Bebas dari Tuntutan Jaksa, 4 FPI Klaten Divonis Lima Bulan Percobaan

KIBLAT.NET, Klaten- Pengadilan Negeri Klaten membebaskan 4 anggota Front Pembela Islam (FPI) Klaten dari tuntutan 8 bulan penjara. Dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak terbukti. Namun Majelis Hakim tetap menjatuhkan hukuman berupa 5 bulan kurungan percobaan.

Dalam tuntutannya, Jaksa menyakini terdakwa terbukti melakukan perbuatan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28a terkait dengan dengan Pasal 59 Ayat (3) huruf d UU No 16 Tahun 2017 yang berbunyi,”Ormas dilarang melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

Dakwaan itu mendapat penolakan dari kuasa hukum para terdakwa, M Kalono. Dalam pledoinya, Kalono menyampaikan bahwa seusai dengan fakta persidangan, unsur dalam Pasal 59 Ayat (3) huruf d tidak terpenuhi. Karena pasal yang diajukan Jaksa dalam penjelasannya mempunyai syarat yang berlaku.

“Yang dimaksud dengan ‘kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum’ adalah tindakgn penangkapan, penahanan, dan membatasi kebebasan bergerak seseorang karena latar belakang etnis, agama dan kebangsaan yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Kalono dalam keterangan tertulisnya kepada Kiblat.net.

“Terbukti di dalam persidangan perbuatan para Terdakwa bukan karena latar belakang etnis, agama dan kebangsaan. Dakwaan tersebut sangat jelas dan meyakinkan tidak terbukti. Sehingga, para Terdakwa terlepas dari satu-satunya tuntutan Jaksa tersebut. Jadilah UU Ormas yang baru gagal menjerat aktivis Islam,” sambungnya.

BACA JUGA  Sistem Demokrasi Liberal Bikin Hoaks Makin Marak

Namun meski tak terbukti melanggar, Majelis Hakim tetap menjatuhkan hukuman berupa 5 bulan masa kurungan. Kalono mengaku heran, pasalnya vonis yang dijatuhkan Hakim jarang terjadi di dunia pengadilan dan menggunakan pasal yang tidak dituntutkan oleh Jaksa.

Hakim menilai, dua sejoli tanpa ikatan pernikahan yang diamankan oleh Terdakwa di Hotel Srikandi merasa ketakutan saat didatangi oleh anggota FPI. Hal itulah yang dijadikan Majelis Hakim sebagai alasan menjatuhkan hukuman percobaan 5 bulan kurungan jika dalam masa 6 bulan mengulangi perbuatan pidana, sesuai pasal 335 KUHP. Oleh sebab itu, penasehat hukum akan mengajukan banding hingga kasasi terhadap putusan Majelis Hakim PN Klaten.

“Penasehat Hukum mempunyai bukti fakta persidangan bahwa para saksi korban ketakutan bukan karena datangnya orang berbaju FPI, tetapi mereka takut jika ketahuan keluarganya. Bahkan, salah satu Hakim sempat menasihati sebaiknya keluarganya diberitahu agar para saksi korban atau pelaku asusila tidak mengulangi lagi berbuat zina atau selingkuh,” tukasnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat