... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban: Pasukan AS Jadi Tumbal Donald Trump di Afghanistan

Foto: Presiden AS Donald Trump

KIBLAT.NET, Kunduz – Komandan AS di Afghanistan John Nicholson pernah mengatakan bahwa pasukannya di Afghanistan terkepung dan sulit bergerak di darat karena operasi dan serangan yang dilancarkan oleh pejuang Taliban Afghanistan. Sehingga, pergerakan pasukan AS saat ini terbatas pada operasi dengan helikopter.

Hal ini mengingatkan pola yang diadopsi oleh pasukan AS pada akhir perang Vietnam. Saat itu pasukan harus mengungsi di atap gedung-gedung yang biasa mereka tinggali. Sementara itu, Presiden Afghanistan mengakui bahwa pasukannya tidak akan bertahan lebih dari 6 bulan jika pasukan AS ditarik dari Afghanistan.

Apa di balik cerita ini? Mengapa pasukan AS harus menanggung pengepungan yang menyesakkan dan menderita konsekuensi yang fatal, di mana setiap kali Taliban menemukan peluang, mereka langsung menyerang dan menghancurkan mereka dengan operasi dan serangan martir?

Mengapa Amerika bersikeras untuk tetap tinggal di Afghanistan, meskipun berkali-kali menerima peti mati orang-orang yang paling mereka cintai? Hal inilah yang dijawab oleh Taliban.

“Para pemimpin AS telah menipu rakyatnya. Mereka (pasukan AS) bekerja keras untuk mencapai tujuan dalam perang AS di Afghanistan, yang diklaim untuk memerangi kelompok-kelompok teroris dan melindungi keamanan nasional AS. Tetapi alasan sebenarnya dan penyebab utamanya adalah bahwa mereka materialistis dan telah mejadi budak perut dan keserakahan mereka,” kata Taliban dalam rilisnya.

“Mereka (Amerika) tidak datang ke Afghanistan karena belas kasihan atau kebaikan kepada orang-orang mereka yang tertimpa duka cita. Tidak, mereka datang untuk kekayaan mineral yang terkubur di bawah tanah Afghanistan. Ini adalah salah satu alasan mengapa Trump menolak untuk mundur, karena ia ingin mencuri sumber dayanya dan mencari kompensasi atas semua kerugian yang terjadi di negaranya,” jelas Taliban.

BACA JUGA  Dituduh Anggota ISIS, Empat Bersaudara Afghan Dibunuh Agen CIA

Dalam sebuah laporan New York Times, diungkap fakta bahwa kekayaan mineral adalah alasan di balik ambisi Presiden AS untuk bertahan di Afghanistan.

Menurut Taliban, Trump membahas upaya mengambil kekayaan negara dengan bonekanya di Afghanistan, Muhammad Ashraf Abdul Ghani. Dia bekerja untuk memperkuat ekstraksi mineral-mineral tersebut, mempertimbangkannya sebagai peluang ekonomi dan berpartisipasi dengan perusahaan besar di dalamnya.

Tiga rekan Trump sebenarnya bertemu dengan Michael N. Silver, salah satu pejabat eksekutif dari American Elements Chemical Company, untuk membahas proses ekstraksi logam langka dari sana. Dia juga memiliki DynCorp International, sebuah perusahaan kontraktor militer di mana personel militer yang bekerja di sana akan membantu mengamankan lokasi penggalian.

Para pejabat Amerika pada tahun 2010 memperkirakan nilai dari mineral yang belum dimanfaatkan di Afghanistan sekitar satu triliun dolar. Angka ini saja sudah cukup untuk menggoda Trump agar tetap berada di Afghanistan.

Sumber: Seraamedia
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Pendidikan Islam Sebagai Obat

Pendidikan sejatinya adalah perubahan pola perilaku amoral menjadi bermoral, negatif menajdi positif, statis menajdi dinamis, apatis menjadi harmonis dan humanis, dan tidak hedonis serta tidak sekularistis.

Sabtu, 05/05/2018 11:20 0

Indonesia

JITU Gelar Daurah Penerimaan Anggota Baru di Bandung

rganisasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) kembali menggelar dauroh penerimaan anggota baru dengan tema 'Menjadi Jurnalis Muslim Berkarakter'.

Sabtu, 05/05/2018 10:48 0

Indonesia

Kemenag Resmi Luncurkan Aplikasi Muslim Go, Ini Fiturnya

Muslim Go, aplikasi mobile penyedia layanan keagamaan dan panduan lengkap telah resmi diluncurkan oleh Kementrian Agama RI.

Sabtu, 05/05/2018 10:10 0

Indonesia

TNI-AU Hancurkan Empat Pesawat Tempur Asing di Natuna

Pangkosekhanudnas I menggerakan empat Pesawat Tempur F-16 untuk melakukan pengejaran dan melakukan komunikasi dengan keempat pesawat asing tersebut.

Sabtu, 05/05/2018 09:34 0

Indonesia

Anaknya Tewas Ikut Acara di Monas, Ibunda Rizky: Saya Mau Usut Tuntas

Ibunda Rizky menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan bagi kematian anak bungsunya.

Jum'at, 04/05/2018 18:00 1

Indonesia

Pertemuan 45 Ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia Digelar 11 Mei

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akhirnya secara resmi mengumumkan tanggal pertemuan tiga negara untuk membahas konflik Afghanistan. Agenda yang telah direncanakan sejak awal Maret itu akan digelar pekan depan pada 11 Mei 2018.

Jum'at, 04/05/2018 17:45 1

Indonesia

JK: Masalah Ekonomi dan Politik Bisa Sebabkan Konflik

Jusuf Kalla mengingatkan bahwa berdasarkan pengalaman sejarah Indonesia konflik bisa disebabkan dari masalah ekonomi dan politik.

Jum'at, 04/05/2018 16:48 0

Indonesia

Kupon Makan Monas Berujung Nahas; Cerita Lengkap Ibunda Rizky

Wajah lelah Komariyah (49) masih terlihat jelas. Tatapannya terlihat kosong, merasa terpukul karena putra bungsunya tewas dalam acara pembagian sembako di Monas Sabtu (28/04/2018) lalu.

Jum'at, 04/05/2018 16:24 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Jangan Lupakan Masjid Al-Aqsha

KIBLAT.NET – Khutbah Jumat: Jangan Lupakan Masjid Al-Aqsha. Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjid...

Jum'at, 04/05/2018 15:23 0

Indonesia

Empat Anggota FPI Klaten Dituntut 8 Bulan Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 8 tahun penjara terhadap empat anggota FPI yang ditangkap setelah menggelar razia penyakit masyarakat di sebuah hotel ternama di Klaten.

Jum'at, 04/05/2018 13:20 0

Close