... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump Tarik Mundur AS dari Kesepakatan Nuklir Iran

KIBLAT.NET, Washington – Pada hari Selasa (08/05), Presiden AS Donald Trump mengumumkan untuk menarik mundur AS dari kesepakatan nuklir antara enam kekuatan dunia, termasuk AS, dengan Iran. Keenam negara itu adalah 5 anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman atau P5+1. Selama beberapa tahun terakhir, Trump mengecam kesepakatan tersebut dan dengan keputusan barunya itu berarti AS akan kembali menerapkan sanksi kepada Iran. Banyak pihak menilai keputusan baru Trump ini akan membuat AS dianggap melanggar pakta yang telah disepakati pada tahun 2015.

Sebelumnya Trump telah membuat sejumlah ultimatum yang menuntut supaya kesepakatan itu diubah dan mengancam akan menarik diri dari perjanjian/kesepakatan apabila tuntutannya tidak dipenuhi. Meskipun Uni Eropa sudah menawarkan banyak sekali konsesi sedemikian rupa untuk membujuk Trump, namun akhirnya Trump tetap merasa tidak puas.

Donald Trump terus berdalih bahwa kesepakatan itu hanya akan membuat rezim Iran memperoleh jaminan untuk terus berkuasa. Trump mengklaim perjanjian dengan Iran ini sangat mempermalukan dirinya sebagai warga negara Amerika, termasuk seluruh warga negara Amerika lainnya. Ia pun menyinggung soal tudingan Israel bahwa Iran ingin memiliki senjata nuklir.

Trump mengklaim sebelum ini seluruh dunia sepakat akan potensi ancaman Iran, meskipun secara material seluruh dunia saat ini masih komitmen dengan kesepakatan. Ia mengaku bekerja sama dengan negara-negara sekutu Amerika untuk memaksakan sebanyak mungkin konsesi baru terkait Iran.

BACA JUGA  Perjanjian Dagang, Alasan Trump Tak Sanksi Berat Cina terkait Muslim Uighur

Meskipun sudah ada peringatan sebelumnya bahwa kesepakatan nuklir itu tidak akan bisa bertahan lama tanpa keterlibatan AS, Iran dan negara-negara lain yang ikut menandatangani kesepakatan P5+1 menyatakan akan tetap berkomitmen dengan pakta nuklir tersebut. Dan faktanya, hanya AS yang melanggar kesepakatan, plus Israel yang menyambut gembira langkah Washington. Sementara negara-negara lainnya di dunia ingin tetap komitmen.

Kemungkinannya sangat kecil peluang terjadinya negosiasi baru di mana Trump tahu seandainya ia berada di pihak Iran, ia pun tidak akan mau bernegosiasi lagi. Selain itu, di waktu yang sama Trump mengancam Iran dengan berbagai masalah yang lebih besar.
Barangkali Trump menganggap dengan keputusannya itu akan membuat Amerika menjadi lebih aman. Namun realitanya, ia telah memprovokasi dan memicu kecaman diplomatik yang luas karena secara sepihak mundur dari sebuah kesepakatan penting internasional yang baru saja ditandatangani beberapa tahun lalu.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ustadz Oemar Mita Ajak Umat Islam Hadiri Aksi Bela Palestina di Jakarta

Aksi Bela Palestina yang akan digelar di Jakarta pada Jumat (11/05/2018) ikut didukung oleh Ustadz Oemar Mita. Ia menghimbau agar semua peserta yang terlibat nantinya tetap fokus pada permasalahan Palestina.

Rabu, 09/05/2018 21:56 1

Indonesia

[Video] Begini Proses Pemulangan Jasad Korban Bentrokan di Mako Brimob

Lima ambulance membawa 6 jasad korban meninggal akibat kerusuhan di Mako Brimob tiba di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada pukul 11.30 WIB siang. Kedatangan seluruh jenazah di bawah penjagaan dari kepolisian.

Rabu, 09/05/2018 20:49 0

Indonesia

Ustadz Fadlan Resmikan Kapal Dakwah Ketiga Milik AFKN

Yayasan Al-Fatih Kaafah Nusantara meresmikan kapal dakwah. Kapal yang diberi nama Bahtera Dakwah Mardhatillah Nuu Waar tersebut menjadi kapal dakwah ketiga yang dimiliki AFKN

Rabu, 09/05/2018 20:08 0

Indonesia

Keluarga Korban Tewas dalam Bentrokan Mako Brimob Datangi RS Polri

Keluarga korban tewas dalam bentrokan Mako Brimob datangi RS Polri

Rabu, 09/05/2018 18:15 0

Indonesia

Dua Warga Malaysia Tewas Saat Ikut Nyoblos Di Pemilu 9 Mei

Malaysia menggelar pemilihan umum pada 9 Mei 2018

Rabu, 09/05/2018 17:51 0

Indonesia

Relawan Muslimah Asal Indonesia Terima Penghargaan Perdamaian di Turki

Nur Fitri menjadi satu-satunya aktifis dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 aktifis lainnya dari Palestina, Swedia, USA dan UK.

Rabu, 09/05/2018 17:50 0

Indonesia

Israel Larang Warga Gaza Kunjungi Al-Aqsha Selama Ramadhan

Otoritas pendudukan Israel mengumumkan bahwa tidak akan ada izin perjalanan bagi warga Palestina di Jalur Gaza selama Ramadhan tahun ini.

Rabu, 09/05/2018 17:48 0

Indonesia

Kemenag: Rukyatul Hilal Ramadhan Dilaksanakan 15 Mei di 95 Titik

Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Ramadlan 1439H/2018M.

Rabu, 09/05/2018 16:54 0

Indonesia

Lima Polisi Tewas dalam Kerusuhan di Mako Brimob

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol M Iqbal akhirnya mengakui adanya korban tewas dalam bentrokan di Mako Brimob.

Rabu, 09/05/2018 15:50 0

Indonesia

Kedatangan Mayat dari Mako Brimob, Ruang Jenazah RS Polri Dipasangi Garis Polisi

Kedatangan Mayat dari Mako Brimob, Kamar Mayat RS Polri Dipasangi Garis Polisi

Rabu, 09/05/2018 15:10 0

Close