... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

OKI: Al Quds Tetaplah Ibu Kota Palestina Selamanya

Foto: KTT Luar Biasa ke-7 di Istanbul, Jumat (18/05/2018).

KIBLAT.NET, Istanbul- Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menegaskan bahwa Al Quds atau Yerusalem tetaplah ibu kota negara Palestina. Negara-negara OKI tak mengakui Al Quds sebagai ibu kota Israel.

“(Kami) menegaskan kembali posisi kami bahwa Al-Quds akan tetap menjadi ibu kota Palestina selamanya dan bahwa peresmian Kedutaan Besar AS di Al Quds tidak mengubah status hukum kota yang diduduki, atau melegitimasi aneksasi ilegal oleh Israel, kekuatan pendudukan,” tegas OKI dalam komunikenya setelah KTT Luar Biasa ke-7 di Istanbul, Jumat (18/05/2018).

Seperti dikutip dari laman www.oic-oci.org, OKI menekankan, keputusan AS untuk mengakui Al Quds sebagai ibu kota Israel telah menyerang hak-hak historis Palestina, hukum internasional serta mengancam perdamaian. Amerika dinilai telah melakukan kejahatan dengan melindungi Israel di hadapan Dewan Keamanan PBB dan membela Israel atas segala kejahatan yang dilakukannya terhadap penduduk Palestina.

Tragedi pembunuhan yang dilakukan Israel di Gaza terhadap peserta aksi penolakan pemindahan Kedubes AS ke Al Quds turut menjadi sorotan. Sedikitnya, Israel telah menewaskan 60 sipil dan melukai lebih dari 2700 di Hari Nakba pada 14 Mei 2018.

“(Kami) menegaskan kembali sentralitas penyebab Palestina dan status Al-Quds Al-Sharif kepada Umat Muslim; memperbaharui dukungan kami untuk rakyat Palestina dalam upaya mendapatkan kembali hak-hak nasional mereka yang tidak dapat dicabut, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan Negara Palestina merdeka dan berdaulat mereka di perbatasan 4 Juni 1967, dengan Al-Quds Al-Sharif sebagai ibukotanya; dan mengundang semua negara untuk secara resmi mengakui Negara Palestina,” tegas OKI.

BACA JUGA  Anies Baswedan: Reuni 212 Membawa Pesan Damai

Menyikapi eskalasi terjadi di perbatasan Jalur Gaza yang menewaskan puluhan warga Palestina, OKI menggelar KTT Luar Biasa ke-7 di Istanbul, Turki. KTT Luar Biasa ini dihadiri oleh negara-negara anggota, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

OKI mendesak Dewan Keamanan, Majelis Umum, Sekretaris Jenderal, dan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB serta pelapor khusus dari Komisaris Tinggi PBB untuk HAM mengambil tindakan. Terutama membentuk komite penyelidikan internasional guna mengusut kekerasan dan kejahatan yang terjadi di Jalur Gaza.

“(Kami) tegaskan kembali dukungan untuk pengungsi Palestina yang berhak kembali ke rumah mereka, sejalan dengan resolusi Majelis Umum PBB; menegaskan kembali juga kebutuhan untuk mengakui kejahatan pembersihan etnis dan pembunuhan terhadap orang-orang Palestina selama NAKBA, yang terjadi tujuh puluh tahun yang lalu, sebagai langkah pertama yang diperlukan untuk mencapai keadilan dan perdamaian,” tukas OKI.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

4 Fakta di Balik Daftar 200 Mubalig Ala Kemenag

Nama-nama dalam daftar itu merupakan rekomendasi kementerian yang dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin.

Ahad, 20/05/2018 17:44 0

Indonesia

ICJR Minta Pemerintah dan DPR Tak Buru-buru Sahkan RUU Terorisme

"Terhadap proses pembahasan RUU Perubahan UU Terorisme, ICJR akan memberikan Catatan dan Rekomendasi ICJR terhadap RUU tersebut ke DPR dan Pemerintah (Naskah versi 17 April 2018)," tambah dia.

Ahad, 20/05/2018 16:02 0

Indonesia

Ini Hasil Pertemuan Indonesia-Afghanistan-Pakistan Pekan Lalu

Minggu lalu, tepatnya 11 Mai 2018 telah digelar Pertemuan Trilateral antara tokoh agama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan. Pertemuan diselenggarakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Ahad, 20/05/2018 15:59 0

Indonesia

Ketua Pemuda Muhammadiyah Merasa Tak Pantas Masuk 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag

“UAS, Adi Hidayat dan ustadz yang berilmu tinggi lainnya pantas didengar oleh Umat, justru terus terang saya merasa tidak pantas ada di list tersebut, karena banyak sekali yg harus saya pelajari, dan saya bukan ahli agama seperti UAS dan Adi Hidayat serta Ustadz baik lain yang ada di list kemenag itu,” tuturnya.

Ahad, 20/05/2018 15:31 0

Indonesia

Solusi Krisis Sosial Umat, Muliakan Islam dan Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

Upaya memuliakan Islam dalam realitasnya perlu kembali kepada praktek Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat dalam menegakkan Islam.

Ahad, 20/05/2018 15:10 0

Artikel

Menyelami Jurnalisme Islami

Belum ada kesepakatan yang definitif dan pasti tentang jurnalisme islami. Namun beberapa tawaran yang diberikan oleh Nurhaya dkk, Pintak, Siddiqi, dan lainnya dapat menjadi awalan bagi kita untuk merumuskannya seraya menjadi panduan bagi para jurnalis muslim untuk menjadi panduan dalam meliput dan menulis berita.

Ahad, 20/05/2018 14:29 0

Artikel

Hipotesa Radikalisasi, Cara Barat Kambinghitamkan Islam sebagai Penyebab Terorisme

Hipotesa radikalisasi yang mengaitkan teror dengan ide-ide dasar teologi Islam secara halus telah menjauhkan kita dari penyebab terorisme yang sebenarnya.

Ahad, 20/05/2018 14:22 0

Indonesia

Farid Okbah: Jangan Mau Dipecah-belah dengan Islam Ala Arab atau Indonesia

"Islam adalah agama universal, seutuhnya agama yang datang dari Allah Taala," katanya dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Yayasan Ulul Albab, di Masjid Ulul Albab, Tambun Selatan, Bekasi, Ahad, (20/05/2018).

Ahad, 20/05/2018 13:53 0

Indonesia

Taliban: Tak Ada Penolakan Jihad Afghan dalam Pertemuan Trilateral Ulama di Indonesia,

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban memberikan respon terkait hasil pertemuan ulama trilateral (Indonesia-Afghanistan-Pakistan) di Bogor pada 11 Mei lalu. Taliban menyimpulkan bahwa tidak pernyataan atau fatwa yang menyebut jihad di Afghanistan ilegal.

Ahad, 20/05/2018 13:00 0

Indonesia

Marak Aksi Bom, Wiranto: Jangan Salahkan Aparat, Salahkan Teroris!

"Yang penting jangan ada saling menyalahkan di antara kita, yang harus kita salahkan adalah terorisme itu. Jangan menyalahkan teman kita, aparat kita dan sebagainya," ujar Wiranto.

Ahad, 20/05/2018 11:30 0

Close