... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wakil Ketua MPR: Boikot, Kalau Memang Menolak Kejahatan Israel

Foto: Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (Foto: Taufik.)

KIBLAT.NET, Jakarta – Jika Amerika Serikat benar-benar memindahkan keduataan besarnya ke Al Quds atau Yerusalem, maka perdamaian di Timur Tengah dinilai akan semakin jauh.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid. “Kemungkinan terburuk-nya keinginan menghadirkan perdamaian di Timur Tengah semakin jauh. Keinginan untuk menghadirkan dua negara sebagai solusi di Timur Tengah juga akan semakin buruk,” ujarnya saat ditemui dalam Aksi Bela Baitul Maqdis di lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jum’at (11/5/2018).

Ia menuturkan Palestina melalui sang Presiden, Mahmud Abbas sudah menegaskan bahwa Amerika bukan lagi pihak yang layak menjadi mediator perdamaian di Timur Tengah lantaran sudah sangat berpihak pada kepentingan Israel.

Hidayat lantas mengingatkan pemerintah Indonesia untuk tetap berada pada sikap dasarnya, yaitu menolak keras klaim Amerika Serikat atas Yerusalem. “Sangat penting Indonesia untuk terus mengkomunikasikan dan menyadarkan masyarakat dunia bahwa keputusan sepihak itu sangat berbahaya termasuk kepada perdamaian di Timur Tengah,” imbuhnya.

Ia sendiri menyadari bahwa Indonesia tidak mungkin melakukan tindakan-tindakan yang bersifat militer. Hal tersebut, ujar Hidayat, lantaran Indonesia bukanlah anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meski begitu, ia menegaskan secara prinsip sikap politik Indonesia harus jelas. Kedua, mengkaji kemungkinan untuk memboikot produk-produk Israel.

“Saya kira boikot itu wajar kalau kita memang menolak segala kejahatan Israel. Semestinya kita tidak membantu ekonomi mereka,” pungkasnya

BACA JUGA  Komisi VIII Kritik Wacana TNI Urus Kerukunan Umat Beragama

Aksi 115 Bela Baitul Maqdis merupakan bentuk penolakan terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang pada tanggal 6 Desember 2017 lalu mengakui Yerusalem atau Baitul Maqdis sebagai ibukota Zionis Israel. Bahkan, Trump sama sekali tidak mengindahkan penolakan dunia dengan menegaskan akan tetap memindahkan Kedutaan Besar-nya pada 14 Mei mendatang.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

AS Kerahkan Aramada Laut ke Suriah

Kapal induk USS Harry Truman dilaporkan telah bergabung dengan Armada ke-6 AS pada tanggal 18 April lalu, sebagaimana dilansir Reuters pada hari Selasa (08/05). Kedatangan USS Harry Truman itu terjadi sepekan setelah serangan udara AS, Inggris, dan Perancis yang menargetkan sejumlah fasilitas militer rezim Suriah.

Sabtu, 12/05/2018 07:15 0

Afghanistan

Calon Peserta Pemilu Afghanistan Dihantui Teror

Serangan ini sebagai upaya kelompok-kelompok bersenjata di negara itu mengagalkan pemilu.

Jum'at, 11/05/2018 16:46 0

Irak

Para Komandan ISIS Dijebak dengan Smartphone Milik Ajudan Al-Baghdadi

Hashimi menyebut Eithawi sebagai ajudan pribadi pemimpin ISIS, yang bertanggung jawab untuk mentrasfer dana ke rekening bank kelompok di berbagai negara.

Jum'at, 11/05/2018 14:19 0

Yaman

Pemimpin Pemberontak Hutsi Dilaporkan Akan Menyelamatkan Diri ke Iran

Pemimpin pemberontak Syiah Hutsi dilaporkan tengah berusaha mencari jalan untuk menyelamatkan diri ke Iran guna menghindari pembunuhan atas dirinya.

Jum'at, 11/05/2018 13:40 0

Afrika

Tanggapi Rencana Operasi AQIM, Presiden Mali: Ini Ancaman Serius

“Ini ancaman serius,” katanya singkat seraya menegaskan akan memerangi AQIM dan semua kelompok-kelompok “teorir”.

Jum'at, 11/05/2018 11:22 0

Irak

Via Telegram Rekan yang Tertangkap, Empat Pejabat ISIS Terjaring

Mereka digiring ke luar Suriah untuk menuju Iraq. Setelah sampai, intelijen Iraq dan AS berhasil menangkap mereka.

Jum'at, 11/05/2018 10:00 0

Lebanon

Menang Pemilu, Syiah Hizbullah Kian Cengkeram Lebanon

Kelompok penentang utama Lebanon adalah Gerakan Al-Mustaqbal, yang berideologi Sunni. Gerakan yang mendapat dukungan dari Barat dan sejumlah negara Timur Tengah ini mendapat 20 kursi.

Jum'at, 11/05/2018 08:52 0

Rusia

Hubungan Turki dan Rusia Lebih Dekat dari Sebelumnya

Bersama dengan Iran, kedua negara meluncurkan pembicaraan Astana, yang kesembilannya diperkirakan akan diadakan minggu depan.

Jum'at, 11/05/2018 08:40 0

Afrika

AQIM Gencarkan Operasi Menargetkan Sumber Kekayaan Asing

AQIM memperingatkan kepada warga Muslim untuk tidak mendekati lokasi-lokasi perusahaan asing. Hal itu untuk menghindari terdampat serangan yang diluncurkan mujahidin.

Jum'at, 11/05/2018 06:40 0

News

Kedubes AS di Israel Pamer Akun Twitter @USEmbassyJerusalem

Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel mengubah nama akun Twitternya yang mulanya @USEmbassyTelAviv menjadi @USEembassyJerusalem.

Kamis, 10/05/2018 17:54 0

Close