... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menang Pemilu, Syiah Hizbullah Kian Cengkeram Lebanon

Foto: Hassan Nasrallah, pemimpin Syiah Hizbullah Lebanon.

KIBLAT.NET, Beirut – Pemilu parlemen Lebanon selesai digelar pada Ahad (06/05/2018). Syiah Hizbullah Lebanon keluar sebagai pemenang dengan mendapat sebanyak 69 kursi dari total 128 kursi. Kemenangan ini tak luput dari peran koalisi.

Milisi yang ikut membantu Bashar Assad menargetkan rakyat Suriah itu menganggap kemenangan politik ini merupakan “kemenangan bagi opsi perlawanan”, menunjuk pada kepemilikan senjata bagi kelompok sipil. Persoalan tersebut menjadi perdebatan panjang selama bertahun-tahun antara kelompok politik di negara itu.

Kendati kelompok-kelompok politik yang berkoalisi dengan Hizbullah tidak memiliki satu pandangan mengenai persoalan politik dalam dan luar negeri, namun mendukung kelompok sipil memegang senjata sebagaimana yang diinginkan Hizbullah.

Perolehan Kursi Koalisi Hizbullah

Hasil pemilu yang diumumkan menunjukkan Hizbullah hanya sedikit mendapat kursi di parlemen, yang hanya 12 kursi. Namun mereka mendapat banyak kursi dari gerakan-gerakan seideologi dengannya dan aliansi lainnya.

Gerakan Syiah Al-Amal mendapat 13 kursi. Gerakan ini memimpin parlemen, yang diwakili Nabih Berri. Amal memiliki hubungan harmonis dengan Hizbullah sejak perang saudara antara tahun 1975 hingga 1990. Mereka juga menjalin hubungan baik dengan pemerintah Suriah sejak gerakan ini muncul pada 1974.

Partai-partai kecil yang berkoalisi dengan Hizbullah, seperti Gerakan Maronit Kristen, Partai Nasionalis Sosial Suriah, Partai Baath, Partai Tashnag Armenia dan Partai Demokrat Lebanon mendapat 14 kursi. Partai-partai tersebut sebelumnya sudah memiliki wakil di parlemen. Di antara partai itu juga partai-partai yang memiliki hubungan dengan Hizbullah dan sebelumnya tidak memiliki wakil di parlemen.

BACA JUGA  Pengungsi Palestina di Lebanon "Lirik" Australia dan Negeri Eropa

Dari jalur independen pendukung Hizbullah dan Gerakan Syiah Al-Amal sedikitnya mendapat 10 kursi. Kelompok ini merupakan tokoh-tokoh yang mengaku non-Syiah yang berkoalisi Syiah. Mereka didukung dan didanai oleh Hizbullah dan Al-Amal. Selain itu, di antara wakil yang lewat jalur independen ini adalah para pendukung Hizbullah.

Gerakan Patriotik Pembebasan Dukung Hizbullah

Gerakan ini didirikan oleh Michel Aoun, sekutu politik Hizbullah sejak 2006. Aliansi ini sangat penting bagi Hizbullah karena Gerakan Patriotik Gratis adalah kekuatan Kristen terbesar di parlemen.

Aoun mendapat keuntungan berkoalisi dengan Hizbullah sebagai upaya untuk merebut kepemimpinan Lebanon. Keuntungan itu mereka berhasil raih pada 2016 dalam kesepakatan politik, yang juga akhirnya mendapun Sa’ad Al-Hariri ke kursi perdana menteri.

Aoun mengatakan, Selasa lalu, bahwa dia berencana untuk menyerukan dialog nasional mengenai berbagai isu termasuk “strategi pertahanan nasional” – sebuah istilah yang mengacu pada diskusi tentang senjata Hizbullah. Namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Menantu laki-lakinya dan pemimpin partai, Gebran Bassil, dikecam di Libanon tahun lalu setelah mengatakan bahwa Lebanon tidak memiliki masalah ideologis dengan Israel. Tetapi melalui perannya sebagai menteri luar negeri, Bassil bergerak untuk kepentingan Hizbullah di dalam Liga Arab.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan pada bulan April bahwa koalisi Gerakan Patriotik Pembebasan masih kuat tetapi ini tidak berarti bahwa partai-partai telah menjadi satu.

BACA JUGA  Pengungsi Palestina di Lebanon "Lirik" Australia dan Negeri Eropa

Kelompok Anti Politik Hizbullah

Kelompok penentang utama Lebanon adalah Gerakan Al-Mustaqbal, yang berideologi Sunni. Gerakan yang mendapat dukungan dari Barat dan sejumlah negara Timur Tengah ini mendapat 20 kursi. Pemilu kali ini, Al-Mustaqbal kehilangan sepertiga dari kursi di Parlemen namun masih menjadi partai politik paling kuat yang mengendalikan Sunni.

Al-Mustaqbal yang dipimpin Sa’ad Al-Hariri, yang saat ini menjabat perdana menteri, dikenal kelompok politik paling berseberangan dengan Hizbullah. Selain karena berbedaan ideologi, Al-Mustaqbal juga menyerang politik-politik Hizbullah, terutama tentang kepemilikan senjata untuk kelompok sipil. Hal ini yang juga menjadi kiprah perdananya saat terjun di politik.

Partai Pasukan Lebanon, yang dikenal oposisi Hizbullah paling kuat dari pengikut Krsiten Maronit, mendapatkan sebanyak 15 kursi. Partai ini sendiri awalnya kombatan selama perang sipil Lebanon dan menjadi kekuatan politik dengan nama yang sama. Mereka juga bergabung dalam Kolisi 14 Maret, sebuah koalisi berbagai gerakan politik untuk menentang Hizbullah.

Penentang politik Hizbullah lainnya, Partai Al-Kata’ib. Partai ini dipimpin oleh politikus Krsiten Maronit, Sami Al-Jamil.

Partai Sosialis Prgresif, partai terkuat yang mewakili minoritas Druze Lebanon, mendapat Sembilan kursi. Kekuatan politik ini termasuk bagian dari koalisi 14 Maret. Sementara sisanya dari jalur independen mendapat sebanyak 10 kursi.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Apa Kata Teuku Wisnu Soal #Aksi115 Bela Baitul Maqdis?

Artis Teuku Wisnu ikut menjadi peserta #Aksi115 Bela Baitul Maqdis di Monas hari ini. Ia menegaskan bahwa aksi ini sebagai bentuk keberpihakan kepada umat Islam Palestina.

Jum'at, 11/05/2018 08:30 0

Indonesia

#Aksi115 Bela Baitul Maqdis, Ratusan Polisi Jaga Kedubes AS

Ribuan personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan #Aksi115 Bela Baitul Maqdis yang berpusat di Monas pada Jumat (11/05/2018). 

Jum'at, 11/05/2018 07:16 0

Indonesia

UBN: Bersungguh-sungguhlah Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

“Kita atas nama rakyat Indonesia bersatu menuntut kepada Trump dan sekutunya untuk tidak semena-mena,” sambungnya.

Jum'at, 11/05/2018 07:04 0

Indonesia

Buntut Bentrok Mako Brimob, 155 Napi Teroris Dipindah ke LP Nusakambangan

Warga Kampung Baru, Kelapa Dua, Depok menyebutkan bahwa pada pukul 08.30 pagi, lewat iring-iringan mobil polisi dan minibus yang diduga membawa para napi ke LP Nusakambangan.

Jum'at, 11/05/2018 06:26 0

Indonesia

#Aksi115 Bela Baitul Maqdis, Umat Islam Berduyun-duyun Menuju Monas

Di depan panggung utama pun penuh sesak oleh peserta aksi. Berbagai LSM sudah membagikan air mineral, teh atau kopi hangat, bahkan hidangan untuk sarapan.

Jum'at, 11/05/2018 06:03 0

Indonesia

PP LIDMI Instruksikan Anggotanya Ikut Aksi Bela Palestina

Pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerussalem yang direncanakan pada 14 Mei 2018 ini, terus menuai polemik. Berbagai kecaman dilontarkan menolak rencana tersebut.

Kamis, 10/05/2018 21:27 0

Indonesia

Perihal Status Al-Quds, Indonesia Diminta Bersikap Tegas

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi menegaskan bahwa Indonesia harus memberikan sikap yang tegas soal pemindahan Ibukota Israel ke Al-Quds.

Kamis, 10/05/2018 21:15 0

Indonesia

Keterlibatan ISIS Tak Terbukti, Kericuhan di Mako Brimob Dipicu Makanan

Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigadir Jendral Muhammad Iqbal menegaskan dalam konferensi pers bahwa insiden Mako Brimob yang telah menewaskan 6 orang dipicu karena masalah makanan milik tahanan yang tak diserahkan langsung karena diperiksa oleh polisi.

Kamis, 10/05/2018 20:56 0

Indonesia

Keamanan Ketat, Pemuda Muhammadiyah Heran Mako Brimob Ricuh

Sekertaris Umum Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengatakan bahwa bentrok di Mako Brimob menjadi pertanyaan di publik.

Kamis, 10/05/2018 20:18 0

Indonesia

Tak Cuma di Jakarta, Aksi Bela Palestina Digelar di Makassar

Gabungan organisasi mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Palestina (APPP) bakal menggelar Aksi Bela Palestina

Kamis, 10/05/2018 20:13 0

Close