... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Anggota DPR RI Tuntut Kapolri Mundur, Bukannya Malah Desak Presiden

Foto: Kapolri Jend Tito Karnavian

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Syafii menegaskan seluruh warga negara Republik Indonesia mengetahui bahwa satu-satunya rumah ibadah yang dijaga oleh aparat kepolisian itu adalah gereja bukan mesjid bukan vihara.

Tentunya, ini dilakukan untuk memberi rasa aman kepada warga kristiani melaksanakan ibadah di dalam gereja mereka. Walaupun, Romo merasa perlu mempertanyakan jika ada pengawalan berlebihan itu dimotivasi dari ancaman seperti apa.

“Yang perlu diketahui oleh masyarakat, pengawalan yang dilakukan oleh aparat kepolisian itu tidak ada yang gratis. itu semua dibiayai oleh APBN, uangnya rakyat Indonesia,” jelas Romo Syafii kepada Kiblatnet via saluran telepon pada hari ini, (14/05).

Ia mengatakan tentu yang diharapkan masyarakat dari tugas itu adalah munculnya kepastian dari aparat kepolisian melaksanakan undang-undang nomor 2 tahun 2002 untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.

Tetapi ternyata, lanjut dia, dalam kasus penyerangan 3 gereja di Surabaya dengan penggunaan uang APBN itu apa yang diamanahkan oleh undang-undang tidak bisa diwujudkan oleh aparat kepolisian.

“Jadi saya melihat ada ketidak profesionalan dari aparat kepolisian itu sendiri. Lalu kalau kemudian 2 peristiwa ini kemudian dikaitkan dengan belum selesainya pembahasan rancangan undang-undang pemberantasan tindak pidana terorisme, saya kira ini sangat tidak masuk akal,” tegas Romo.

Kenapa tidak masuk akal? Politisi Partai Gerindra ini menegaskan tidak ada urusannya pembahasan RUU Terorisme dengan peristiwa di Rutan Mako Brimob yang justru terorisnya sudah berada di dalam rutan dan dikawal polisi tetapi masih bisa bikin kerusuhan.

BACA JUGA  23 Orang Ditangkap Terkait Bom Surabaya, Ini Daftarnya

“Apa hubungannya dengan kejadian itu terjadi di gereja di Jawa Timur yang justru dikawal oleh kepolisian?”

Maka, kalau ada keinginan untuk mendesak presiden mengeluarkan Perpu karena pembahasan RUU pemberantasan tindak pidana terorisme belum selesai ini adalah keinginan yang sangat berlebihan

Dalam pandangan Romo Syafii, kejadian ini karena polisi yang tidak profesional tetapi justru yang dipersoalkan aparat malah RUU yang belum selesai.

“Yang tepat adalah kalau memang kepolisian hari ini tidak profesional itu pasti karena Kapolri nya yang tidak mampu untuk mengemban amanah pemimpin kepolisian,” tukas Syafii.

Oleh karena itu, ketimbang mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu, Kapolri sebaiknya mengundurkan diri karena memang sudah jelas tidak mampu melaksanakan undang-undang yang ada saat ini, sambungnya.

Reporter: Muhammad Jundi, Taufiq Izhar
Editor: Fajar Shadiq

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Al-Zawahiri: Krisis Al-Quds Ungkap Wajah AS Sebenarnya

Hal itu diungkapkannya dalam video lima menit yang dikeluarkan pada Ahad (13/05), seperti dilansir Al-Jazeera. Pengganti Usamah bin Ladin ini juga menuduh pemerintah Palestina “menjual Palestina”.

Senin, 14/05/2018 20:41 0

Palestina

Jelang Pemindahan Kedutaan AS, Zionis Larang Suara Azan di Al-Quds

Menteri Wakaf dan Urusan Agama Israel, Yusuf Adais, mengungkapkan bahwa peraturan ini merupakan pelanggaran jelas terhadap kebebasan beribadah.

Senin, 14/05/2018 20:20 0

Palestina

Protes Pemindahan Kedutaan AS, 37 Palestina Gugur di Tangan Pasukan Israel

Sebelumnya, Anadolu melaporkan bahwa korban tewas 28 warga Palestina. 

Senin, 14/05/2018 19:52 0

News

Potensi Kebersamaan Awal Ramadhan 1439H

  KIBLAT.NET – Perputaran waktu merupakan sebuah ketentuan yang tidak bisa untuk ditolak. Ketentuan itu...

Senin, 14/05/2018 11:34 0

Suriah

Pembunuhan Misterus Kembali Terjadi di Idlib

Istana Peradilan merupakan penjara yang dikelola oleh Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS). Insiden ini menyebabkan puluhan tewas dan luka-luka.

Senin, 14/05/2018 09:14 0

Wilayah Lain

AS: Israel Sekutu Paling Mulia dan Penting

e-70 digelar di Kota Al-Quds. Menuchin mengatakan hal itu saat upacara penyambutan delegasi AS untuk peresmian pemindahan Kedutaan Besar AS ke Al-Quds. Selain menteri keuangan, termasuk dalam delegasi itu putri Presiden AS Ivanka Trump, suaminya Jared Kouchner, penasihat presiden John Sullivan, dan sejumlah pejabat diplomatik.

Senin, 14/05/2018 08:22 0

Artikel

Amal Islami Bukan Aktivitas Sesaat

Dan kita semua tahu bahwa Islam bukanlah kelas ekstrakurikuler yang bisa kita tinggalkan selepas lulus sekolah, Namun perkara intima’ dan amal Islami merupakan perkara ubudiyah kita kepada Allah SWT yang hanya bisa kita tinggalkan ketika nyawa telah terpisah dengan raga.

Ahad, 13/05/2018 21:32 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Wujud Pembelaan Untuk Masjidil Aqsha

Khutbah Jumat: Wujud Pembelaan Untuk Masjidil Aqsha. Al-Aqsha dikuasai Zionis, sehingga umat Islam tidak bisa memakmurkannya. Namun, ada upaya-upaya, termasuk kita sebagai umat Muslim Indonesia yang jarahnya jauh dari sana, untuk mewujudkan kepedulian dan pembelaan. Simak apa saja yang dapat kita lakukan,

Ahad, 13/05/2018 10:29 0

Video Kajian

Tiga Petaka Besar Akibat Dosa Manusia

Tiga Petaka Besar Akibat Dosa Manusia. Ibnu Qayyim dalam kitab Ad-Da’ wa Dawa’ (Penyakit dan Obatnya) menjelaskan ada lima belas pengaruh buruk akibat dosa yang dilakukan manusia. Lima belas petaka itu dapat dijelaskan dalam tiga poin utama. Simak ulasannya, agar kita terhindar darinya, dengan rahmat-Nya!

Ahad, 13/05/2018 10:00 0

Video Kajian

Jadi Tahu: Tantangan Membayar Hutang Puasa

Jadi Tahu: Tantangan Membayar Hutang Puasa. Ramadhan sebentar lagi akan datang. Apakah Anda termasuk dari umat Islam yang tak sabar dalam menyambutnya? Tetapi, sebelum melakukan puasa di bulan Ramadhan, jangan lupa bayar dulu hutang puasa di Ramadhan sebelumnya ya! Bagaimana cara membayar hutang puasa? Dan kesulitan dan tantangan Anda saat membayar hutang puasa?

Ahad, 13/05/2018 09:49 0

Close