... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jelang Ramadhan, FUI Boyolali Sambangi DPRD Ingatkan Penyakit Masyarakat

KIBLAT.NET, Boyolali – Menjelang Ramadhan, Fourm Umat Islam (FUI) Boyolali menyambangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali guna mengingatkan untuk lebih maksimal dalam menangani penyakit masyarakat (pekat). FUI Boyolali mendesak pemerintah untuk memberantas miras, transaksi narkoba, porstitusi hingga adu ayam yang melibatkan perjudian.

Perwakilan berbagai aliansi ormas dan elemen umat Islam dipersilahkan masuk ke ruang sidang DPRD Boyolali pada pukul 14.00 WIB. Di hadapan Ketua DPRD Boyolali, Slamet Paryanto, FUI Boyolali membawakan beberapa bukti terkait yang telah dikawalnya satu tahun terakhir. Menurut penasehat FUI Boyolali, Nurachim, penyakit masyarakat tersebut masih banyak terjadi di beberapa daerah Boyolali, bahkan ada yang melakukannya dengan terang-terangan.

Dengan demikian, Nurachim meminta kepada pihak terkait untuk bisa meminimalisir penyakit masyarakat yang meresahkan tersebut. Terlebih, ia berharap aduan tersebut bisa mendorong perda khusus anti miras untuk payung hukum yang jelas dan bisa ditindak dengan tegas.

“Harapan dari kami penyakit maksiat yang ada di tengah masyarakat baik perjudian, miras kemudian porstitusi itu bisa diminimalir,” ungkapnya kepada Kiblat.net di DPRD Boyolali pada Selasa (16/5/18).

“Wujud nyatanya kami menuntut adanya perda yang bisa memberikan jaminan bahwa tindakan kemungkaran yang semakin meningkat itu bisa ditindak oleh perda,” imbuhnya.

Ia paham bahwa perda tersebut tidak bisa menghilangkan penyakit masyarakat dengan spontan, paling tidak dapat meminimalisir penyakit masyarakat. Karena ia yakin jika penyakit tersebut diminimalisir maulai dari sekarang, ada kemungkinan tahun besok akan semakin sedikit, tahun lusanya lebih sedikit dan akhirnya akan hilang.

BACA JUGA  Korban Terus Bertambah, 387 Orang Meninggal Akibat Gempa Lombok

“Penyakit ini harus terus dilawan, sehingga penyakit ini bisa berkurang, berkurang dan berkurang terus sampai hilang,” tegasnya.

Maka, ia menuntut kerja nyata dari pihak yang bertanggungjawab untuk segera menertibkan penyakit-penyakit masyarakat tersebut. Karena dari adanya perda tersebut, semoga bisa menjadi payung hukum yang bisa mengarahkan masyarakat untuk mengambil tindakan tatkala menjumpai penyakit masyarakat tersebut. Sehingga, tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat dalam menasehati pelaku penyakit masyarakat.

“Kami menuntut untuk segera ada action sekaligus perda yang bisa membantu mengatur atau bahkan menghentikan penyakit masyarakat tersebut,” ujarnya.

Selama kurang lebih satu jam mengadakan audensi dengan Ketua DPRD Boyolali, massa menggelar aksi di luar Gedung DPRD dengan membawa spanduk ‘Hentikan Judi Dan Miras’, ‘Ramadhan Bersih Miras’, ‘Boyolali Tersenyum Tanpa Pekat’ dan lain sebagainya.

Setelah menunaikan Shalat Ashar berjamah, massa melanjutkan aksi di alun-alun Boyolali. Di bawah patung kuda pusat Boyolali, massa kembali membentangkan spanduknya sepanjang jalan dengan diadakannya orasi-orasi dari sejumlah tokoh. Terlihat, beberapa pengendara motor berhenti untuk membaca spanduk, mendengar orasi dan mengabadikan moment tersebut dengan memotret.

Reporter: Reno Aldiano
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Di Hari Nakbah, Peluru Zionis Terus Bunuhi Warga Palestina

Bentrokan besar meletus antara warga Palestina dan tentara Israel pada Senin, hari peresmian kedutaan AS di kota Al-Quds (Yerusalem). Pembukaan kedutaan itu telah merenggut 60 nyawa warga Palestina.

Rabu, 16/05/2018 09:10 0

Suriah

Intervensi Rusia Bantu Rezim Assad Kontrol 47% Suriah

Menurut analisis lembaga yang fokus mengkaji tentang “terorisme” dan “pemberontakan” itu pada Selasa (15/05), kontrol rezim Suriah meluas sebanyak 3 kali lipat. Di bulan pertama campur tangan Rusia, wilayah rezim meluas sebanyak 16% dan pada Maret 2018 wilayahnya sudah 47%.

Rabu, 16/05/2018 08:53 0

Artikel

Ketika Istilah Terorisme Jadi Alat Negara

KIBLAT.NET- Menyusul aksi pembantaian oleh seorang warga kulit putih AS, Stephen Paddock, pada Ahad malam...

Selasa, 15/05/2018 21:16 0

Palestina

Hamas Sambut Keputusan Afrika Selatan Tarik Dubes untuk Israel

Harakah Muqowamah Al Islamiyah (Hamas) menyambut baik keputusan Afrika Selatan untuk menarik Duta Besar untuk Israel Sisa Ngambane. Hamas lantas menyerukan agar langkah itu diikuti oleh negara-negara lain.

Selasa, 15/05/2018 21:06 0

Manhaj

Maqhoshid Jihad, Menjaga Jihad dari Ekstremitas

Jihad di dalam Islam memiliki tujuan yang agung dan luhur, jihad juga mendapat tempat yang mulia, bahkan jihad adalah puncak amalan tertinggi

Selasa, 15/05/2018 20:26 0

Afghanistan

Hari Nakba: AS Pindahkan Kedubes ke Al-Quds, Afrika Selatan Tarik Dubes untuk Israel

Pasca serangan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan puluhan warga Palestina, Afrika Selatan memutuskan untuk menarik Duta Besarnya untuk Israel.

Selasa, 15/05/2018 16:31 0

Afghanistan

Taliban: Dukungan AS ke Israel Bentuk Terorisme Negara

Taliban menegaskan bahwa apa yang dilakukan AS adalah tindakan pro-penjajahan dan bentuk terorisme negara.

Selasa, 15/05/2018 16:05 0

Arab Saudi

Raja Salman Keluhkan Perubahan Rasa pada Air Zamzam

Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz mengomentari rasa dan kualitas air Zamzam. Demikian menurut laporan harian Saudi, Okaz, Senin (14/05/2018). Dari sini, Salman meminta para pejabat berwenang untuk menjaga kualitas air Zamzam.

Selasa, 15/05/2018 15:21 0

Palestina

Ini Solusi Krisis Al-Quds Menurut Organisasi Al-Qaidah

“Inilah jalan untuk membebaskan Palestina dan seluruh negara Islam lainnya dan untuk menegakkan Syariat dan khilafah. Yaitu, melalui dakwah penegakkan Syariat, bersatu di atas kalimat Tauhid dan jihad di jalan Allah,” tegasnya.

Selasa, 15/05/2018 14:00 0

Amerika

Skandal Kekerasan Seksual dan Narkoba di Tubuh Navy SEAL

Sejumlah komandan dan penasihat senior tim Navy SEAL Virginia yang ditempatkan di Afrika Timur dibebaskan dari tugas mereka karena diduga melakukan kekerasan dan pelecehan seksual.

Selasa, 15/05/2018 13:32 0

Close