Pemimpin Pemberontak Hutsi Dilaporkan Akan Menyelamatkan Diri ke Iran

KIBLAT.NET, Saada – Pemimpin pemberontak Syiah Hutsi dilaporkan tengah berusaha mencari jalan untuk menyelamatkan diri ke Iran guna menghindari pembunuhan atas dirinya. Sebagaimana laporan Yemen Today bahwa upaya “diam-diam” para pejabat Hutsi merelokasi pemimpin mereka, Abdul Malik al-Hutsi, dari provinsi Saada itu dilakukan setelah tentara nasional Yaman (YNA) sedang bergerak maju ke kota asal al-Hautsi di Maran.

Masih menurut Yemen Today, sejumlah sumber berspekulasi bahwa Abdul Malik al-Hutsi akan menuju Iran atas dukungan sejumlah perwira intelijen Iran untuk mencegah risiko pembunuhan yang direncanakan oleh koalisi pimpinan Saudi. Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara ke markas Abdul Malik yang akhirnya memaksa pimpinan Hutsi itu menyelamatkan diri ke daerah pegunungan di utara Yaman.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Yaman telah meraih kemajuan di kantong Hutsi di Saada dengan dukungan udara koalisi Saudi. Nampaknya, koalisi sedang meniru strategi AS ketika menghadapi Al-Qaidah di Semenanjung Arabia (AQAP) selama 1 dekade terakhir, dengan cara menyingkirkan para pemimpin Hutsi satu per satu.

Awal pekan lalu pasukan koalisi Saudi melancarkan serangan udara ke kompleks istana presiden yang dikuasai Hutsi di Sanaa. Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, mengklaim intelijen mereka telah mendeteksi kehadiran sejumlah ring 1 dan 2 pemimpin Hutsi di lokasi yang kemudian menginisiasi operasi yang lebih luas terhadap pemberontak Syiah Hutsi.

Selama ini pemerintah AS mendukung koalisi Saudi secara militer dengan bantuan logistik dan suplai BBM. Hal itu memicu spekulasi apakah serangan terbaru yang menargetkan Abdul Malik al-Hutsi itu juga atas dukungan Amerika. Bulan lalu, pemimpin politik Hautsi, Saleh al-Samad, tewas akibat serangan drone setelah mendapat informasi intelijen dari Amerika.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat