Ratusan Tokoh Perancis Minta Agar Isi Al-Quran Diubah

KIBLAT.NET, Paris – Sebuah manifesto menuntut beberapa ayat Al-Quran untuk dihapus. Manifesto itu ditandatangani oleh sekitar 300 tokoh Perancis terkemuka.

Menteri Urusan Uni Eropa Turki Omar Celik mengecam manifesto tersebut. Ia menyebut bahwa 300 tokoh Perancis itu orang-orang yanng “fanatik” layaknya kelompok ISIS.

“Ini adalah contoh yang paling mencolok dari kekerasan intelektual dan barbarisme. Siapa pun orang-orang ini dan apa pun yang telah mereka lakukan hingga sekarang, mereka akan ditulis pada awal sejarah kefanatikan,” kata Celik di Twitter.

“Barbarisme secara intelektual dan politik berpusat di dunia modern,” katanya.

Menurut Celik, mereka adalah orang-orang bersembunyi di balik topeng intelektual dan politik. “Ini adalah mentalitas mereka yang disebut anti-kekerasan, tetapi sebenarnya mereka menyembah kefanatikan dan kekerasan,” ungkapnya.

Juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin juga mengkritik langkah itu sebagai ketidaktahuan dan kebodohan di zaman modern.

“Al-Quran bukanlah teka-teki. Ini adalah kitab suci kita. Itu akan dilindungi sampai kiamat seperti yang terungkap,” katanya dalam serangkaian tweet.

Pada 21 April, 300 tokoh Perancis terkemuka, termasuk mantan Presiden Nicolas Sarkozy dan mantan Perdana Menteri Manuel Valls menandatangani manifesto yang diterbitkan di harian Perancis Le Parisien. Manifesto menuntut beberapa bagian Al-Quran dihilangkan karena telah memasukkan paham kekerasan dan anti-Semit.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat