... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rencana Gencatan Senjata India Di Kashmir Selama Ramadhan Ditolak

Foto: Bentrokan mahasiswa Kashmir dengan pasukan India

KIBLAT.NET, Srinagar – India mengumumkan gencatan senjata atau menghentikan operasi militer di Kashmir selama bulan Ramadhan. Namun, rencana itu dilotak oleh kelompok pejuang setempat, Lashkar e-Taiba.

Rencana gencatan senjata tersebut diumumkan Kementerian Dalam Negeri India melalui serangkaian kicauan di Twitter pada Rabu (16/05/2018). India mengklaim keputusan itu dibuat agar umat Islam dapat melalui bulan suci Ramadhan “di lingkungan yang damai”.

Namun, pernyataan pihak India tak cukup sampai di situ. Pasukan India “berhak membalas jika diserang atau jika penting untuk melindungi kehidupan orang-orang yang tak bersalah”.

Kashmir merupakan wilayah yang terletak di perbatasan India dan Pakistan, dengan sebagian besar penduduknya adalah umat Islam. Warga Kashmir selama ini menghendaki kemerdekaan dari India, dengan melakukan sejumlah upaya perlawanan.

Pengumuman gencatan senjata pada bulan Ramadhan dari pihak India terakhir kali dilakukan pada tahun 2000. Pada 2003 India dan Pakistan sebenarnya telah menyatakan gencatan senjata antara pasukan kedua negara, namun India masih terus memerangi kelompok pejuang kemerdekaan Kashmir.

Rencana gencatan senjata India segera ditolak oleh kelompok pejuang lokal Kashmir, Lashkar e-Taiba. “Tidak ada pilihan itu, dan tidak ada gagasan yang bisa diberikan dalam kompromi semacam itu,” ungkap pihak Lashkar e-Taiba dalam pernyataan yang dikutip Al Arabiya, Kamis (17/05/2018).

“Kami menganggap rencana itu dosa dan aib bagi pengorbanan dalam perjuangan pembebasan,” lanjut pernyataan itu.

BACA JUGA  Fadli Zon: Lewat SKB 11 K/L Tentang Radikal, Pemerintah Ingin Terapkan Aturan Sapu Jagat

Lashkar e-Taiba merupakan salah satu kelompok perjuangan di wilayah Kashmir. kelompok itu dituduh India sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam serangan bom di Mumbai, yang menewaskan sedikitnya 166 orang.

Di pihak lain, warga Kashmir juga pesimis dengan keputusan gencatan senjata yang diumumkan India. Pasalnya, pernyataan serupa di masa lalu berkahir dengan kekacauan dan banyak bentrokan.

Sumber: Al Arabiya
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Fatwa Penentuan Awal Ramadhan Syiah Hutsi Jadi Ejekan

Pasalnya, ini merupakan kali pertama otoritas yang memerintah memberi pilihan kepada warganya untuk memilih hari awal puasa sesuai yang diinginkan.

Kamis, 17/05/2018 18:22 0

Khazanah

10 Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

KIBLAT.NET - Ramadhan merupakan bulan agung dalam Islam. Ia memiliki beragam keistimewaan yang tidak bisa didapatkan bulan-bulan yang lainnya. Syaikh Shalih Muhammad Al-Munajjid mengungkapkan di antara bentuk keistimewaan tersebutk ialah:

Kamis, 17/05/2018 17:35 0

Palestina

Israel Tembakan Serangan Udara ke Hamas

Israel mengatakan bahwa telah meluncurkan serangan udara pada malam hari ke sejumlah fasilitas milik Hamas di Gaza. Pernyataan itu dikeluarkan pada Kamis (17/05/2018) seperti dikutip dari Arab News.

Kamis, 17/05/2018 17:32 0

Afghanistan

AS Klaim Berhasil Bunuh Tokoh AQIS di Afghanistan

Amerika Serikat mengklaim telah membunuh Hazrat Abbas tokoh Al Qaeda in the Indian Subcontinent (AQIS) di kawasan Timur Afghanistan, tepatnya di Provinsi Nangarhar bulan lalu.

Kamis, 17/05/2018 17:04 0

Palestina

Ikuti AS, Guatemala Resmikan Kedubes untuk Israel di Al Quds

Di tengah kemarahan dunia dan warga Palestina, Guatemala melangsungkan peresmian Kedutaan Besar untuk Israel di Al Quds pada Rabu (16/05/2018).

Kamis, 17/05/2018 16:47 0

Opini

Setengah Hati Indonesia untuk Palestina

Dan akhirnya, pernyataan yang sebelumnya hanya wacana kini benar-benar terlaksana. Kedubes Amerika telah diresmikan di Al-Quds.

Kamis, 17/05/2018 15:00 0

Editorial

Editorial: Teror di Tahun Politik, Cui Bono?

Markus Tullius Cicero, seorang politisi Romawi yang lahir pada tahun 106 sebelum Masehi dalam pidatonya yang berjudul Pro Roscio Amerino menyatakan sebuah konsep hukum yang menarik. Istilahnya disebut, “Cui Bono” (dibaca: kui bono). Cicero bilang: “Lucius Cassius yang terkenal, yang oleh orang-orang Romawi sering dianggap sebagai hakim yang jujur dan bijaksana, biasanya bertanya berulang kali, “Cui Bono?”. Siapakah yang paling mendapat keuntungan?

Kamis, 17/05/2018 13:02 0

News

Adakan Bazar Pakaian Bekas, Masjid di Tangerang Galang Donasi Pembangunan

Di bulan suci Ramadhan, sejumlah masjid di Kecamatan Teluknaga, Tangerang mulai mencari donasi untuk pembangunan masjid. Ada yang menyediakan kotak infaq khusus ataupun menawarkan kepada para pengguna jalan. 

Kamis, 17/05/2018 12:45 0

Suara Pembaca

Sasar Generasi Milenial, Sinergi Foundation Kampanyekan “Giving is Cool”

Dengan mengampanyekan Giving is Cool, Sinergi Foundation memotivasi milenial muslim untuk semakin bersemangat berbagi. Apalagi, kini tengah menginjak Ramadhan, yang dikenal sebagai bulannya berbagi.

Kamis, 17/05/2018 11:23 0

Mesir

Kritik Pemerintah Mesir di Medsos, Seorang Ibu Ditangkap

Polisi Mesir menahan seorang wanita karena mengkritik pemerintah dalam sebuah postingan video di media sosial. Kritikan diberikan karena Pemerintah gagal melindungi perempuan dari pelecehan seksual dan kondisi ekonomi Mesir yang semakin memburuk.

Kamis, 17/05/2018 10:55 0

Close