... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

4 Lembaga HAM Tak Yakin Myanmar Berani Ungkap Kasus Rohingya

Foto: 10 jasad pria Muslim Rohingya tersungkur dalam satu liang dangkal di desa Inn Din. Gambar ini diperoleh Reuters pada 22 November 2017 (Reuters)

KIBLAT.NET, New York- Dewan Keamanan PBB mendesak pemerintah Myanmar memenuhi janjinya untuk menahan para pelaku dan dalang kekerasan terhadap Muslim Rohingya. Hal itu dinilai penting untuk dilakukan guna mengetahui penyebab 700.000 lebih Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Sedangkan empat organisasi HAM internasional mengatakan bahwa Myanmar tidak mampu mengungkap kasus tersebut dan membawa pelaku ke pengadilan internasional. Organisasi HAM itu antara lain, Amnesty International, Human Rights Wacth, the Global Center for the Responsibility to Protect, dan Fortify Rights.

Dalam pernyataan DK PBB itu dikeluarkan pada Rabu (09/05/2018) itu, Myanmar diminta untuk mengungkap pelaku dan memberikan ruang untuk penyelidikan.”Pentingnya melakukan penyelidikan transparan terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran … dan bertanggung jawab atas semua yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut untuk memberikan keadilan bagi para korban,” mengutip pernyataan DK PBB.

Sebagaimana diketahui, kekerasan terhadap Rohingya di Rakhine kembali memuncak pada Agustus 2017. Militer Myanmar membunuh dan melakukan kekerasan secara membabi buta terhadap warga Rohingya setelah sejumlah pos keamanan diserang oleh kelompok gerilyawan.

Diduga kuat ribuan sipil tak bersalah tewas akibat tindakan sadis militer Myanmar. Sedangkan PBB menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan aksi genosida atau pembersihan etnis.

Muslim Rohingya mengalami diskriminasi sistematis oleh Myanmar yang mayoritas beragama Buddha. Hak mereka sebagai warga negara tak diakui karena Rohingya dipandang sebagai imigran dari Bangladesh, meskipun etnis Rohingya telah menempati Myanmar lintas banyak generasi.

BACA JUGA  Menolak Pengungsi Rohingya Sama dengan Legalkan Pelanggaran HAM

Selain itu, DK PBB mengungkapkan bahwa dari pengamatan anggotanya yang diterjunkan ke sejumlah titik, perusakan desa terjadi di utara provinsi Rakhine ditambah krisis kemanusiaan semakin memprihatinkan.

Sumber: Arab News
Redaktur: Syafi’i Iskandar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Dunia Islam dalam Belenggu Sekularisme

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi (KSA) telah mencanangkan masa depan Arab Saudi dalam apa yang dinamakan sebagai Visi 2030

Kamis, 10/05/2018 16:35 0

Artikel

Mencari Identitas Muslim: Antara Ikatan Kebangsaan dan Ideologi

DR Abdullah Azzam menggambarkan dengan baik dalam Al Manarah Al Mafqudah bahwa sekularisme ala Attaturk telah mencapai pada tingkat yang tak pernah terbayangkan bahkan oleh dunia barat sekalipun. Di mana masjid-masjid ditutup dan dirubah menjadi gudang makanan, menggunakan bahasa arab dianggap kejahatan, dan berjilbab adalah sebuah tindak kriminal. Memang tidak semua penguasa dunia Islam mengambil langkah ekstrem seperti Mesir pada awal abad ke 20 dan Turki era Attaturk. Meskipun terkadang melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap

Kamis, 10/05/2018 16:21 0

Suara Pembaca

5 Tahun Lebih Perut Membengkak, Ibu Epinopita Butuh Uluran Tangan

Ibu Epinopita (44 tahun) menderita penyakit yang tak biasa. Perutnya membesar seperti tengah hamil tua. Penyakit itu diderita sejak suaminya masih hidup.

Kamis, 10/05/2018 16:04 0

Indonesia

Bachtiar Nasir Tak Yakin Pemerintah Berani Usir Dubes AS

Ustadz Bachtiar Nasir menyoroti peran Amerika Serikat dalam menjajah bangsa Palestina. Karena perannya, AS kini sudah tidak dipercaya lagi sebagai penengah perdamaian dari konflik-konflik yang terjadi.

Kamis, 10/05/2018 15:10 0

Indonesia

Napi Mako Brimob Disebut Gunakan Pecahan Kaca untuk Lukai Korban

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol M Iqbal mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan olah tempat kejadian perkara setelah insiden bentrok antara napi teroris dengan penyidik polisi di Mako Brimob. 

Kamis, 10/05/2018 14:39 0

Indonesia

TPM: Pelanggaran HAM Jadi Faktor Penyebab Bentrok di Mako Brimob

“Makanan hanya masalah kecil. Di dalam ada pelanggaran hak asasi juga. Misalnya hak didampingi penasehat hukum. Mereka rata-rata nggak boleh didampingi kuasa hukum sesuai keinginan mereka,” tuturnya

Kamis, 10/05/2018 13:47 1

Indonesia

Oemar Mita: Mari Fokus kepada Masalah Palestina

Ustadz Oemar Mita Lc. mengingatkan umat Islam agar fokus pada permasalahan Palestina. Terutama ketika mengikuti Aksi Bela Palestina yang akan diselenggarakan pada hari Jumat 11 Mei besok.

Kamis, 10/05/2018 11:19 0

Indonesia

Ustadz Oemar Mita Ajak Umat Islam Hadiri Aksi Bela Palestina di Jakarta

Aksi Bela Palestina yang akan digelar di Jakarta pada Jumat (11/05/2018) ikut didukung oleh Ustadz Oemar Mita. Ia menghimbau agar semua peserta yang terlibat nantinya tetap fokus pada permasalahan Palestina.

Rabu, 09/05/2018 21:56 1

Indonesia

[Video] Begini Proses Pemulangan Jasad Korban Bentrokan di Mako Brimob

Lima ambulance membawa 6 jasad korban meninggal akibat kerusuhan di Mako Brimob tiba di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada pukul 11.30 WIB siang. Kedatangan seluruh jenazah di bawah penjagaan dari kepolisian.

Rabu, 09/05/2018 20:49 0

Indonesia

Ustadz Fadlan Resmikan Kapal Dakwah Ketiga Milik AFKN

Yayasan Al-Fatih Kaafah Nusantara meresmikan kapal dakwah. Kapal yang diberi nama Bahtera Dakwah Mardhatillah Nuu Waar tersebut menjadi kapal dakwah ketiga yang dimiliki AFKN

Rabu, 09/05/2018 20:08 0

Close