... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hubungan Turki dan Rusia Lebih Dekat dari Sebelumnya

Foto: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

KIBLAT.NET, Moskow – Hubungan Turki dan Rusia saat ini lebih baik dari sebelumnya. Demikian kata utusan Rusia untuk Ankara Aleksey Yerhov, Rabu (09/05/2018). Berbicara kepada Anadolu Agency, Yerhov mengatakan bahwa kedua negara telah mengatasi masalah yang terjadi dengan baik, setelah jatuhnya jet tempur Rusia oleh angkatan udara Turki pada 2015.

“Kami membawa hubungan kami ke tingkat yang bahkan lebih baik daripada sebelum krisis,” kata Yerhov, menunjukkan bahwa hubungan bilateral bergerak cepat. Hubungan bilateral menurun ketika jet Rusia yang melanggar perbatasan Turki dekat Suriah ditembak jatuh pada November 2015. Ketika itu, Moskow langsung menjatuhkan sanksi pada berbagai sektor Turki sebagai tanggapan.

Hubungan telah pulih secara bertahap sejak Juli 2016 ketika Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengambil langkah untuk menormalkan hubungan dengan Moskow. Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu tujuh kali pada 2017. Sejak itu, kedua negara telah bekerja sama di banyak bidang, salah satunya terkait Suriah.

Bersama dengan Iran, kedua negara meluncurkan pembicaraan Astana, yang kesembilannya diperkirakan akan diadakan minggu depan. Mengenai pencabutan persyaratan visa Rusia bagi warga Turki, Yerhov mengindikasikan bahwa prosesnya terus berlanjut dan mereka percaya akan ada solusi.

Menurut pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, pembicaraan akan dihadiri oleh tiga negara penjamin dan perwakilan dari rezim Suriah serta kelompok oposisi. AS dan Yordania juga diundang dalam pertemuan itu.

Selain itu, ada sistem pertahanan rudal S-400 antara kedua negara. Desember lalu, Ankara mengumumkan bahwa mereka telah membuat kesepakatan dengan Moskow untuk membeli dua sistem rudal S-400 seharga $ 2,5 miliar pada awal 2020. S-400, yang telah menjadi inventaris militer Rusia sejak 2007, adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh paling canggih yang dimiliki negara itu.

S-400 mampu membawa tiga jenis rudal dan dirancang untuk efisiensi tinggi, dapat mendeteksi target hingga 600 kilometer jauhnya dan menghilangkan ancaman seperti pesawat siluman dan rudal balistik. Karena Ankara berusaha membangun sistem pertahanan rudalnya sendiri, kesepakatan itu melibatkan transfer teknologi dan pengetahuan.
Sistem S-400 adalah generasi baru sistem pertahanan rudal Rusia, dan sejauh ini Rusia hanya menjualnya ke Cina dan India. Tahun lalu, Cina dan India menandatangani perjanjian untuk pengadaan empat resimen S-400 buatan Rusia, dan pengiriman diharapkan akan dimulai pada 2020.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Apa Kata Teuku Wisnu Soal #Aksi115 Bela Baitul Maqdis?

Artis Teuku Wisnu ikut menjadi peserta #Aksi115 Bela Baitul Maqdis di Monas hari ini. Ia menegaskan bahwa aksi ini sebagai bentuk keberpihakan kepada umat Islam Palestina.

Jum'at, 11/05/2018 08:30 0

Indonesia

#Aksi115 Bela Baitul Maqdis, Ratusan Polisi Jaga Kedubes AS

Ribuan personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan #Aksi115 Bela Baitul Maqdis yang berpusat di Monas pada Jumat (11/05/2018). 

Jum'at, 11/05/2018 07:16 0

Indonesia

UBN: Bersungguh-sungguhlah Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

“Kita atas nama rakyat Indonesia bersatu menuntut kepada Trump dan sekutunya untuk tidak semena-mena,” sambungnya.

Jum'at, 11/05/2018 07:04 0

Indonesia

Buntut Bentrok Mako Brimob, 155 Napi Teroris Dipindah ke LP Nusakambangan

Warga Kampung Baru, Kelapa Dua, Depok menyebutkan bahwa pada pukul 08.30 pagi, lewat iring-iringan mobil polisi dan minibus yang diduga membawa para napi ke LP Nusakambangan.

Jum'at, 11/05/2018 06:26 0

Indonesia

#Aksi115 Bela Baitul Maqdis, Umat Islam Berduyun-duyun Menuju Monas

Di depan panggung utama pun penuh sesak oleh peserta aksi. Berbagai LSM sudah membagikan air mineral, teh atau kopi hangat, bahkan hidangan untuk sarapan.

Jum'at, 11/05/2018 06:03 0

Indonesia

PP LIDMI Instruksikan Anggotanya Ikut Aksi Bela Palestina

Pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerussalem yang direncanakan pada 14 Mei 2018 ini, terus menuai polemik. Berbagai kecaman dilontarkan menolak rencana tersebut.

Kamis, 10/05/2018 21:27 0

Indonesia

Perihal Status Al-Quds, Indonesia Diminta Bersikap Tegas

Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi menegaskan bahwa Indonesia harus memberikan sikap yang tegas soal pemindahan Ibukota Israel ke Al-Quds.

Kamis, 10/05/2018 21:15 0

Indonesia

Keterlibatan ISIS Tak Terbukti, Kericuhan di Mako Brimob Dipicu Makanan

Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigadir Jendral Muhammad Iqbal menegaskan dalam konferensi pers bahwa insiden Mako Brimob yang telah menewaskan 6 orang dipicu karena masalah makanan milik tahanan yang tak diserahkan langsung karena diperiksa oleh polisi.

Kamis, 10/05/2018 20:56 0

Indonesia

Keamanan Ketat, Pemuda Muhammadiyah Heran Mako Brimob Ricuh

Sekertaris Umum Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengatakan bahwa bentrok di Mako Brimob menjadi pertanyaan di publik.

Kamis, 10/05/2018 20:18 0

Indonesia

Tak Cuma di Jakarta, Aksi Bela Palestina Digelar di Makassar

Gabungan organisasi mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Palestina (APPP) bakal menggelar Aksi Bela Palestina

Kamis, 10/05/2018 20:13 0

Close