... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Video Tentara Mesir Eksekusi Pemuda Sinai Picu Kemarahan Warganet

Foto: Seorang pria muda ditutupi dengan kain oleh seorang tentara sebelum ditembak.

KIBLAT.NET, Sinai – Video seorang pemuda di Semenanjung Sinai yang dieksekusi oleh tentara Mesir viral di media sosial. Para aktivis juga menyoroti hal ini, karena operasi militer di daerah itu dilakukan secara rahasia.

Militer Mesir telah dikenal berulang kali melakukan pembunuhan di luar pengadilan di Sinai utara. Video yang muncul pekan ini tersebut menunjukkan seorang pemuda yang terbaring di pasir hingga seorang tentara bersenjata mendekatinya. Lalu terdengar teriakan seseorang: “Kami tidak akan membunuhmu, lindungi dia, tutupi dia.”

“Jangan takut nak, ayahmu akan datang dan menjemputmu,” kata orang yang sama. Pemuda yang terlihat samar itu kemudian ditutupi oleh tentara dengan beberapa kain, sebelum ia ditembak.

Video itu diperoleh dan pertama kali dibocorkan oleh saluran el-Sharq TV pada Senin lalu. Sehari setelahnya video itu menjadi viral dan mengundang kemarahan netizen.
Namun, video tersebut belum terverifikasi. Pemerintah Mesir menyangkal wartawan dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengakses ke Sinai.

Pada akhir Maret, seorang juru bicara militer Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara telah mengalami kemajuan melawan “sel-sel teroris”, termasuk eksekusi “militan”. Salah satu gambar yang dibagikan muncul untuk menunjukkan korban yang sama dalam video tersebut, namun tidak jelas apakah video itu diambil sebelum pernyataan atau sesudahnya.

Amr Magdi, peneliti Timur Tengah dari Human Rights Watch, mengaku pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dan mencoba memverifikasi videonya. Tanpa wartawan dan aktivis di daerah itu, sulit untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

BACA JUGA  Tuntut Al-Sisi Mundur, Warga Mesir Angkat Tagar "Cukup Pak Presiden"

“Tentara Mesir sedang berperang di Sinai di bawah kerahasiaan lengkap tanpa mengizinkan wartawan independen atau aktivis hak asasi manusia untuk pergi dan melihat apa yang terjadi,” kata Magdi. “Tentara harus segera membuka Sinai untuk wartawan independen.”

Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia telah mencatat lebih dari 2.934 pembunuhan di luar hukum terjadi di Mesir sejak Abdel Fattah al-Sisi mengambil alih negara pada tahun 2013 menyusul kudeta militer.

Ketika pertempuran berlanjut di Sinai antara tentara Mesir dan militan, 3.446 warga sipil telah tewas dan 5.766 ditahan, dan lebih dari 2.500 rumah dihancurkan untuk membangun zona penyangga di perbatasan dengan Gaza, menurut kelompok itu. Ratusan anggota pasukan keamanan juga diduga tewas dalam pertempuran.

“Kami telah mendokumentasikan sebelum dua insiden terpisah kemungkinan pembunuhan di luar pengadilan yang melibatkan 10 dan delapan orang di Sinai. Jauh dari pengawasan yudisial, penahanan dan perlakuan terhadap tahanan di Sinai hanya berada di bawah kendali perwira tentara,” kata Megdi.

“Kami sudah tahu bahwa ada orang-orang milisi yang beroperasi atas perintah tentara. Mereka kadang-kadang benar-benar membual tentang pembunuhan di luar hukum di media sosial,” tambahnya.

Tahun lalu, Human Rights Watch melaporkan bahwa pasukan militer Mesir menghukum mati delapan tahanan tak bersenjata di Semenanjung Sinai utara.

Pasukan, menurut organisasi, berusaha untuk menutupi pembunuhan dengan merilis sebuah video yang membuatnya tampak seolah-olah korban tewas ketika menyerang “teroris” bersenjata. Namun, kerabat dua orang yang tewas mengatakan kepada HRW bahwa mayat keluarga mereka yang mereka lihat di kamar mayat tampaknya telah ditembak di kepala.

BACA JUGA  Tuntut Al-Sisi Mundur, Warga Mesir Angkat Tagar "Cukup Pak Presiden"

Kampanye kontraterorisme di Sinai Utara telah penuh dengan tuduhan pelanggaran. Antara Juli 2013 dan Agustus 2015, pihak berwenang Mesir menghancurkan sekitar setengah dari kota Rafah, di perbatasan dengan Jalur Gaza, mengusir ribuan keluarga, dan menghancurkan setidaknya 3.255 bangunan, menurut Human Rights Watch.

Lusinan keluarga yang diwawancarai Human Rights Watch pada tahun 2016 dan 2017 melaporkan sejumlah penangkapan sewenang-wenang, penghilangan paksa, penyiksaan, dan pembunuhan di luar hukum oleh militer Mesir dan kementerian dalam negeri.

Sejak 2013, lebih dari 1.500 serangan bersenjata telah menewaskan puluhan warga sipil dan ratusan anggota pasukan keamanan di Sinai utara, menurut Tahrir Institute for Middle East Policy.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Oemar Mita: Mari Fokus kepada Masalah Palestina

Ustadz Oemar Mita Lc. mengingatkan umat Islam agar fokus pada permasalahan Palestina. Terutama ketika mengikuti Aksi Bela Palestina yang akan diselenggarakan pada hari Jumat 11 Mei besok.

Kamis, 10/05/2018 11:19 0

Indonesia

Ustadz Oemar Mita Ajak Umat Islam Hadiri Aksi Bela Palestina di Jakarta

Aksi Bela Palestina yang akan digelar di Jakarta pada Jumat (11/05/2018) ikut didukung oleh Ustadz Oemar Mita. Ia menghimbau agar semua peserta yang terlibat nantinya tetap fokus pada permasalahan Palestina.

Rabu, 09/05/2018 21:56 1

Indonesia

[Video] Begini Proses Pemulangan Jasad Korban Bentrokan di Mako Brimob

Lima ambulance membawa 6 jasad korban meninggal akibat kerusuhan di Mako Brimob tiba di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada pukul 11.30 WIB siang. Kedatangan seluruh jenazah di bawah penjagaan dari kepolisian.

Rabu, 09/05/2018 20:49 0

Indonesia

Ustadz Fadlan Resmikan Kapal Dakwah Ketiga Milik AFKN

Yayasan Al-Fatih Kaafah Nusantara meresmikan kapal dakwah. Kapal yang diberi nama Bahtera Dakwah Mardhatillah Nuu Waar tersebut menjadi kapal dakwah ketiga yang dimiliki AFKN

Rabu, 09/05/2018 20:08 0

Indonesia

Keluarga Korban Tewas dalam Bentrokan Mako Brimob Datangi RS Polri

Keluarga korban tewas dalam bentrokan Mako Brimob datangi RS Polri

Rabu, 09/05/2018 18:15 0

Indonesia

Dua Warga Malaysia Tewas Saat Ikut Nyoblos Di Pemilu 9 Mei

Malaysia menggelar pemilihan umum pada 9 Mei 2018

Rabu, 09/05/2018 17:51 0

Indonesia

Relawan Muslimah Asal Indonesia Terima Penghargaan Perdamaian di Turki

Nur Fitri menjadi satu-satunya aktifis dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 aktifis lainnya dari Palestina, Swedia, USA dan UK.

Rabu, 09/05/2018 17:50 0

Indonesia

Israel Larang Warga Gaza Kunjungi Al-Aqsha Selama Ramadhan

Otoritas pendudukan Israel mengumumkan bahwa tidak akan ada izin perjalanan bagi warga Palestina di Jalur Gaza selama Ramadhan tahun ini.

Rabu, 09/05/2018 17:48 0

Indonesia

Kemenag: Rukyatul Hilal Ramadhan Dilaksanakan 15 Mei di 95 Titik

Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Ramadlan 1439H/2018M.

Rabu, 09/05/2018 16:54 0

Indonesia

Lima Polisi Tewas dalam Kerusuhan di Mako Brimob

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol M Iqbal akhirnya mengakui adanya korban tewas dalam bentrokan di Mako Brimob.

Rabu, 09/05/2018 15:50 0

Close