... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pentagon Akan Persenjatai 65.000 Pasukan YPG di Suriah, Untuk Apa?

Foto: Milisi YPG, yang dianggap Turki sebagai kelompok pemberontak, telah didukung oleh Rusia dalam perang di Suriah (Foto: Telegraph)

KIBLAT.NET, Washington – Di saat dana bantuan AS untuk krisis Suriah dibekukan, Pentagon justru terus berusaha secara masif menggalang dana untuk operasi militer mereka di negara yang sudah 7 tahun dilanda perang. Dana dalam jumlah besar itu termasuk permintaan Pentagon US$ 300 juta (lebih dari Rp 4 trilyun) untuk pengadaan senjata bagi pasukan mitra Amerika di Suriah.

Anggaran sebesar itu diperkirakan cukup untuk mempersenjatai 65.000 pasukan. Pentagon akan memproyeksikan bantuan militernya kepada unit Pasukan Demokratik Suriah yang dikatakan hampir seluruh anggotanya merupakan milisi Kurdi YPG. Selama beberapa tahun terakhir, program Amerika mempersenjatai milisi YPG merupakan bagian dari operasi militer di Suriah.

Upaya Amerika ini masih terus dilakukan walaupun sebelumnya AS telah berulangkali memberikan jaminan kepada Turki bahwa program mempersenjatai YPG ini bersifat temporer. Sementara kelompok ISIS telah dikalahkan di banyak wilayah di Suriah, maka praktis misi ofensif pasukan YPG sudah tidak lagi diperlukan dalam konteks posisinya sebagai “sekutu andalan” Washington untuk melawan ISIS di Suriah. Yang paling masuk akal, YPG akan menggunakan senjata-senjata tersebut untuk menghadapi invasi Turki di bagian utara Suriah.

Dana US$ 300 juta untuk alokasi bantuan senjata kepada YPG akan ditambah lagi dengan US$ 250 juta lainnya untuk biaya “pengamanan perbatasan” di Suriah. Keduanya masuk ke dalam item Operasi Kontijensi di Luar Negeri (OCO) yang oleh pejabat-pejabat Pentagon akan sangat mudah dimainkan atau disalahgunakan untuk pembiayaan proyek apa saja & atas nama apa saja.

BACA JUGA  Uji Coba Sistem Rudal Baru S-500, Rusia Gunakan Wilayah Suriah

Anggaran militer yang saat ini diklaim Pentagon untuk membiayai perang melawan ISIS nampaknya lebih tepat dianggap untuk mendukung YPG melawan Turki. Karena AS tidak mungkin secara terang-terangan membiayai perang melawan sesama negara anggota NATO. Atau, penggalangan dana oleh Pentagon saat ini hanya sebagai cara untuk menggelembungkan alokasi pembiayaan OCO (Operasi Kontijensi di Luar Negeri).

Sumber: Antiwar
Redaktur: YasinMuslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Abdullah Al-Kurdi, Amir Terakhir Mujahidin Arab Chechnya

Setelah syahidnya Muhannad, rupanya Rusia memanfaatkan hal itu untuk menumpas tuntas jaringan mujahidin Arab. Operasi-operasi khusus terus digelar musuh-musuh Allah ini di area Chechnya.

Ahad, 06/05/2018 21:33 0

Indonesia

Ingin Sukses Jalani Romadhon, Ini Tips Ustadz Oemar Mita

Bulan Romadhon hampir tiba. Ustadz Oemar Mita Lc mengatakan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh istimewa, serta bulan penuh ampunan. Dia juga mengatakan, Ramadhan adalah madrasah (sekolah) ketaatan bagi kaum muslimin.

Ahad, 06/05/2018 19:07 0

Indonesia

Dauroh JITU di Bandung Upaya Kaderisasi Jurnalis Muslim

Jurnalis Islam Bersatu (JITU) cabang Bandung mengadakan dauroh penerimaan anggota baru di Kompleks Pesantren Darut Tauhid, Bandung, Jawa Barat.

Ahad, 06/05/2018 16:38 0

Indonesia

Dikunjungi JITU, Aa Gym Sampaikan Nasehat untuk Para Wartawan

Jurnalis Islam Bersatu (JITU) bersilaturrahim dengan da'i asal Bandung KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Ahad (06/05/2018).

Ahad, 06/05/2018 14:46 0

Opini

Pendidikan Islam Sebagai Obat

Pendidikan sejatinya adalah perubahan pola perilaku amoral menjadi bermoral, negatif menajdi positif, statis menajdi dinamis, apatis menjadi harmonis dan humanis, dan tidak hedonis serta tidak sekularistis.

Sabtu, 05/05/2018 11:20 0

Indonesia

JITU Gelar Daurah Penerimaan Anggota Baru di Bandung

rganisasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) kembali menggelar dauroh penerimaan anggota baru dengan tema 'Menjadi Jurnalis Muslim Berkarakter'.

Sabtu, 05/05/2018 10:48 0

Indonesia

Kemenag Resmi Luncurkan Aplikasi Muslim Go, Ini Fiturnya

Muslim Go, aplikasi mobile penyedia layanan keagamaan dan panduan lengkap telah resmi diluncurkan oleh Kementrian Agama RI.

Sabtu, 05/05/2018 10:10 0

Indonesia

TNI-AU Hancurkan Empat Pesawat Tempur Asing di Natuna

Pangkosekhanudnas I menggerakan empat Pesawat Tempur F-16 untuk melakukan pengejaran dan melakukan komunikasi dengan keempat pesawat asing tersebut.

Sabtu, 05/05/2018 09:34 0

Indonesia

Anaknya Tewas Ikut Acara di Monas, Ibunda Rizky: Saya Mau Usut Tuntas

Ibunda Rizky menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan bagi kematian anak bungsunya.

Jum'at, 04/05/2018 18:00 1

Indonesia

Pertemuan 45 Ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia Digelar 11 Mei

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akhirnya secara resmi mengumumkan tanggal pertemuan tiga negara untuk membahas konflik Afghanistan. Agenda yang telah direncanakan sejak awal Maret itu akan digelar pekan depan pada 11 Mei 2018.

Jum'at, 04/05/2018 17:45 1

Close