Jelang Pemindahan Kedutaan AS, Zionis Larang Suara Azan di Al-Quds

KIBLAT.NET, Al-Quds – Pemerintah penjajah Zionis Israel, Ahad (13/05), mengeluarkan larangan azan di masjid-masjid di Kota Al-Quds (Yerusalem). Larangan ini menjelang pembukaan Kedutaan Amerika Serikat di kota suci umat Islam itu.

Menteri Wakaf dan Urusan Agama Israel, Yusuf Adais, mengungkapkan bahwa peraturan ini merupakan pelanggaran jelas terhadap kebebasan beribadah.

“Keputusan ini bertujuan membungkam suara rakyat Palestina, Arab, Islam, Krsiten di Kota Al-Quds. Ini adalah keputusan batil tidak mungkin dapat hasil,” tegas Adais kepada Andolu Agency (AA).

Pelarangan azan menjelang pembukaan kedutaan AS ini dikeluarkan oleh pemerintah kota Al-Quds pada Senin. Sementara delegasi AS untuk upacara pembukaan ini telah tiba di Israel pada Ahad.

Menurut rencana, pemindahan ini dilakukan pada besok (15/05/2018), bertepatan dengan hari ulang tahun Israel ke-70. Di sisi lain, hari itu juga diperingati oleh warga Palestina sebagai Hari Nakhbah, hari di mana warga Palestina terusi dari kampung halaman sendiri.

Pada 6 Desember tahun kemarin, Trump mengumumkan Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memutuskan untuk memindahkan kedutaannya ke kota itu. Hal itu memicu kemarahan di wilayah Palestina dan kecaman Arab, Islam dan internasional.

Wilayah Palestina menyaksikan demonstrasi massa di Tepi Barat, Yerusalem dan Jalur Gaza, Senin, sebagai protes terhadap keputusan Amerika.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat