... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PAHAM: Definisi Terorisme Dapat Digunakan Sebagai Alat Politik

Foto: Pendiri PAHAM Indonesia, Dr. Heru Susetyo.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pusat Advokasi dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia menyoroti definisi terorisme yang belum jelas, sehingga sebuah negara atau penguasa dapat menggunakannya sebagai alat politik untuk melanggengkan kekuasaan.

“Definisi terorisme belum jelas sampai sekarang. Negara memang punya definisi sendiri, tapi tidak berarti itu definisi yang tepat ya, karena teroris kejahatan yang sukar didefinisikan, bahkan terlalu banyak definisinya,” ungkap Dr. Heru Susetyo, Pendiri PAHAM Indonesia usai Focus Discussion Group Lembaga Kajian Strategi & Pembangunan “Menangkal Terorisme, Melawan Fear of Crime”, di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (16/05/2018).

Heru menyebut bahwa definisi tentang terorisme yang mengemuka selalu menurut persepsi penguasa, tergantung situasi politik dan keamanan negara.

“Akhirnya mana yang teroris mana yang bukan teroris tergantung persepsi pemerintah, tergantung pilihan kebijakan. Hal ini terjadi bukan hanya di indonesia tetapi di mana-mana,” ungkapnya.

Heru mencontohkan tentang Amerika yang mudah memberi label kepada gerakan-gerakan perjuangan di Palestina sebagai teroris, seperti Hamas. Sedangkan Israel sebagai penjajah Palestina tidak disebut sebagai teroris.

“Mengapa begitu, karena yang membuat definisi adalah CIA. Jadi tergantung dia,” ungkapnya.

“Penguasa membuat produk hukum sesuai selera dia, sesuai dengan keinginan dia, itu yang selama ini terjadi. Jadi hukum itu digunakan untuk berpolitik, bukan semata-mata produk keadilan,” tegasnya.

Dosen Hukum dan HAM Fakultas Hukum UI ini menyebut bahwa hukum diproduksi untuk melanggengkan kekuasaan. Hal ini lah yang disebutnya menjadi salah satu penyebab RUU Terorisme tak kunjung selesai, karena banyak kepentingan di dalam definisi terorisme itu.

BACA JUGA  2 Anggota TNI Luka Serius Kena Ledakan Monas, Polisi: Ini Kan Hanya Granat Asap

“Definisi terorisme saling tarik-menarik kepentingan, kekuasaan karena banyak kepentingan yang berbeda-beda. Adapun saat ini, Negara melalui UU no 15 th 2003 memilih sebuah bentuk yang disebut sebagai terorisme,” ungkapnya.

Ia berharap agar definisi terorisme yang termuat dalam RUU Terorisme tidak bersifat sewenang-wenang. “Definisi adalah hal yang penting karena jangan sampai ada orang yang tidak salah malah dianggap salah, dan ada orang yang ditahan dan dilakukan penahanan sewenang-wenang karena baru dianggap teroris padahal sejatinya tidak,” pungkasnya.

Diketahui, salah satu faktor mundurnya pengesahan RUU Terorisme karena belum ada kata sepakat dari Pemerintah terkait definisi terorisme yang dibuat Panja dari DPR. Definisi terorisme yang disepakati oleh panja adalah kegiatan yang menimbulkan ketakutan kepada masyarakat, kerusakan fasilitas pulik untuk mencapai tujuan tertentu.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Teror di Tahun Politik, Cui Bono?

Markus Tullius Cicero, seorang politisi Romawi yang lahir pada tahun 106 sebelum Masehi dalam pidatonya yang berjudul Pro Roscio Amerino menyatakan sebuah konsep hukum yang menarik. Istilahnya disebut, “Cui Bono” (dibaca: kui bono). Cicero bilang: “Lucius Cassius yang terkenal, yang oleh orang-orang Romawi sering dianggap sebagai hakim yang jujur dan bijaksana, biasanya bertanya berulang kali, “Cui Bono?”. Siapakah yang paling mendapat keuntungan?

Kamis, 17/05/2018 13:02 0

News

Adakan Bazar Pakaian Bekas, Masjid di Tangerang Galang Donasi Pembangunan

Di bulan suci Ramadhan, sejumlah masjid di Kecamatan Teluknaga, Tangerang mulai mencari donasi untuk pembangunan masjid. Ada yang menyediakan kotak infaq khusus ataupun menawarkan kepada para pengguna jalan. 

Kamis, 17/05/2018 12:45 0

Suara Pembaca

Sasar Generasi Milenial, Sinergi Foundation Kampanyekan “Giving is Cool”

Dengan mengampanyekan Giving is Cool, Sinergi Foundation memotivasi milenial muslim untuk semakin bersemangat berbagi. Apalagi, kini tengah menginjak Ramadhan, yang dikenal sebagai bulannya berbagi.

Kamis, 17/05/2018 11:23 0

Mesir

Kritik Pemerintah Mesir di Medsos, Seorang Ibu Ditangkap

Polisi Mesir menahan seorang wanita karena mengkritik pemerintah dalam sebuah postingan video di media sosial. Kritikan diberikan karena Pemerintah gagal melindungi perempuan dari pelecehan seksual dan kondisi ekonomi Mesir yang semakin memburuk.

Kamis, 17/05/2018 10:55 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Al-Kahfi dan Dajal – Pertarungan Iman dan Materialisme

Surah Al-Kahfi turun sebagai anti-thesis dari materialisme. Keempat kisah yang disajikan di dalamnya menghasung satu tema, kritik terhadap materialisme sekaligus mematahkannya.

Kamis, 17/05/2018 10:15 0

Arab Saudi

Saudi Bekukan Aset dan Dana Para Petinggi Syiah Hizbullah Lebanon

Dinas Keamanan Negara Saudi dalam pernyataannya yang dilansir Al-Sarq Al-Ausath, 10 orang itu terdiri dari Dewan Syura Hizbullah dan orang serta perusahaan yang aktif mendukung gerakan Syiah itu.

Kamis, 17/05/2018 09:59 0

Irak

Iran Berupaya Bentuk Koalisi Politik Syiah untuk Pimpin Iraq

Pembicaraan formal untuk membentuk koalisi pemerintahan Syiah akan dimulai setelah hasil akhir diumumkan pekan ini.

Kamis, 17/05/2018 09:20 0

Wilayah Lain

Serangan Senjata Kimia di Wilayah Oposisi di Idlib Terbukti

OPCW tidak menjelaskan pihak yang menggunakan senjata kimia di kota Saraqib itu. Kota Saraqib merupakan kota di provinsi Idlib yang dikontrol oleh oposisi.

Kamis, 17/05/2018 08:22 0

Irak

Tak Puas Hasil Pemilu, Gerilyawan Kepung Kantor KPU Kirkuk

"Beberapa petugas dalam kondisi disandera," kata Al-Badran seraya meminta pihak berwenang untuk melindungi mereka.

Kamis, 17/05/2018 07:02 0

Khazanah

Tujuh Hal Ini Bakal Buat Ramadhanmu Lebih Bermakna

Ramadhan telah di pelupuk mata. Bulan mulia yang selalu dinanti umat Islam ini segera kembali menyapa. Tentu bagi para perindu tidak akan menyiakan peluang setahun sekali pertemuan ini. Persiapan mental, fisik dan keimanan harus diperhatikan.

Rabu, 16/05/2018 16:47 0

Close