... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dr. Zain An-Najah: Musuh Bersama Umat Islam adalah Israel dan Trump

Foto: Dr. Ahmad Zain An-Najah.

KIBLAT.NET, Depok – Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Dr. Ahmad Zain An-Najah mengingatkan akan wajibnya menegakkan Islam dan pentingnya membela Masjidil Aqsha sebagai kiblat pertama.

“Kita sebagai umat Islam wajib membela Al-Aqsha meskipun dari Indonesia, kita harus merasa satu saudara dengan teman-teman yang ada di Palestina,” ungkapnya kepada Kiblat.net beberapa waktu di Depok, Jawa Barat.

Ketika bangsa Indonesia khususnya umat Islam mendengar bahwa Donald Trump akan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, maka umat Islam harus menentang dan menolaknya dengan cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan mengikuti aksi global Bela Baitul Maqdis tanggal 11 Mei.

“Ini dilakukan dengan tujuan agar saudara-saudara kita di Palestina tidak merasa sendirian. Aksi ini membuktikan bahwa mereka Palestina didukung oleh seluruh dunia bahkan dari Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, aksi pembelaan terhadap Baitul Maqdis dari Indonesia akan sangat diperhitungkan. Karena Indonesia merupakan negara dengan muslim terbesar di dunia.

“Negara-negara yang konsisten membela Palestina seperti Turki pun merasa terbantu, karena mereka juga tidak bisa berharap dari negara-negara Arab. Indonesia adalah salah satu kekuatan baru untuk membela Palestina,” kata Direktur Pesantren Tinggi Al-Islam itu.

Di sisi lain, Doktor Zain menilai bahwa aksi ini sebagai sarana untuk mempersatukan umat Islam, baik di Indonesia maupun di dunia.

“Umat ini jika tidak ada musuh bersama itu akan terpecah belah, dan hari ini musuh bersama kita adalah Israel dan Donald Trump. Mudah-mudahan ini adalah sarana untuk mempersatukan umat Islam untuk politik luar negeri dan juga untuk politik dalam negeri,” ungkapnya.

BACA JUGA  BPOM Tegaskan Belum Ada Obat Herbal Bisa Sembuhkan Covid-19

Meskipun pemerintah Indonesia telah melakukan langkah diplomatik untuk menolak rencana Donald Trump tersebut, menurutnya belum cukup.

“Tekanan secara diplomatik belum cukup karenanya perlu dilakukan gerakan rakyat, gerakan seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

Wilayah Jammu-Kashmir Memanas, Fasilitas Publik Ditutup

"Kantor, sekolah dan bisnis tetap tertutup sepenuhnya sementara transportasi publik dan lokal tetap di luar jalan," kata laporan yang dikutip World Bulletin.

Selasa, 08/05/2018 11:48 0

Palestina

Gedung Putih: Trump Tidak Akan Hadiri Pembukaan Kedutaan di Al-Quds

AS berencana memindahkan kedutaannya secara resmi ke Al-Quds pada 14 Mei mendatang.

Selasa, 08/05/2018 08:56 0

Palestina

Papan Petunjuk Lokasi Kedutaan AS di Al-Quds Mulai Dipasang

"Saya berterima kasih kepada Presiden Trump untuk mencapai momen bersejarah ini, Yerusalem adalah ibu kota abadi orang Yahudi, dan dunia mulai menyadari fakta ini," tulisnya lagi.

Selasa, 08/05/2018 08:09 0

Suriah

Lagi, Helikopter Tempur Rusia Jatuh di Suriah

Pernyataan itu menunjukkan bahwa tim penyelamat berhasil menemukan mayat para pilot dan segera dievakuasi ke pangkalan, di mana helikopter tersebut bertolak.

Selasa, 08/05/2018 07:18 0

Afrika

Khalifah Haftar Umumkan Operasi Militer Besar-besaran di Kota Derna

Derna merupakan satu-satunya kota di timur Libya di luar kendali pasukan Haftar. Kota ini terletak di jalan pantai utama antara Benghazi dan Mesir. Haftar kemudian mengepung kota itu dan membombardirnya dengan serangan udara dan pemboman antara sekarang dan kemudian.

Selasa, 08/05/2018 06:39 0

Munaqosyah

Mengapa Masjid Dipisahkan dari Politik?

Ide memisahkan masjid dari politik di Indonesia ini lebih dulu merupakan gagasan Snouck Hurgronje. Ketika pemerintahan Belanda kewalahan menghadapi perlawanan rakyat Indonesia, mereka mencari cara untuk melemahkannya.

Selasa, 08/05/2018 05:20 0

Munaqosyah

Ketika Rasulullah SAW Berpolitik di Masjid

Akhir-akhir ini, politik dan masjid ramai dibicarakan. Berawal dari munculnya gerakan Antipolitisasi Masjid yang dikoordinatori oleh Silvester Matutina. Sebagian orang memahami gerakan ini dengan pelarangan membicarakan politik di masjid. Bahkan, Menteri Agama juga memberikan pernyataan larangan berpolitik di rumah ibadah.

Selasa, 08/05/2018 05:00 5

Afghanistan

Pernyataan Taliban Soal Pertemuan 3 Negara di Indonesia

Pemerintah Indonesia menginisasi pertemuan Afghanistan, Pakistan dan Indonesia di Jakarta pada 11 Mei mendatang. Pertemuan bertujuan untuk melerai konflik panjang yang terjadi di Afghanistan.

Senin, 07/05/2018 17:40 0

Suriah

26 Tentara Rezim Assad Tewas dalam Kecelakaan Bus di Raqqah

Jenderal Haytham al-Nayyef, kepala Unit Pertahanan Lokal di Aleppo juga tewas dalam kecelakaan mobil di jalan yang sama.

Senin, 07/05/2018 14:51 0

Prancis

Ratusan Tokoh Perancis Minta Agar Isi Al-Quran Diubah

Sebuah manifesto menuntut beberapa ayat Al-Quran untuk dihapus. Manifesto itu ditandatangani oleh sekitar 300 tokoh Perancis terkemuka.

Senin, 07/05/2018 14:30 3

Close