... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Konferensi Astana Kembali Digelar, Oposisi Fokus Lindungi Idlib

Foto: Konferensi Astana VI yang digelar beberapa bulan lalu

KIBLAT.NET, Astana – Putaran Konferensi Astana kembali dibuka pada Senin (14/05). Pada putaran ke-9 kali ini, fokus utama oposisi Suriah melindungi basis utama oposisi, Provinsi Idlib, dari segala operasi militer.

Delegasi oposisi di Astana, Ayman Al-Asmy, mengungkapkan kepada jaringan berita Shaam Network (SN) bahwa tujuan utama di Astana-9 bagi oposisi dan Turki adalah menghentikan operasi militer di provinsi Idlib dan menjadikan wilayah itu tetap tenang. Selanjutnya, mengubah mesepakatan zona de-eskalasi menjadi kesepakatan gencatan senjata permanen.

Asmy menekan bahwa gencatan senjata merupakan dasar untuk setiap proses politik baik di Jenewa atau lainnya. Proses politik tidak mungkin tercapai tanpa adanya keputusan gencatan senjata komprehensif. Turki juga telah menegaskan tidak mengizinkan pengusiran sipil di Idlib.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menegaskan bahwa “Idlib di bawah perlindungan Turki”. Ankara tidak akan mengizinkan aksi militer terhadap Idlib dan menolak setiap upaya mengusir warga di Idlib dengan dalih operasi terorisme.

Asmy menambahkan bahwa penyebaran titik pemantau telah mencegah invasi ke Suriah utara. Operasi militer dan pengusiran yang terjadi di Ghouta timur dan pedesaan Homs utara tidak mungkin terjadi di Suriah utara, karena ada negara penjamin, dalam hal ini Turki. Sementara wilayah-wilayah lainnya tidak ada yang menjamin, bahkan penjamin dan pelakunya adalah Rusia sendiri.

Pasukan Turki telah mendirik sebanyak 11 titik pos pengawas di daerah Gunung Syahsyabu yang menghadap langsung seluruh wilayah Sahl Al-Gham di pedesaan Hama. Hal ini untuk melengkapi titik pos pengawas yang disebar di provinsi Idlib, Aleppo dan Hama, sebagaimana yang disepakati di Astana sebelumnya.

BACA JUGA  26 Tentara Rezim Assad Tewas dalam Kecelakaan Bus di Raqqah

Delegasi oposisi itu mengungkapkan, sebenarnya oposisi sudah tidak percaya lagi dengan Rusia. Akan tetapi, yang meyakinkan oposisi untuk kembali hadir dalam putaran Astana ke-9 ini karena adanya jaminan kuat dari internasional melalui Turki.

Agenda Konferensi Astana 9 hari ini negosiasi yang melibatkan delegasi oposisi, rezim dan negara penjamin. Hadir pula PBB dan Yordania sebagai pengawas. Sementara delegasi AS tidak hadir.

Pada akhir konferensi Astana 8 pada bulan Desember 2017, Negara Penjamin (Rusia, Turki dan Iran) setuju, dalam langkah-langkah membangun kepercayaan, untuk membentuk dua kelompok kerja membahas tahanan, orang hilang dan pertukaran jasad. Kelompok ini hanya diisi oleh negara penjamin.

Sumber: Shaam Network
Redaktur: Sulhi El-Izzi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anggota DPR RI Tuntut Kapolri Mundur, Bukannya Malah Desak Presiden

Oleh karena itu, ketimbang mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu, Kapolri sebaiknya mengundurkan diri karena memang sudah jelas tidak mampu melaksanakan undang-undang yang ada saat ini, sambungnya.

Senin, 14/05/2018 20:43 0

Indonesia

Mahasiswa Solo Dukung Great Return March Warga Palestina

Mahasiswa Solo Dukung Great Return March Warga Palestina

Senin, 14/05/2018 20:17 0

Indonesia

Ketua Pansus Heran Serangan Teror dari Depok Hingga Surabaya Di Bawah Pengamanan Polisi

“Justru di tempat yang dikawal polisi inilah peristiwa terorisme itu terjadi. Lagi-lagi saya melihat penyebabnya adalah kelalaian dan ketidakprofesionalan kepolisian,” pungkas Romo.

Senin, 14/05/2018 19:19 0

Indonesia

DPR: Permintaan Kapolri Agar Dibuatkan Perppu Terorisme Terlalu Berlebihan

Politisi partai Gerindra ini menegaskan bahwa jika memang kepolisian hari ini tidak profesional, itu pasti karena Kapolri yang tidak mampu untuk mengemban amanah pemimpin kepolisian. Oleh sebab itu, ia meminta agar Kapolri saat ini, Tito Karnavian mundur.

Senin, 14/05/2018 18:51 0

Indonesia

Polisi: Jakarta Siaga Satu

Isi surat tersebut menyampaikan guna menciptakan keadaan yang kondusif, terkait ledakan bom di tiga lokasi gereja yang berbeda maka diperintahkan status kesiapsiagaan seluruh jajaran Polda Metro Jaya dinyatakan dalam status siaga 1. 

Senin, 14/05/2018 18:28 0

Indonesia

Soal Aksi Terorisme, APPERTI: Jangan Takut-takuti Umat Islam

"Harus diungkap kasus-kasus terorisme seperti ini. Jangan sampai umat Islam menjadi sasaran fitnah dari sebuah operasi intelijen," tandasnya.

Senin, 14/05/2018 17:17 0

Indonesia

GUIB Jatim: Bom Surabaya Jangan Dijadikan Alat Fitnah kepada Umat Islam

Ia juga menghimbau kepada pihak-pihak terkait agar tragedi bom Surabaya dan penangkapan terduga teroris tidak dijadikan alat untuk mencapai tujuan sesaat, politis dan sebagai alat memfitnah umat agama tertentu, khususnya umat Islam.

Senin, 14/05/2018 17:13 0

Indonesia

Presiden Jokowi Akan Terbitkan Perppu Terorisme Bulan Depan

"Kalau Juni pada akhir masa sidang belum selesai saya akan keluarkan Perppu," kata Jokowi di JIExpo, Senin (14/5) seperti dilansir dari Kompas.

Senin, 14/05/2018 16:42 0

Indonesia

Komunitas ‘Ketimbang Ngemis Bali’ Bagi Nasi Gratis untuk Tuna Wisma

Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Komunitas Anak Muda yang fokus dalam kegiatan sosial yakni Komunitas Ketimbang Ngemis Bali mengadakan kegiatan pembagian 100 nasi bungkus yang dibagikan untuk para tuna wisma di Kota Denpasar, Bali.

Senin, 14/05/2018 16:38 0

Indonesia

Ada Serangan Bom Surabaya, Panitia Asian Games 2018 Perkuat Pengamanan

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) berupaya meminimalisir risiko ancaman baik fisik maupun siber dalam perhelatan akbar Asian Games 2018. Pengamanan akan diperkuat supaya Asian Games dapat berjalan dengan lancar.

Senin, 14/05/2018 15:50 0

Close