... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Empat Hal Perlu Diketahui tentang Perjanjian Nuklir Iran

Foto: Nuklir Iran.

KIBLAT.NET – Presiden AS Donald Trump telah menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan akan memperbarui sanksi terhadap negara itu.

Trump menyebut bahwa pakta bersejarah -yang ditandatangani oleh Barack Obama- cacat dan akan mengarah pada perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

Penjelasan terkait kesepakatan nuklir Iran akan terangkum dalam ulasan berikut:

1. Mengenal Kesepakatan Nuklir Iran

Kesepakatan nuklir, juga dikenal JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action). Yaitu perjanjian internasional yang menukar ambisi nuklir Iran dengan keringanan sanksi internasional.

Pada 14 Juli 2015, enam negara (China, Perancis, Rusia, Inggris, Amerika Serikat dan Jerman) dan Uni Eropa sepakat untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada Iran dan memberikannya akses lebih besar kepada ekonomi global.

Sebagai imbalannya, Iran setuju untuk mengambil langkah-langkah pembatasan kemampuannya membuat bom nuklir. Kapasitas pengayaan, tingkat pengayaan dan persediaan terbatas Iran hanya untuk jangka waktu tertentu.

Sebelum perjanjian, Iran memiliki sekitar 20.000 sentrifugal. Ketika di bawah perjanjian, terdapat tidak lebih dari 6.104 sentrifugal model lama di dua situs yang diperiksa. Sentrifugal digunakan untuk memperkaya uranium.

Iran mengubah reaktor air berat Arak sehingga tidak lagi memproduksi atau memroses ulang tingkat senjata plutonium. Sebaliknya, fasilitas itu akan menjadi tuan rumah penelitian nuklir medis dan industri yang ramah.

Iran setuju untuk menghentikan pengayaan uranium di situs Fordow dan mengubahnya menjadi pusat penelitian isotop. Izin inspeksi fasilitas nuklir utama oleh Badan Energi Atom Internasional untuk memastikan kepatuhan juga berlaku.

BACA JUGA  Kisah Turunnya Wahyu Pertama Kepada Rasulullah SAW

Sebelum perjanjian, Iran diyakini mampu membuat bom nuklir hanya dua atau tiga bulan lagi. Tapi setelah kesepakatan itu, butuh satu tahun untuk membuat senjata.

Masih ada kontroversi dari perjanjian itu. Pembatasan pada sentrifugal Iran akan dicabut setelah tahun kedelapan, dan 15 tahun ke depan, pembatasan pengayaan uranium dan ukuran stockpile akan berakhir. Beberapa pengamat yakin Iran mampu untuk kembali ke jalur nuklir sekitar pertengahan 2020-an.

Iran juga merundingkan pengangkatan embargo pada impor dan ekspor senjata konvensional dan rudal balistik, yang juga memicu kecaman.

2. Mengapa Trump Menarik Diri dari Perjanjian?

Presiden Trump mengatakan Iran telah melanggar semangat perjanjian. Alasan lain bahwa Iran bukan sekutu dan melawan kepentingan AS di Timur Tengah.

“Rezim Iran mendukung terorisme dan ekspor kekerasan, pertumpahan darah dan kekacauan di Timur Tengah. Itulah mengapa kita harus mengakhiri agresi berkelanjutan Iran dan ambisi nuklir. Mereka tidak memenuhi semangat kesepakatan mereka,” katanya pada Oktober 2017.

Presiden AS juga ingin pembatasan yang ditetapkan dalam kesepakatan – seperti yang ada pada pengayaan uranium dan penggunaan sentrifugal – diterapkan selama-lamanya.
Trump memang mempertahankan kemungkinan negosiasi perjanjian baru dengan Iran.

“Saya telah menggariskan dua kemungkinan jalan ke depan, baik memperbaiki kekurangan bencana, atau Amerika Serikat akan mundur,” kata Trump pada bulan Januari. Dia mengusulkan pembatasan baru pada program rudal balistik Iran, lebih banyak pemeriksaan intrusif program nuklirnya dan menghapus batas waktu pada pengayaan uranium dan pembatasan sentrifugal.

BACA JUGA  Corona, Antara Uang dan Relasi

Baca halaman selanjutnya: 3. Yang Akan Terjadi Jika AS...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Oemar Mita: Mari Fokus kepada Masalah Palestina

Ustadz Oemar Mita Lc. mengingatkan umat Islam agar fokus pada permasalahan Palestina. Terutama ketika mengikuti Aksi Bela Palestina yang akan diselenggarakan pada hari Jumat 11 Mei besok.

Kamis, 10/05/2018 11:19 0

Indonesia

Ustadz Oemar Mita Ajak Umat Islam Hadiri Aksi Bela Palestina di Jakarta

Aksi Bela Palestina yang akan digelar di Jakarta pada Jumat (11/05/2018) ikut didukung oleh Ustadz Oemar Mita. Ia menghimbau agar semua peserta yang terlibat nantinya tetap fokus pada permasalahan Palestina.

Rabu, 09/05/2018 21:56 1

Indonesia

[Video] Begini Proses Pemulangan Jasad Korban Bentrokan di Mako Brimob

Lima ambulance membawa 6 jasad korban meninggal akibat kerusuhan di Mako Brimob tiba di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada pukul 11.30 WIB siang. Kedatangan seluruh jenazah di bawah penjagaan dari kepolisian.

Rabu, 09/05/2018 20:49 0

Indonesia

Ustadz Fadlan Resmikan Kapal Dakwah Ketiga Milik AFKN

Yayasan Al-Fatih Kaafah Nusantara meresmikan kapal dakwah. Kapal yang diberi nama Bahtera Dakwah Mardhatillah Nuu Waar tersebut menjadi kapal dakwah ketiga yang dimiliki AFKN

Rabu, 09/05/2018 20:08 0

Indonesia

Keluarga Korban Tewas dalam Bentrokan Mako Brimob Datangi RS Polri

Keluarga korban tewas dalam bentrokan Mako Brimob datangi RS Polri

Rabu, 09/05/2018 18:15 0

Indonesia

Dua Warga Malaysia Tewas Saat Ikut Nyoblos Di Pemilu 9 Mei

Malaysia menggelar pemilihan umum pada 9 Mei 2018

Rabu, 09/05/2018 17:51 0

Indonesia

Relawan Muslimah Asal Indonesia Terima Penghargaan Perdamaian di Turki

Nur Fitri menjadi satu-satunya aktifis dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 aktifis lainnya dari Palestina, Swedia, USA dan UK.

Rabu, 09/05/2018 17:50 0

Indonesia

Israel Larang Warga Gaza Kunjungi Al-Aqsha Selama Ramadhan

Otoritas pendudukan Israel mengumumkan bahwa tidak akan ada izin perjalanan bagi warga Palestina di Jalur Gaza selama Ramadhan tahun ini.

Rabu, 09/05/2018 17:48 0

Indonesia

Kemenag: Rukyatul Hilal Ramadhan Dilaksanakan 15 Mei di 95 Titik

Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Ramadlan 1439H/2018M.

Rabu, 09/05/2018 16:54 0

Indonesia

Lima Polisi Tewas dalam Kerusuhan di Mako Brimob

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol M Iqbal akhirnya mengakui adanya korban tewas dalam bentrokan di Mako Brimob.

Rabu, 09/05/2018 15:50 0

Close