... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Prof. Nabila Lubis: Harus Ada Aksi Menyakitkan Terhadap Israel dan Pendukungnya

Foto: Prof. Nabila Lubis.

KIBLAT.NET, Jakarta – Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Nabila Lubis mengatakan bahwa umat Islam harus melakukan langkah yang jelas untuk membela Palestina. Ia menegaskan, jika hanya melakukan kecaman, hal itu tidak menimbulkan efek.

“Kita harus ada aksi, kalau kumpul-kumpul saja nggak ada hasilnya. Itulah yang kita perlu pikirkan apa yang perlu kita lakukan untuk Israel,” katanya saat berorasi di panggung #Aksi115 Bela Baitul Maqdis di Monas pada Jumat (11/05/2018).

Ia menyebutkan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan tidak memberikan visa ke Israel untuk masuk ke Indonesia. Selain itu, hal lain yang bisa dilakukan adalah boikot.

“Kalau boikot ada hasilnya. Kalau berkumpul tidak ada selain Ukhuwah Islamiah, tetapi Al-Aqsha masih menangis. Kita harus benar-benar mempunyai rencana yang menyakitkan Israel dan pendukungnya.” jelasnya.

Ibunda KH. Shabri Lubis itu megingatkan bahwa Israel telah 70 tahun menguasai Palestina. Menurutnya, israel bukan penjajah biasa, bukan seperti Belanda di Indonesia.

“Israel itu terdiri dari bukan satu bangsa, dari mana-mana dikumpulkan di situ, dijanjikan tanah air. Jadi mereka tidak berbudaya dan beradab, maka mereka main bunuh,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Via Telegram Rekan yang Tertangkap, Empat Pejabat ISIS Terjaring

Mereka digiring ke luar Suriah untuk menuju Iraq. Setelah sampai, intelijen Iraq dan AS berhasil menangkap mereka.

Jum'at, 11/05/2018 10:00 0

Lebanon

Menang Pemilu, Syiah Hizbullah Kian Cengkeram Lebanon

Kelompok penentang utama Lebanon adalah Gerakan Al-Mustaqbal, yang berideologi Sunni. Gerakan yang mendapat dukungan dari Barat dan sejumlah negara Timur Tengah ini mendapat 20 kursi.

Jum'at, 11/05/2018 08:52 0

Rusia

Hubungan Turki dan Rusia Lebih Dekat dari Sebelumnya

Bersama dengan Iran, kedua negara meluncurkan pembicaraan Astana, yang kesembilannya diperkirakan akan diadakan minggu depan.

Jum'at, 11/05/2018 08:40 0

Afrika

AQIM Gencarkan Operasi Menargetkan Sumber Kekayaan Asing

AQIM memperingatkan kepada warga Muslim untuk tidak mendekati lokasi-lokasi perusahaan asing. Hal itu untuk menghindari terdampat serangan yang diluncurkan mujahidin.

Jum'at, 11/05/2018 06:40 0

News

Kedubes AS di Israel Pamer Akun Twitter @USEmbassyJerusalem

Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel mengubah nama akun Twitternya yang mulanya @USEmbassyTelAviv menjadi @USEembassyJerusalem.

Kamis, 10/05/2018 17:54 0

Amerika

4 Lembaga HAM Tak Yakin Myanmar Berani Ungkap Kasus Rohingya

Dewan Keamanan PBB mendesak pemerintah Myanmar memenuhi janjinya untuk menahan para pelaku dan dalang kekerasan terhadap Muslim Rohingya.

Kamis, 10/05/2018 17:08 0

Opini

Dunia Islam dalam Belenggu Sekularisme

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi (KSA) telah mencanangkan masa depan Arab Saudi dalam apa yang dinamakan sebagai Visi 2030

Kamis, 10/05/2018 16:35 0

Artikel

Mencari Identitas Muslim: Antara Ikatan Kebangsaan dan Ideologi

DR Abdullah Azzam menggambarkan dengan baik dalam Al Manarah Al Mafqudah bahwa sekularisme ala Attaturk telah mencapai pada tingkat yang tak pernah terbayangkan bahkan oleh dunia barat sekalipun. Di mana masjid-masjid ditutup dan dirubah menjadi gudang makanan, menggunakan bahasa arab dianggap kejahatan, dan berjilbab adalah sebuah tindak kriminal. Memang tidak semua penguasa dunia Islam mengambil langkah ekstrem seperti Mesir pada awal abad ke 20 dan Turki era Attaturk. Meskipun terkadang melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap

Kamis, 10/05/2018 16:21 0

Suara Pembaca

5 Tahun Lebih Perut Membengkak, Ibu Epinopita Butuh Uluran Tangan

Ibu Epinopita (44 tahun) menderita penyakit yang tak biasa. Perutnya membesar seperti tengah hamil tua. Penyakit itu diderita sejak suaminya masih hidup.

Kamis, 10/05/2018 16:04 0

Suriah

Cegah Agresi Turki, AS Dirikan Pangkalan Militer Baru di Manbij

Juru bicara Dewan Militer di Manbij (pasukan yang dikelola SDF), Syarfan Darwish, Rabu (09/05), mengungkapkan bahwa foto pangkalan militer berbendera AS di Manbij yang dirilis kantor berita Reuters pekan ini itu juga menjadi markas pasukan Perancis.

Kamis, 10/05/2018 14:14 0

Close