... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kontes Politik Iraq: Al-Sadr Bentuk Blok Koalisi Jegal Al-Maliki dan Al-Amari

Foto: Muqtada Al-Sadr (kanan) dan Hakim (kiri)

KIBLAT.NET, Baghdad – Dalam sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak, dua pemimpin organisasi Syiah Iraq, Muqtada Al-Sadr dan Ammar Al-Hakim, mengumumkan berkoalisi dalam pentas politik di negara tersebut. Koalisi blok besar ini memungkinkan keduanya menjadi kandidat Perdana Menteri.

Hasil perhitungan sementara, Muqtada Al-Sadr menang melalui koalisi politiknya, “Sairun”. Sementara Ammar Al-Hakim, pemimpin Gerakan Syiah Al-Hikmah mendapat 22 kursi di parlemen.

Al-Sadr dan Al-Hakim butuh sebanyak 165 kursi, dari total 329 kursi parlemen, untuk menjadi blok besar yang dapat mendominasi pembentukan pemerintahan Iraq berikutnya.

Dalam konferensi pers bersama yang diselenggarakan oleh Al-Hakim dan Al-Sadr di markas mereka di Najaf pada Kamis malam (17/05), keduanya menegaskan akan memulai gerakan politik untuk membentuk blok terbesar. Blok ini terutama untuk menyaingi koalisi Nuri Al-Maliki dan Hadi Al-Umari yang didukung Iran.

Al-Hakim menjelaskan bahwa arah politik koalisi blok Sairun dan Al-Hikmah berkomponen. Keduanya akan membentuk satu pemerintahan nasional yang memberi layanan kepada rakyat Iraq. Sementara Al-Sadr mengatakan bahwa segala sesuatu antara dia dan Al-Hakim bertujuan melayani rakyat.

“Kami datang ke tahap baru dalam membangun Iraq dan membentuk pemerintahan teknokrat,” kata Sadr. Sedangkan Hakim menambahkan bahwa pembicaraan akan dimulai dengan kekuatan terakhir untuk membentuk pemerintahan.

Menurut perhitungan suara sementara, gerakan politik Sairun mendapat sebanyak 55 kursi menyaingin koalisi An-Nasr pimpinan Haidar Al-Abadi yang mendapat 51 kursi. Gerakan Al-Fath yang dipimpin Hadi Al-Umary (panglima milisi Al-Hasd Al-Syakbi) mendapat 49 kursi, dan gerakan Daulah Qanun pimpinan Nuri Al-Maliki meraih 25 kursi.

BACA JUGA  Massa Bakar Gedung Konsulat Iran di Najaf, Irak

Partai Demokratik Kurdistan pimpinan Mas’ud Barzani mendapat 28 kursi, gerakan Nasonalis Kurdi pimpinan Kausart Rasul 15 kursi, gerakan Hikmah pimpinan Ammar Al-Hakim 22 kursi dan Gerakan Nasonalis pimpinan Iyad Alawi mendapat 21 kursi. Koalisi Al-Qarar pimpinan Usamah An-Najafi mendapat 15 Kursi sementara gerakan-gerakan kecil lainnya mendapat jumlah kursi yang berfareasi.

Pengamat politik melihat, deklarasi Al-Hakim dan Al-Sadr akan mendapat dukungan luas dari kekuatan Sunni dan beberapa kekuatan Kurdi, di samping aliansi An-Nasr pimpinan Perdana Menteri Haider Al-Abadi untuk membentuk blok terbesar di parlemen, yang memerlukan 165 kursi untuk membentuk pemerintahan.

Sebelumnya, koalisi Negara Nasionalis pimpinan Nuri Al-Maliki mengatakan bahwa pihaknya akan membentuk blok aliansi di parlemen lebih besar dari aliansi yang diumumkan di Najef. Blok ini untuk menjegal kemungkinan koalisi Al-Sadr dan Al-Abadi.

Pengambilan suara dalam pemilu parlemen Iraq selesai pada Sabtu lalu. Saat ini, masing-masing konstetan tengah menunggu hasil resmi dari komisi pemilihan Iraq.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

RUU Terorisme Bukan Satu-satunya Cara Ampuh Tangani Aksi Teror

"Sehingga masalah tidak hanya ditumpukan pada aturan, apalagi menyalahkan HAM. Kalau kita tidak mengevaluasi dulu apa yang berjalan, akan sangat sulit revisi berkontribusi menyelesaikan kasus terorisme," tegasnya.

Jum'at, 18/05/2018 08:11 0

Indonesia

Rencana Gencatan Senjata India Di Kashmir Selama Ramadhan Ditolak

Kelompok perlawanan Lashkar e-Taiba menolak rencana gencatan senjata India di Kashmir

Kamis, 17/05/2018 19:57 0

Khazanah

10 Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

KIBLAT.NET - Ramadhan merupakan bulan agung dalam Islam. Ia memiliki beragam keistimewaan yang tidak bisa didapatkan bulan-bulan yang lainnya. Syaikh Shalih Muhammad Al-Munajjid mengungkapkan di antara bentuk keistimewaan tersebutk ialah:

Kamis, 17/05/2018 17:35 0

Indonesia

23 Orang Ditangkap Terkait Bom Surabaya, Ini Daftarnya

Polda Jatim menyampaikan bahwa Densus 88 telah menangkap 23 orang yang diduga terkait bom Surabaya. Adapun 4 orang di antaranya ditembak mati.

Kamis, 17/05/2018 16:00 0

Indonesia

Kejadian Mako Brimob dan Bom Surabaya Momentum Evaluasi BNPT dan Densus 88

Kejadian serangan di Mako Brimob dan Bom Surabaya seharusnya jadi momentum valuasi BNPT dan Densus 88, bukan malah terbutkan Perppu Terorisme

Kamis, 17/05/2018 15:22 0

Opini

Setengah Hati Indonesia untuk Palestina

Dan akhirnya, pernyataan yang sebelumnya hanya wacana kini benar-benar terlaksana. Kedubes Amerika telah diresmikan di Al-Quds.

Kamis, 17/05/2018 15:00 0

Indonesia

Satu Keluarga Ledakkan Bom, Pakar Psikologi: Ada Kemungkinan Objek Brainwash

Pakar psikologi menilai tak tertutup kemungkinan keluarga Dita Oeprianto merupakan objek cuci otak atau brainwash

Kamis, 17/05/2018 14:56 0

Indonesia

PAHAM: Definisi Terorisme Dapat Digunakan Sebagai Alat Politik

Heru mencontohkan tentang Amerika yang mudah memberi label kepada gerakan-gerakan perjuangan di Palestina sebagai teroris, seperti Hamas. Sedangkan Israel sebagai penjajah Palestina tidak disebut sebagai teroris.

Kamis, 17/05/2018 13:50 0

Editorial

Editorial: Teror di Tahun Politik, Cui Bono?

Markus Tullius Cicero, seorang politisi Romawi yang lahir pada tahun 106 sebelum Masehi dalam pidatonya yang berjudul Pro Roscio Amerino menyatakan sebuah konsep hukum yang menarik. Istilahnya disebut, “Cui Bono” (dibaca: kui bono). Cicero bilang: “Lucius Cassius yang terkenal, yang oleh orang-orang Romawi sering dianggap sebagai hakim yang jujur dan bijaksana, biasanya bertanya berulang kali, “Cui Bono?”. Siapakah yang paling mendapat keuntungan?

Kamis, 17/05/2018 13:02 0

Indonesia

Selain Definisi Terorisme, DPR dan Pemerintah Belum Sepakat dalam Hal Ini

Panitia Khusus Revisi Undang-undang Tindak Pidana Terorisme mengaku sudah merampungkan pembahasan dan tengah menanti keputusan final dari Pemerintah. Hal ini menjadi faktor kenapa RUU Terorisme belum disahkan. 

Kamis, 17/05/2018 11:56 0

Close