... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Setengah Hati Indonesia untuk Palestina

Foto: Al-Quds di bawah bayang Israel.

KIBLAT.NET – Presiden Amerika Donald Trump dikenal memiliki kebijakan politik yang anti terhadap Islam. Ia sempat mengatakan akan melarang imigran muslim memasuki Amerika. Bahkan, pada Rabu (06/12/2017) lalu, ia mengklaim Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan kedutaan-nya ke kota tersebut.

Sikap Trump lantas menimbulkan reaksi. Dalam voting yang dilakukan di sidang darurat Majelis Umum PBB, 128 negara menolak kebijakan Trump. Sedangkan di antara negara yang berada di barisan Amerika adalah Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.

Saat itu, kecaman kepada Amerika juga dilontarkan oleh pemerintah Indonesia. Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Amerika harus mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Ia menilai, pengakuan sepihak tersebut melanggar resolusi PBB.

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Pengakuan sepihak tersebut melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat jadi anggota tetapnya. Ini bisa mengecam stabilitas keamanan dunia,” katanya pada 7 Desember 2017 lalu.

Tentu umat Islam di Indonesia pun juga memberikan sikap yang tegas. Yaitu menolak pemindahan tersebut. Berkali-kali aksi digelar oleh berbagai ormas Islam. Baik dipimpin oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) langsung, ataupun ormas secara pribadi.

Aksi-aksi semacam ini tampaknya kurang memberikan tekanan kepada Amerika, apalagi Israel. Sikap yang lebih memiliki efek adalah ormas-ormas Islam tersebut mendatangi kantor Kemenlu, agar secara langsung mengatakan kepada Menlu untuk memberikan sikap yang jelas. Atau bisa dengan mendatangi kantor Dubes Amerika untuk memberikan ultimatum.

BACA JUGA  Peran Ulama dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

Dan akhirnya, pernyataan yang sebelumnya hanya wacana kini benar-benar terlaksana. Kedubes Amerika telah diresmikan di Al-Quds. Putri Presiden AS, Ivanka Trump meresmikan Kedubes AS dengan senyum lebar dan disambut tepuk tangan oleh para pendukungnya.

Sementara, rakyat Palestina harus berjuang dengan segenap jiwa raga demi mempertahankan Al-Quds yang mulia. Baik yang cacat, anak-anak, wanita semua ikut andil demi memperjuangkan kota tempat kiblat pertama umat Islam itu.

Dan pemerintah Indonesia yang sebelumnya getol untuk menolak pemindahan, tiba-tiba diam tak memberikan tanggapan. Belum ada sikap tegas dan jelas dari pemerintah kita untuk mengecam Amerika dan Israel.

Agaknya ungkapan ‘mengedepankan diplomasi’ sudah basi dan tak berfungsi. Atau jangan-jangan, ucapan yang dilontarkan kepada Amerika selama ini hanya untuk memberikan rasa lega di tengah masyarakat bahwa Indonesia masih ‘bersama’ Palestina. Mungkin, Indonesia hanya memberikan setengah hati untuk Palestina.

Inilah yang menjadi pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Mengapa Indonesia sebagai negara muslim terbesar tidak mampu memberikan tekanan kepada Amerika? Dalam hal ini, sepertinya langkah Turki untuk mengusir Dubes Israel layak diikuti. Sikap itu setidaknya dapat menunjukkan langkah nyata sebagai pembelaan terhadap Palestina.

Penulis: Taufiq Ishaq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Satu Keluarga Ledakkan Bom, Pakar Psikologi: Ada Kemungkinan Objek Brainwash

Pakar psikologi menilai tak tertutup kemungkinan keluarga Dita Oeprianto merupakan objek cuci otak atau brainwash

Kamis, 17/05/2018 14:56 0

Indonesia

PAHAM: Definisi Terorisme Dapat Digunakan Sebagai Alat Politik

Heru mencontohkan tentang Amerika yang mudah memberi label kepada gerakan-gerakan perjuangan di Palestina sebagai teroris, seperti Hamas. Sedangkan Israel sebagai penjajah Palestina tidak disebut sebagai teroris.

Kamis, 17/05/2018 13:50 0

Editorial

Editorial: Teror di Tahun Politik, Cui Bono?

Markus Tullius Cicero, seorang politisi Romawi yang lahir pada tahun 106 sebelum Masehi dalam pidatonya yang berjudul Pro Roscio Amerino menyatakan sebuah konsep hukum yang menarik. Istilahnya disebut, “Cui Bono” (dibaca: kui bono). Cicero bilang: “Lucius Cassius yang terkenal, yang oleh orang-orang Romawi sering dianggap sebagai hakim yang jujur dan bijaksana, biasanya bertanya berulang kali, “Cui Bono?”. Siapakah yang paling mendapat keuntungan?

Kamis, 17/05/2018 13:02 0

News

Adakan Bazar Pakaian Bekas, Masjid di Tangerang Galang Donasi Pembangunan

Di bulan suci Ramadhan, sejumlah masjid di Kecamatan Teluknaga, Tangerang mulai mencari donasi untuk pembangunan masjid. Ada yang menyediakan kotak infaq khusus ataupun menawarkan kepada para pengguna jalan. 

Kamis, 17/05/2018 12:45 0

Indonesia

Selain Definisi Terorisme, DPR dan Pemerintah Belum Sepakat dalam Hal Ini

Panitia Khusus Revisi Undang-undang Tindak Pidana Terorisme mengaku sudah merampungkan pembahasan dan tengah menanti keputusan final dari Pemerintah. Hal ini menjadi faktor kenapa RUU Terorisme belum disahkan. 

Kamis, 17/05/2018 11:56 0

Suara Pembaca

Sasar Generasi Milenial, Sinergi Foundation Kampanyekan “Giving is Cool”

Dengan mengampanyekan Giving is Cool, Sinergi Foundation memotivasi milenial muslim untuk semakin bersemangat berbagi. Apalagi, kini tengah menginjak Ramadhan, yang dikenal sebagai bulannya berbagi.

Kamis, 17/05/2018 11:23 0

Mesir

Kritik Pemerintah Mesir di Medsos, Seorang Ibu Ditangkap

Polisi Mesir menahan seorang wanita karena mengkritik pemerintah dalam sebuah postingan video di media sosial. Kritikan diberikan karena Pemerintah gagal melindungi perempuan dari pelecehan seksual dan kondisi ekonomi Mesir yang semakin memburuk.

Kamis, 17/05/2018 10:55 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Al-Kahfi dan Dajal – Pertarungan Iman dan Materialisme

Surah Al-Kahfi turun sebagai anti-thesis dari materialisme. Keempat kisah yang disajikan di dalamnya menghasung satu tema, kritik terhadap materialisme sekaligus mematahkannya.

Kamis, 17/05/2018 10:15 0

Arab Saudi

Saudi Bekukan Aset dan Dana Para Petinggi Syiah Hizbullah Lebanon

Dinas Keamanan Negara Saudi dalam pernyataannya yang dilansir Al-Sarq Al-Ausath, 10 orang itu terdiri dari Dewan Syura Hizbullah dan orang serta perusahaan yang aktif mendukung gerakan Syiah itu.

Kamis, 17/05/2018 09:59 0

Irak

Iran Berupaya Bentuk Koalisi Politik Syiah untuk Pimpin Iraq

Pembicaraan formal untuk membentuk koalisi pemerintahan Syiah akan dimulai setelah hasil akhir diumumkan pekan ini.

Kamis, 17/05/2018 09:20 0

Close