... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fatwa Penentuan Awal Ramadhan Syiah Hutsi Jadi Ejekan

Foto: Pemberontak Syiah Houtsi di jalan di ibukota Yaman, Sanaa

KIBLAT.NET, Sanaa – Fatwa aneh pemerintah pemberontak Syiah Hutsi soal penentuan awal puasa menjadi bahan ejekan warga Yaman. Bagaimana tidak, pemberontak memerintah warga untuk memilih antara memulai puasa Ramadhan 1439 H antara hari Rabu dan Kamis.

Para aktivis dan warga di Kota Sanaa menanggapi fatwa yang dikeluarkan oleh Darul Ifta’, lembaga fatwa yang saat ini dikelola Hutsi, dengan cemoohan. Pasalnya, ini merupakan kali pertama otoritas yang memerintah memberi pilihan kepada warganya untuk memilih hari awal puasa sesuai yang diinginkan.

Terlepas dari perbedaan fiqih yang lumrah dan perbedaan perhitungan hisab, pemerintah pemberontak mengumumkan pada Rabu sore (16/05) bahwa fatwa itu dikeluarkan oleh kepala bidang di Darul Ifta’ bernama Syarfuddin. Ulama Hutsi itu berfatwa, demi kehati-hatian, silahkan untuk memilih memulai puasa antara hari Rabu dan Kamis.

Dalam pengumuman resmi yang dikeluarkan pemerintah Hutsi dikatakan bahwa hasil rukyat pada Selasa (29 Syakban 1489 H) menunjukkan hilal tidak terlihat karena tertutup mendung dan kabut. Oleh karena itu, bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari, dan awal puasa pada Kamis.

Akan tetapi, kata pernyataan yang dilansir Al-Sarq Al-Ausath tersebut, terjadi kebingungan dalam perhitungan kalender. Hal itu terjadi karena perhitungan bulan Syakban berbeda-beda. Menurut kalender, sebagian pihak berkeyakinan hari Selasa tanggal 30 Syakban sementara sebagian lain meyakini penyempurnaan bulan Syakban jatuh pada Kamis.

BACA JUGA  Koalisi Saudi Bebaskan 200 Pemberontak Syiah Hutsi

Oleh karena itu, Darul Ifta’ Hutsi membolehkan bagi warga untuk memulai puasa hari Rabu karena kehati-hatian. Namun bagi yang tidak puasa juga tidak masalah.

Fatwa aneh ini pun menyulut cemoohan aktivis di dunia maya. Bahkan, ejekan itu juga terjadi di kalangan warga Sanaa. Mereka mengatakan, “Ini pertama kali Hutsi menerapkan demokrasi”.

Di tengah kegaduhan ini, warga Sanaa lebih memilih memulai puasa pada Kamis berdasarkan banyaknya negara-negara Arab yang menetapkan 1 Ramadhan pada hari itu. Mereka beranggapan, hari Kamis merupakan penentuan paling selamat daripada merujuk fatwa Hutsi.

Sebelumnya, pemberontak Syiah Hutsi mengluarkan aturan larangan menggunakan speaker luar saat Shalat Tarawih. Para khatib dan penceramah juga dipaksa mendoakan pertolongan bagi mereka dan mendorong warga bergabung ke barisan pemberontak.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khazanah

10 Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

KIBLAT.NET - Ramadhan merupakan bulan agung dalam Islam. Ia memiliki beragam keistimewaan yang tidak bisa didapatkan bulan-bulan yang lainnya. Syaikh Shalih Muhammad Al-Munajjid mengungkapkan di antara bentuk keistimewaan tersebutk ialah:

Kamis, 17/05/2018 17:35 0

Indonesia

23 Orang Ditangkap Terkait Bom Surabaya, Ini Daftarnya

Polda Jatim menyampaikan bahwa Densus 88 telah menangkap 23 orang yang diduga terkait bom Surabaya. Adapun 4 orang di antaranya ditembak mati.

Kamis, 17/05/2018 16:00 0

Indonesia

Kejadian Mako Brimob dan Bom Surabaya Momentum Evaluasi BNPT dan Densus 88

Kejadian serangan di Mako Brimob dan Bom Surabaya seharusnya jadi momentum valuasi BNPT dan Densus 88, bukan malah terbutkan Perppu Terorisme

Kamis, 17/05/2018 15:22 0

Opini

Setengah Hati Indonesia untuk Palestina

Dan akhirnya, pernyataan yang sebelumnya hanya wacana kini benar-benar terlaksana. Kedubes Amerika telah diresmikan di Al-Quds.

Kamis, 17/05/2018 15:00 0

Indonesia

Satu Keluarga Ledakkan Bom, Pakar Psikologi: Ada Kemungkinan Objek Brainwash

Pakar psikologi menilai tak tertutup kemungkinan keluarga Dita Oeprianto merupakan objek cuci otak atau brainwash

Kamis, 17/05/2018 14:56 0

Indonesia

PAHAM: Definisi Terorisme Dapat Digunakan Sebagai Alat Politik

Heru mencontohkan tentang Amerika yang mudah memberi label kepada gerakan-gerakan perjuangan di Palestina sebagai teroris, seperti Hamas. Sedangkan Israel sebagai penjajah Palestina tidak disebut sebagai teroris.

Kamis, 17/05/2018 13:50 0

Editorial

Editorial: Teror di Tahun Politik, Cui Bono?

Markus Tullius Cicero, seorang politisi Romawi yang lahir pada tahun 106 sebelum Masehi dalam pidatonya yang berjudul Pro Roscio Amerino menyatakan sebuah konsep hukum yang menarik. Istilahnya disebut, “Cui Bono” (dibaca: kui bono). Cicero bilang: “Lucius Cassius yang terkenal, yang oleh orang-orang Romawi sering dianggap sebagai hakim yang jujur dan bijaksana, biasanya bertanya berulang kali, “Cui Bono?”. Siapakah yang paling mendapat keuntungan?

Kamis, 17/05/2018 13:02 0

Indonesia

Selain Definisi Terorisme, DPR dan Pemerintah Belum Sepakat dalam Hal Ini

Panitia Khusus Revisi Undang-undang Tindak Pidana Terorisme mengaku sudah merampungkan pembahasan dan tengah menanti keputusan final dari Pemerintah. Hal ini menjadi faktor kenapa RUU Terorisme belum disahkan. 

Kamis, 17/05/2018 11:56 0

Suara Pembaca

Sasar Generasi Milenial, Sinergi Foundation Kampanyekan “Giving is Cool”

Dengan mengampanyekan Giving is Cool, Sinergi Foundation memotivasi milenial muslim untuk semakin bersemangat berbagi. Apalagi, kini tengah menginjak Ramadhan, yang dikenal sebagai bulannya berbagi.

Kamis, 17/05/2018 11:23 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Al-Kahfi dan Dajal – Pertarungan Iman dan Materialisme

Surah Al-Kahfi turun sebagai anti-thesis dari materialisme. Keempat kisah yang disajikan di dalamnya menghasung satu tema, kritik terhadap materialisme sekaligus mematahkannya.

Kamis, 17/05/2018 10:15 0

Close