... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di Atas Kursi Roda, Kakek Andi Siap Berkorban untuk Palestina

Foto: H Andi Syamsul Bahri.

KIBLAT.NET, Jakarta – Jauhnya perjalanan dan buruknya kondisi kesehatan tak menghalangi H. Andi Syamsul Bahri untuk menghadiri #Aksi115 Bebaskan Baitul Maqdis di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Tanpa adanya paksaan ia berangkat dari Sentul, Bogor sejak pukul 01.00 WIB malam.

Di usianya yang memasuki 70 tahun, Andi Syamsul Bahri terpaksa hidup di atas kursi roda. Ia mengaku kondisi demikian ia dapatkan akibat karena sakit yang mengharuskannya cuci darah selama empat tahun terakhir.

Bahkan hadirnya di Monas, Jakarta masih dalam keadaan sakit. Selama perjalanan ia ditemani oleh keluarga besar dan kursi roda yang ia gunakan didorong oleh putranya, Andi Faizal.

“Saya datang atas kemauan sendiri. Saya dalam keadaan cuci darah. Sudah empat tahun saya cuci darah,” ungkapnya kepada Kiblat.net, Jumat (11/05/2018).

Kendati demikian, kondisi kesehatan seperti itu tak menghalangi tekadnya untuk ikut aksi. Andi menegaskan bahwa kedatangannya karena panggilan hati dan cintanya kepada masyarakat Palestina yang dijajah oleh Israel.

“Saya sakit, karena ini panggilan jiwa demi untuk membebaskan Baitul Maqdis meskipun sakit tetapi memanggil untuk ikut menyuarakan Baitul Maqdis. Kami berdoa supaya Allah memerdekakann Palestina dan tanah yang dirampas oleh zionis Israel dikembalikan,” tegasnya.

Baginya, tak peduli bila harus mengorbankan darah hingga nyawa demi kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan siap mempertaruhkan apapun demi saudara muslimnya di Palestina.

BACA JUGA  Defisit Anggaran, PBB Terancam Tak Bisa Gaji Staf

“Al-Quds itu adalah hak negara Palestina yang dirampas oleh zionis Israel. Jelas, kalau permasalahan itu darah dan nyawa kita pertaruhkan untuk membebaskan Palestina,” sambungnya.

Sedangkan putranya, Andi Faizal mengaku selama perjalanan tak ada hambatan. Tetapi menjelang memasuki Masjid Istiqlal rombongannya sempat dihadang oleh kepolisian.

“Kami dari Sentul, Bogor. Berangkat pukul 01.00 pagi. Perjalanan lancar tetapi ketika mau masuk Masjid Istiqlal karena kita rombongan ditanya seputar rombongan, pimpinannya siapa oleh kepolisian,” ungkap Andi Faizal seiring mendorong kursi roda sang ayah.

Terakhir, Keluarga Besar Andi ini berharap agar Donald Trump memikirkan kembali keputusannya untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem. Pasalnya, Yerusalem merupakan tanah yang dipertahankan oleh Muslim Palestina selama lintas generasi.

“Kami berharap pemerintahan Donald Trump itu menyadari bahwa pemindahan kedutaannya ke Yerusalem adalah kekeliruan. Karena itu adalah hak negara Palestina. Oleh karena itu kami umat Islam di seluruh Indonesia mendesak pembatalan pemindahan Kedubes dan pengambilalihan tanah Palestina,” tutupnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Lebanon

Menang Pemilu, Syiah Hizbullah Kian Cengkeram Lebanon

Kelompok penentang utama Lebanon adalah Gerakan Al-Mustaqbal, yang berideologi Sunni. Gerakan yang mendapat dukungan dari Barat dan sejumlah negara Timur Tengah ini mendapat 20 kursi.

Jum'at, 11/05/2018 08:52 0

Rusia

Hubungan Turki dan Rusia Lebih Dekat dari Sebelumnya

Bersama dengan Iran, kedua negara meluncurkan pembicaraan Astana, yang kesembilannya diperkirakan akan diadakan minggu depan.

Jum'at, 11/05/2018 08:40 0

Afrika

AQIM Gencarkan Operasi Menargetkan Sumber Kekayaan Asing

AQIM memperingatkan kepada warga Muslim untuk tidak mendekati lokasi-lokasi perusahaan asing. Hal itu untuk menghindari terdampat serangan yang diluncurkan mujahidin.

Jum'at, 11/05/2018 06:40 0

News

Kedubes AS di Israel Pamer Akun Twitter @USEmbassyJerusalem

Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel mengubah nama akun Twitternya yang mulanya @USEmbassyTelAviv menjadi @USEembassyJerusalem.

Kamis, 10/05/2018 17:54 0

Amerika

4 Lembaga HAM Tak Yakin Myanmar Berani Ungkap Kasus Rohingya

Dewan Keamanan PBB mendesak pemerintah Myanmar memenuhi janjinya untuk menahan para pelaku dan dalang kekerasan terhadap Muslim Rohingya.

Kamis, 10/05/2018 17:08 0

Opini

Dunia Islam dalam Belenggu Sekularisme

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi (KSA) telah mencanangkan masa depan Arab Saudi dalam apa yang dinamakan sebagai Visi 2030

Kamis, 10/05/2018 16:35 0

Artikel

Mencari Identitas Muslim: Antara Ikatan Kebangsaan dan Ideologi

DR Abdullah Azzam menggambarkan dengan baik dalam Al Manarah Al Mafqudah bahwa sekularisme ala Attaturk telah mencapai pada tingkat yang tak pernah terbayangkan bahkan oleh dunia barat sekalipun. Di mana masjid-masjid ditutup dan dirubah menjadi gudang makanan, menggunakan bahasa arab dianggap kejahatan, dan berjilbab adalah sebuah tindak kriminal. Memang tidak semua penguasa dunia Islam mengambil langkah ekstrem seperti Mesir pada awal abad ke 20 dan Turki era Attaturk. Meskipun terkadang melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap

Kamis, 10/05/2018 16:21 0

Suara Pembaca

5 Tahun Lebih Perut Membengkak, Ibu Epinopita Butuh Uluran Tangan

Ibu Epinopita (44 tahun) menderita penyakit yang tak biasa. Perutnya membesar seperti tengah hamil tua. Penyakit itu diderita sejak suaminya masih hidup.

Kamis, 10/05/2018 16:04 0

Suriah

Cegah Agresi Turki, AS Dirikan Pangkalan Militer Baru di Manbij

Juru bicara Dewan Militer di Manbij (pasukan yang dikelola SDF), Syarfan Darwish, Rabu (09/05), mengungkapkan bahwa foto pangkalan militer berbendera AS di Manbij yang dirilis kantor berita Reuters pekan ini itu juga menjadi markas pasukan Perancis.

Kamis, 10/05/2018 14:14 0

Iran

Empat Hal Perlu Diketahui tentang Perjanjian Nuklir Iran

KIBLAT.NET – Presiden AS Donald Trump telah menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan akan...

Kamis, 10/05/2018 13:39 0

Close