... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Selain Definisi Terorisme, DPR dan Pemerintah Belum Sepakat dalam Hal Ini

Foto: Revisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Panitia Khusus Revisi Undang-undang Tindak Pidana Terorisme mengaku sudah merampungkan pembahasan dan tengah menanti keputusan final dari Pemerintah. Hal ini menjadi faktor kenapa RUU Terorisme belum disahkan.

Staf khusus Komisi III DPR RI, Maharani Siti Sofia mengungkapkan ada sejumlah rumusan yang belum disepakati antara DPR dan Pemerintah.

“Masih terganjal di penambahan definisi terorisme, perumusan sanksi pidana, dan sinkronisasi terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta konvensi internasional,” kata  Maharani yang juga menjadi anggota Pansus dalam FGD Lembaga Kajian Strategi & Pembangunan “Menangkal Terorisme, Melawan Fear of Crime”, di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (16/05/2018).
Maharani juga mengungkapkan bahwa selama dua tahun pembahasan telah terjadi banyak perubahan besar dalam RUU Terorisme.

“Ada perubahan signifikan terhadap sistematika UU Nomor 15 Tahun 2003. Kami menambahkan bab pencegahan, bab soal korban, bab kelembagaan, bab pengawasan kemudian soal keterlibatan TNI yang itu semua baru dari undang-undang sebelumnya,” kata

Maharani menambahkan, RUU Terorisme saat ini mengatur secara komprehensif. Tidak hanya bicara soal pemberantasan, tapi juga aspek pencegahan, penanggulangan, pemulihan, kelembagaan dan juga pengawasan.

Delik-delik yang berpotensi multitafsir atau pasal karet juga telah diperjelas. Ia mengatakan hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip umum hukum pidana yang menyatakan definisi mengenai kejahatan harus ditafsirkan dengan ketat dan tidak boleh diperluas dengan analogi.

BACA JUGA  Hendak Pulang Pasca Aksi 21-22 Mei, Pria Ini Malah Ditangkap dan Didakwa Melawan Petugas

“RUU ini juga telah menghapus sanksi pidana pencabutan status kewarganegaraan. Menghapus Pasal ‘Guantanamo’ yang menempatkan seseorang di tempat dan lokasi tertentu untuk pencegahan,” ungkapnya.

Selain itu, RUU juga telah menambahkan ketentuan mengenai perlindungan korban aksi terorisme secara komprehensif mulai dari definisi korban, ruang lingkup korban, dan pemberian hak-hak korban.

“Dalam UU 15 tahun 2003 atau sebelum ada revisi, UU ini hanya mengatur mengenai kompensasi dan restitusi saja, kini RUU telah mengatur pemberian hak berupa bantuan medis, rehabilitasi psikologis, rehabilitasi psikososial, santunan bagi korban meninggal dunia, pemberian restitusi dan pemberian kompensasi,” ungkapnya.

Selain itu, RUU juga telah mengatur pemberian hak bagi korban yang mengalami penderitaan dalam kasus-kasus penanganan terorisme yang terjadi sebelumnya. Kendati demikian, ada beberapa rumusan yang belum ada kata sepakat antara DPR dan Pemerintah.

“Masih terganjal di penambahan definisi terorisme, perumusan sanksi pidana, dan sinkronisasi terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta konvensi internasional,” jelasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Sasar Generasi Milenial, Sinergi Foundation Kampanyekan “Giving is Cool”

Dengan mengampanyekan Giving is Cool, Sinergi Foundation memotivasi milenial muslim untuk semakin bersemangat berbagi. Apalagi, kini tengah menginjak Ramadhan, yang dikenal sebagai bulannya berbagi.

Kamis, 17/05/2018 11:23 0

Mesir

Kritik Pemerintah Mesir di Medsos, Seorang Ibu Ditangkap

Polisi Mesir menahan seorang wanita karena mengkritik pemerintah dalam sebuah postingan video di media sosial. Kritikan diberikan karena Pemerintah gagal melindungi perempuan dari pelecehan seksual dan kondisi ekonomi Mesir yang semakin memburuk.

Kamis, 17/05/2018 10:55 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Al-Kahfi dan Dajal – Pertarungan Iman dan Materialisme

Surah Al-Kahfi turun sebagai anti-thesis dari materialisme. Keempat kisah yang disajikan di dalamnya menghasung satu tema, kritik terhadap materialisme sekaligus mematahkannya.

Kamis, 17/05/2018 10:15 0

Arab Saudi

Saudi Bekukan Aset dan Dana Para Petinggi Syiah Hizbullah Lebanon

Dinas Keamanan Negara Saudi dalam pernyataannya yang dilansir Al-Sarq Al-Ausath, 10 orang itu terdiri dari Dewan Syura Hizbullah dan orang serta perusahaan yang aktif mendukung gerakan Syiah itu.

Kamis, 17/05/2018 09:59 0

Irak

Iran Berupaya Bentuk Koalisi Politik Syiah untuk Pimpin Iraq

Pembicaraan formal untuk membentuk koalisi pemerintahan Syiah akan dimulai setelah hasil akhir diumumkan pekan ini.

Kamis, 17/05/2018 09:20 0

Wilayah Lain

Serangan Senjata Kimia di Wilayah Oposisi di Idlib Terbukti

OPCW tidak menjelaskan pihak yang menggunakan senjata kimia di kota Saraqib itu. Kota Saraqib merupakan kota di provinsi Idlib yang dikontrol oleh oposisi.

Kamis, 17/05/2018 08:22 0

Irak

Tak Puas Hasil Pemilu, Gerilyawan Kepung Kantor KPU Kirkuk

"Beberapa petugas dalam kondisi disandera," kata Al-Badran seraya meminta pihak berwenang untuk melindungi mereka.

Kamis, 17/05/2018 07:02 0

Khazanah

Tujuh Hal Ini Bakal Buat Ramadhanmu Lebih Bermakna

Ramadhan telah di pelupuk mata. Bulan mulia yang selalu dinanti umat Islam ini segera kembali menyapa. Tentu bagi para perindu tidak akan menyiakan peluang setahun sekali pertemuan ini. Persiapan mental, fisik dan keimanan harus diperhatikan.

Rabu, 16/05/2018 16:47 0

Artikel

Ucapkan Doa Ini Ketika Memasuki Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ibadah, di dalamnya terdapat stau malam yang lebih mulia dari 1000 bulan. Pada bulan Ramadhan pua setan dibelenggu. Di antara hal yang sering ditanyakan adalah adakah doa khusus untuk memasuki bulan Ramadhan?

Rabu, 16/05/2018 16:17 0

Turki

Krisis Al-Quds, Turki dan Israel Saling Usir Duta Besar

Turki meminta kepada duta besar Israel untuk meninggalkan negara itu setelah pasukan Israel menewaskan 60 orang Palestina selama protes di perbatasan Gaza terhadap pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Rabu, 16/05/2018 15:32 0

Close