekitar. Dua wanita bercadar dan dua lelaki berjenggot dengan celana cingkrang berdiri di tengah keramaian sambil memegang kertas bertuliskan ‘Peluk Saya Jika Anda Merasa Aman dengan Keberadaan Saya’.

Senin, 21/05/2018 15:42 0

Indonesia

Baintelkam Mabes Polri Buka Puasa Bersama dengan MT Mahabbah

Acara yang diadakan Baintelkam Polri itu pun menjadi bagian dari program Polri untuk mereduksi penyebaran paham radikal dan intoleran di Indonesia.

Senin, 21/05/2018 15:24 0

Tazkiyah

Dusta yang Sopan

"Kalau yang engkau katakan adalah benar, maka itu adalah hasil pemikiran yang baik. Akan tetapi bila yang kau katakan adalah batil,maka itu adalah dusta yang sopan."

Senin, 21/05/2018 14:26 0

Indonesia

Mahasiswa Jabar Gagas Solusi Alternatif dalam Refleksi 20 Tahun Reformasi

Forum Pemuda dan Mahasiswa Islam (FPMI) Jawa Barat menggelar agenda rutin Forum Tokoh dan Aktivis Muda dengan tema ‘Gagasan Alternatif Kaum Muda Membangun Kebangkitan Negeri’.

Senin, 21/05/2018 12:36 0

Indonesia

KAMMI Khawatir 200 Daftar Penceramah Justru Memecah Belah

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) khawatir 200 daftar nama penceramah yang direkomendasikan Kemenag justru akan memecah belah masyarakat.

Senin, 21/05/2018 12:03 0

Suara Pembaca

Sinergi Foundation Hadirkan Kebahagiaan Ramadhan di Pelosok Papua

Melalui program Desa Ramadhan, Sinergi Foundation menebar manfaat dari Aceh hingga Papua.

Senin, 21/05/2018 11:54 0

Suara Pembaca

Ibu Epinopita Terima Donasi untuk Pengobatan Perut Membengkak

Masih ingat dengan Ibu Epinopita? Janda 44 tahun yang perutnya membesar seperti tengah hamil tua. Penyakit tak biasa itu diderita sejak suaminya masih hidup.

Ahad, 20/05/2018 23:32 0

Indonesia

4 Fakta di Balik Daftar 200 Mubalig Ala Kemenag

Nama-nama dalam daftar itu merupakan rekomendasi kementerian yang dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin.

Ahad, 20/05/2018 17:44 0

Indonesia

ICJR Minta Pemerintah dan DPR Tak Buru-buru Sahkan RUU Terorisme

"Terhadap proses pembahasan RUU Perubahan UU Terorisme, ICJR akan memberikan Catatan dan Rekomendasi ICJR terhadap RUU tersebut ke DPR dan Pemerintah (Naskah versi 17 April 2018)," tambah dia.

Ahad, 20/05/2018 16:02 0

Indonesia

Ini Hasil Pertemuan Indonesia-Afghanistan-Pakistan Pekan Lalu

Minggu lalu, tepatnya 11 Mai 2018 telah digelar Pertemuan Trilateral antara tokoh agama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan. Pertemuan diselenggarakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Ahad, 20/05/2018 15:59 0

Close