... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Amal Islami Bukan Aktivitas Sesaat

KIBLAT.NET – Sekitar beberapa pekan lalu saya diminta menjadi moderator mendampingi Ustadz Burhan Shadiq dalam sebuah training pra nikah. Demi mencairkan kekakuan pada sesi perkenalan, saya pun sedikit melempar basa-basi ke pembicara.

“Begini Ustadz, saya ini kalau kepoin facebook antum itu kok kayaknya tiap hari ada jadwal ngisi terus, terus waktu buat keluarganya kapan?”

Dan Ustadz Burhan cuma mesam-mesem saja tak menjawab pertanyaan saya.

Waktu tiga pekan pun berlalu begitu saja, ustadz Burhan mungkin sudah melupakan basa-basi saya, dalam waktu tiga pekan itu beliau mungkin sudah mengisi puluhan acara, dan dari sekian puluh acara tersebut pasti ada moderatornya, dan dari sekian puluh moderator tersebut pasti ada yang melempar basa-basi standar seperti saya dan cuma dibalas mesem juga.

Namun rasanya masih ada yang mengganjal di hati saya, sudah benarkah kalimat basa-basi saya, karena bisa jadi kalimat saya tersebut dipahami sebagai anjuran untuk mengurangi aktivitas dakwah seseorang, dan tentu itu sebuah hal yang tidak benar karena dakwah merupakan satu dari sekian amal Islami yang sejatinya tidak elok dijadikan sekedar pengisi waktu luang saja.

Ya saya cukup menyadari bahwa amal Islami bukanlah sebuah pekerjaan yang bisa kita kerjakan di waktu luang lalu kita tinggalkan saat sibuk. Amal Islami terlalu agung dan terlampau mulia untuk diperlakukan seperti itu, dikarenakan amal Islami merupakan konsekuensi dari intima’ (bergabung) kita ke dalam Dinul Islam. Dan kita semua tahu bahwa Islam bukanlah kelas ekstrakurikuler yang bisa kita tinggalkan selepas lulus sekolah, Namun perkara intima’ dan amal Islami merupakan perkara ubudiyah kita kepada Allah SWT yang hanya bisa kita tinggalkan ketika nyawa telah terpisah dengan raga.

Allah SWT berfirman,

“Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai kematian datang kepadamu!” (Al Hijr : 11)

Generasi salafus sholih telah memberikan contoh yang baik mengenai aplikasi dari ayat tersebut. Seorang Ammar bin Yasir RA masih berangkat perang ketika usia beliau 90 tahun. Yah, 90 tahun, sudah sangat renta, dan ini perang bukan sekedar mengisi training pra nikah. Kita juga mendapati seorang Abu Sufyan yang masih ngotot bergabung dalam barisan perang ketika usia beliau 70 tahun lebih. Sudah tua, tak perkasa lagi, tapi tetap ingin bergabung dalam perang, kerentaan seolah tak menjadi udzur untuk tak ikut perang meskipun pada akhirnya Rasulullah SAW hanya menempatkannya bersama kaum wanita, di bagian belakang pasukan.

BACA JUGA  Pemimpin Seperti Natsir

Begitupun Rasulullah SAW, kita semua tahu bahwa beliau baru diutus menjadi Nabi dalam kisaran usia empat puluhan dan perang pertama kaum muslimin adalah setelah berlalunya fase Makkah, maka bisa kita pastikan bahwa 27 pertempuran yang dipimpin langsung oleh beliau terjadi setelah beliau berusia 54 tahun, bahkan perang Tabuk sebagai perang paling berat beliau jalani ketika berusia enam puluh tahun.

Contoh-contoh di atas membuat saya merenung, merenungi tentang perbandingan antara perilaku para salaf dengan kebiasaan kita hari ini. Rentang-rentang usia yang saya sebutkan di atas adalah rentang usia yang seringkali kita sebut sebagai waktu pensun, waktu menikmati hidup atau waktunya tak berbuat apa-apa. Kita seolah sudah merasa puas dan cukup dengan amal-amal kita di masa muda.

Saya juga merenungi fenomena para pemuda aktivis hari ini. Banyak di antara mereka yang bergabung dengan sebuah komunitas Islam di masa-masa kuliah, kajian keilmuan pekanan senantiasa penuh sesak oleh mereka. Namun jumlah mereka berkurang seiring dengan kelulusan kuliah, pernikahan, kesibukan pekerjaan, dan sebagainya.

Saya merenungi bagaimana bisa kita berlaku seperti itu, sementara amal Islami bukanlah hal yang elok dijadikan sekedar pengisi waktu luang saja. Amal Islami merupakan sebuah perjanjian antara kita dengan Allah SWT ketika kita telah memutuskan intima’ ke dalam agama ini. Bukankah Allah SWT telah menegaskan hal ini dalam firman-Nya,

BACA JUGA  Proklamasi Negara Islam Indonesia: 14 Agustus 1945 atau 7 Agustus 1949?

“Dan janji Allah itu akan dipertanyakan.” (Al Ahzab : 15)

Rasanya saya memerlukan sebuah penyadaran bahwa perjanjian semacam ini bukanlah perkara yang semestinya saya remehkan.

“Kalian menyangka hal itu urusan yang remeh, padahal di sisi Allah hal itu adalah urusan yang agung.” (An Nur : 15)

Dan jika amal Islami adalah amal sepanjang hayat, bukankah hal itu bisa diartikan bahwa pengunduran diri dari amal Islami sebelum ajal menjemput merupakan sebentuk pengingkaran, pengingkaran terhadap janji yang telah kita ikrarkan kepada Rabbul alamin.

“Maka barangsiapa melanggar janji, akibatnya akan mengenai dirinya sendiri.” (Al Fath : 10)

Lalu bagaimana bisa kita membaca ketiga ayat ini masih dengan napas yang tenang.

“Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih.” (At Taubah :75)

“Maka setelah Allah karuniakan kepada mereka sebagian karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling. Mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).” (At Taubah : 76)

“Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai waktu mereka menemui Allah karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.” (At Taubah :77)

Pada akhirnya saya pun beristighfar dan menyesali perkataan basa-basi saya. Namun saya juga bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menuliskan perenungan ini. Dan dengan perenungan ini saya berharap diri saya masih berada di luar lingkaran manusia paling bodoh di muka bumi ini, yaitu manusia yang bodoh namun tak menyadari bahwa dirinya bodoh dan terkadang malah membanggakan keodohannya.

 

Penulis : Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Masyarakat Solo Deklarasikan #2019GantiPresiden

Masyarakat kota Solo Raya menyatakan deklarasi '2019 ganti Presiden' pada saat Car Free Day di Jl. Slamet Riyadi. Menurut pantauan Kiblat.net, dengan mengenakan kaos #2019GantiPresiden, masyarakat Solo mendeklarasikan  gerakan ini di Joglo Sriwedari, Surakarta pada Ahad (13/05/18).

Ahad, 13/05/2018 17:03 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Wujud Pembelaan Untuk Masjidil Aqsha

Khutbah Jumat: Wujud Pembelaan Untuk Masjidil Aqsha. Al-Aqsha dikuasai Zionis, sehingga umat Islam tidak bisa memakmurkannya. Namun, ada upaya-upaya, termasuk kita sebagai umat Muslim Indonesia yang jarahnya jauh dari sana, untuk mewujudkan kepedulian dan pembelaan. Simak apa saja yang dapat kita lakukan,

Ahad, 13/05/2018 10:29 0

Indonesia

Bantah Bom Surabaya Terjadi di 5 Lokasi, Polisi Sebut Ledakan di Tiga Tempat

"Sementara ada tiga lokasi ledakan, bahwa ada info ada lima lokasi ledakan itu tidak benar"

Ahad, 13/05/2018 10:14 0

Video Kajian

Tiga Petaka Besar Akibat Dosa Manusia

Tiga Petaka Besar Akibat Dosa Manusia. Ibnu Qayyim dalam kitab Ad-Da’ wa Dawa’ (Penyakit dan Obatnya) menjelaskan ada lima belas pengaruh buruk akibat dosa yang dilakukan manusia. Lima belas petaka itu dapat dijelaskan dalam tiga poin utama. Simak ulasannya, agar kita terhindar darinya, dengan rahmat-Nya!

Ahad, 13/05/2018 10:00 0

Video Kajian

Jadi Tahu: Tantangan Membayar Hutang Puasa

Jadi Tahu: Tantangan Membayar Hutang Puasa. Ramadhan sebentar lagi akan datang. Apakah Anda termasuk dari umat Islam yang tak sabar dalam menyambutnya? Tetapi, sebelum melakukan puasa di bulan Ramadhan, jangan lupa bayar dulu hutang puasa di Ramadhan sebelumnya ya! Bagaimana cara membayar hutang puasa? Dan kesulitan dan tantangan Anda saat membayar hutang puasa?

Ahad, 13/05/2018 09:49 0

Munaqosyah

Islam Wasathiyah, Totalitas Tunduk Terhadap Syariat Allah

Dari sini, kita mendapati perbedaan yang cukup mendasar antara Islam moderat dan Islam washatiyah. Lantas seperti apa gambaran Islam wasathiyah?

Sabtu, 12/05/2018 17:36 0

Indonesia

MUI Menentang Segala Upaya Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan resolusi untuk menyikapi pemindahan ibukota Israel ke Al-Quds atau Yerusalem

Sabtu, 12/05/2018 17:24 0

Indonesia

Amuk Massa Nelayan di Mapolsek Bayah Banten, Sejumlah Kendaraan Polisi Dirusak

Sejumlah nelayan mendemo di Mapolsek Bayah memprotes penangkapan seorang nelayan seusai mencari benur

Sabtu, 12/05/2018 16:35 0

Indonesia

BNN: Narkoba Tewaskan 40 Orang Indonesia Tiap Hari

Narkoba tewaskan 40 orang Indonesia tiap hari

Sabtu, 12/05/2018 12:58 0

Afghanistan

Operasi Al-Khandaq Taliban Berlanjut, Pasukan Afghanistan Rugi Besar

Serangan Imarah Islam Taliban terbaru menewaskan sedikitnya 41 aparat polisi dan tentara

Sabtu, 12/05/2018 11:42 0

Close