... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Operasi Al-Khandaq Taliban Berlanjut, Pasukan Afghanistan Rugi Besar

Foto: Pejuang Taliban/ilustrasi

KIBLAT.NET, Kabul – Pejuang Taliban terus melancarkan serangan sebagai bagian dari operasi Operasi Al-Khandaq yang dicanangkan pada 25 April lalu. Serangan terbaru menyebabkan kerugian besar bagi pasukan pemerintah Afghanistan.

Laporan terbaru menyebutkan Imarah Islam Taliban kembali menewaskan sedikitnya 41 aparat polisi dan tentara, setelah menyerbu 2 pos polisi di Provinsi Farah di bagian barat negara itu. Serangan mematikan itu terjadi pada Kamis (10/05/2018), memabuat situasi keamanan di Farah terus mengalami degradasi setelah NATO menyerahkan tanggung jawab kepada pasukan keamanan Afghan pada tahun 2014.

Kepada ATN News, sejumlah pejabat Afghan mengatakan sedikitnya 32 polisi dan 9 tentara Afghan terbunuh menyusul serangan Taliban di dua pos polisi. Kedua pos itu terletak di lokasi berbeda dalam distrik Bala Buluk, provinsi Farah.

Yang menarik dalam insiden kali ini adalah, laporan jumlah angka korban oleh pejabat-pejabat Afghan lebih tinggi daripada laporan versi Taliban. Melalui portal Voice of Jihad, juru bicara resmi Taliban mengatakan pejuang-pejuang mereka berhasil menewaskan 27 aparat keamanan Afghan dalam sebuah serangan ke basis militer skala besar di provinsi Farah. Selain itu, Taliban mengklaim memperoleh sejumlah besar ghanimah berupa kendaraan armor, senjata, dan amunisi, dan menghancurkan beberapa kendaraan armor lainnya yang tidak bisa dibawa.

Banyak pengamat melihat sebagaimana provinsi-provinsi lain di Afghanistan, situasi keamanan di provinsi Farah terus memburuk sedemikian parah sejak terjadi serah terima tanggung jawab dari pasukan asing ke pasukan lokal Afghan. Secara taktik dan strategi, Taliban mengambil keuntungan dari lemahnya pasukan militer & polisi Afghan tersebut, termasuk pejabat-pejabat pemerintah lokal pro-Kabul yang korup.

BACA JUGA  Kabul Barter Dua Warga Asing dengan Tiga Pemimpin Senior Taliban

Pertengahan Januari 2018, pejabat-pejabat Afghan memperingatkan bahwa Taliban tidak lagi berada di pinggiran kota, dan mereka sudah bergerak memasuki kota. Deputi gubernur, Mohammad Younus Rasuli, mengkritik habis pihak militer menyusul jatuhnya banyak korban di pihak mereka.

Seperti dikutip dari TOLONews, Rasuli mengatakan, “Pasukan keamanan saat ini belum mengambil tindakan apapun terhadap pemberontak, dan status pertahanan kita keliru. Hanya dalam sepekan terakhir, lebih dari 50 anggota pasukan keamanan tewas”.

Akhir Januari lalu, gubernur Farah, Mohammad Aref Shah Jahan mengundurkan diri karena situasi di wilayahnya yang semakin tidak kondusif. Ia pun menyalahkan sejumlah individu yang terlalu mengintervensi wewenang dan jabatannya sebagai gubernur.

Tanggal 23 Februari, Taliban menyerbu sebuah markas militer Afghan di Bala Buluk menewaskan hingga 25 tentara dan menahan lebih dari 3 lainnya. Tidak lama sebelum serangan tersebut, Taliban melancarkan tiga serangan di lokasi yang berbeda di provinsi Farah yang menewaskan sedikitnya 20 polisi.

Berikutnya di pertengahan Maret, serangan Taliban memakan korban 10 anggota pasukan khusus Afghan dan 8 polisi tewas dalam sebuah ambush. Tiga pasukan keamanan lainnya menjadi tawanan pejuang.

Redaktur: Yasin Muslim
Sumber: LWJ

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anies Baswedan Imbau Khatib Jumat Bawakan Ceramah Palestina

Anies Baswedan imbau khatib Jumat bawakan ceramah Palestina

Sabtu, 12/05/2018 11:18 0

Indonesia

‘Kewajiban Umat Islam Bebaskan Baitul Maqdis’

Kewajiban umat Islam bebaskan Baitul Maqdis

Sabtu, 12/05/2018 11:08 0

Indonesia

Wakil Ketua MPR: Boikot, Kalau Memang Menolak Kejahatan Israel

"Saya kira boikot itu wajar kalo kita memang menolak segala kejahatan Israel. Semestinya kita tidak membantu ekonomi mereka," kata Hidayat Nur Wahid

Sabtu, 12/05/2018 10:50 0

Indonesia

Aksi Bela Baitul Maqdis Juga Digelar di Makassar

Dalam orasinya, Hanif Muslim Al-Zawahiri selaku aktivis FPI Makassar menyampaikan, aksi Ini sebagai bukti pergerakan kepedulian terhadap Palestina.

Sabtu, 12/05/2018 09:30 0

Indonesia

Anies: Perjuangan Palestina Adalah Perjuangan Kita

“Jangan pernah menganggap kecil perkumpulan kita di sini. Bagi masyarakat Indonesia, ini adalah wakil dari bangsa Indonesia meneguhkan komitmen kita bahwa pembukaan konstitusi, kemerdekaan merupakan hak segala bangsa,” katanya di hadapan ribuan peserta aksi.

Sabtu, 12/05/2018 08:45 0

Indonesia

Syaikh El-Umary kepada PBB: Perjanjian Kalian Batil dan Janji Allah Pasti

“Janji Allah pasti dan kami kaum muslimin akan kembali menguasai Baitul Maqdis,” ucapnya.

Sabtu, 12/05/2018 08:20 0

Indonesia

Petugas Kebersihan Monas Apresiasi Aksi Bela Baitul Maqdis

"Kalo (ada acara) gak bisa jaga Kebersihan, mending gak usah dikasih izin," pungkasnya.

Sabtu, 12/05/2018 08:10 0

Indonesia

Apa Tindak Lanjut Aksi Bela Baitul Maqdis di Monas?

"Kita akan melakukan tindakan konkrit juga, baik secara diplomatis people to people, maupun advokasi dan media," lanjutnya.

Sabtu, 12/05/2018 07:38 0

Indonesia

Desak Cabut Larangan Cadar di IAIN, Warga Bukittinggi Berunjuk Rasa

Unjuk rasa digelar mendesak agar larangan cadar yang diberlakukan di IAIN Bukittinggi segera dicabut.

Jum'at, 11/05/2018 20:15 0

Indonesia

Wakil Ketua MPR: Mengusir Dubes AS Sulit Dilakukan

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bahwa tindakan pengusiran dubes AS dari Indonesia sebagai langkah tegas menolak keputusan Donald Trump nampaknya sulit dilakukan.

Jum'at, 11/05/2018 13:06 0

Close