... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jaish-e-Mohammed Imbau Anggota Tingkatkan Serangan di Jammu dan Kashmir

Foto: Wilayah Kashmir yang menjadi persengketaan antara Pakistan dan India

KIBLAT.NET, Karachi – Kelompok jihadis Jaish-e-Mohammed yang berbasis di Pakistan mengimbau kepada anggotanya untuk meningkatkan jihad di wilayah Jammu dan Kashmir.

Dalam pertemuan di Masjid Beteha di kota Karachi, Komandan JeM Mufti Abdul Rauf Asghar mengaku bertanggung jawab atas serangan granat 26 April di kota Tral kecamatan Pulwama di Jammu dan Kashmir.

Selama Daurah Tafsir di masjid tersebut, Rauf juga mengatakan bahwa anggota JeM yang bertempur di Jammu dan Kashmir sedang berdatangan. Pada tanggal 25 April, anggota JeM terlibat dalam pertempuran melawan pasukan India dan gugur sehari setelahnya. Prosesi pemakaman telah dilakukan, sementara tim lain dari JeM meluncurkan serangan untuk membalas pembunuhan para kader pada hari sebelumnya.

Rauf memotivasi kader dan mengatakan kepada mereka untuk tidak melupakan motif sebenarnya dari jihad yang dilangsungkan. “Di medan perang, tidak ada kelangkaan Mujahidin, yang telah menunggu dalam antrian untuk memasuki Jammu dan Kashmir untuk membunuh musuh,” katanya.

Jaish-e-Mohammed diketahui masuk ke dalam daftar organisasi teroris versi AS. JeM memelihara hubungan dekat dengan Taliban dan Al-Qaidah, dan telah melakukan beberapa serangan terutama di Jammu dan Kashmir. Rauf telah meminta anggotanya untuk menyiapkan mental dan fisik untuk bergabung di medan perang.

“Jihad memasuki fase yang sangat berbahaya, di mana musuh akan berusaha untuk menghilangkan Mujahidin dari jauh di dalam lokasi mereka sendiri. Waktu akan datang ketika mujahidin dan yang lainnya harus berlindung di hutan dan merencanakan strategi bertahan hidup,” kata Rauf.

Kashmir, merupakan wilayah mayoritas-Muslim di Himalaya. Wilayah ini diklaim oleh India dan juga Pakistan. Kedua negara itu bahkan terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965, dan 1971 – karena pembagian wilayah pada tahun 1947.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan di Kashmir telah berjuang melawan pemerintah India untuk kemerdekaan secara penuh atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan. Sejauh ini, lebih dari 70.000 warga Kashmir telah terbunuh dalam kekerasan, sebagian besar dari mereka oleh pasukan India.

Sumber: Sify
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Pendidikan Islam Sebagai Obat

Pendidikan sejatinya adalah perubahan pola perilaku amoral menjadi bermoral, negatif menajdi positif, statis menajdi dinamis, apatis menjadi harmonis dan humanis, dan tidak hedonis serta tidak sekularistis.

Sabtu, 05/05/2018 11:20 0

Indonesia

JITU Gelar Daurah Penerimaan Anggota Baru di Bandung

rganisasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) kembali menggelar dauroh penerimaan anggota baru dengan tema 'Menjadi Jurnalis Muslim Berkarakter'.

Sabtu, 05/05/2018 10:48 0

Indonesia

Kemenag Resmi Luncurkan Aplikasi Muslim Go, Ini Fiturnya

Muslim Go, aplikasi mobile penyedia layanan keagamaan dan panduan lengkap telah resmi diluncurkan oleh Kementrian Agama RI.

Sabtu, 05/05/2018 10:10 0

Indonesia

TNI-AU Hancurkan Empat Pesawat Tempur Asing di Natuna

Pangkosekhanudnas I menggerakan empat Pesawat Tempur F-16 untuk melakukan pengejaran dan melakukan komunikasi dengan keempat pesawat asing tersebut.

Sabtu, 05/05/2018 09:34 0

Indonesia

Anaknya Tewas Ikut Acara di Monas, Ibunda Rizky: Saya Mau Usut Tuntas

Ibunda Rizky menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan bagi kematian anak bungsunya.

Jum'at, 04/05/2018 18:00 1

Indonesia

Pertemuan 45 Ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia Digelar 11 Mei

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akhirnya secara resmi mengumumkan tanggal pertemuan tiga negara untuk membahas konflik Afghanistan. Agenda yang telah direncanakan sejak awal Maret itu akan digelar pekan depan pada 11 Mei 2018.

Jum'at, 04/05/2018 17:45 1

Indonesia

JK: Masalah Ekonomi dan Politik Bisa Sebabkan Konflik

Jusuf Kalla mengingatkan bahwa berdasarkan pengalaman sejarah Indonesia konflik bisa disebabkan dari masalah ekonomi dan politik.

Jum'at, 04/05/2018 16:48 0

Indonesia

Kupon Makan Monas Berujung Nahas; Cerita Lengkap Ibunda Rizky

Wajah lelah Komariyah (49) masih terlihat jelas. Tatapannya terlihat kosong, merasa terpukul karena putra bungsunya tewas dalam acara pembagian sembako di Monas Sabtu (28/04/2018) lalu.

Jum'at, 04/05/2018 16:24 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Jangan Lupakan Masjid Al-Aqsha

KIBLAT.NET – Khutbah Jumat: Jangan Lupakan Masjid Al-Aqsha. Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjid...

Jum'at, 04/05/2018 15:23 0

Indonesia

Empat Anggota FPI Klaten Dituntut 8 Bulan Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 8 tahun penjara terhadap empat anggota FPI yang ditangkap setelah menggelar razia penyakit masyarakat di sebuah hotel ternama di Klaten.

Jum'at, 04/05/2018 13:20 0

Close