... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dana Bantuan Dibekukan AS, White Helmets: Kerja Kami Tak Terganggu

Foto: Relawan White Helemts saat beraksi menyelamatkan korban sipil dari serangan udara militer Suriah

KIBLAT.NET, Idlib – White Helmets mengatakan akan terus melakukan kerjanya membantu rakyat Suriah. Kelompok pekerja kemanusiaan itu mengaku tidak terganggu dengan laporan terkait dana bantuannya yang dibekukan AS.

Kepala relawan, yang terdiri dari mantan guru, tukang roti dan warga biasa, mengatakan tidak menerima dana langsung dari AS atau negara lain. “White Helmets menerima dana dari organisasi dan asosiasi,” kata Raed Saleh mengatakan kepada Al Jazeera.

“Pekerjaan kami belum terganggu dan semua proyek yang kami kerjakan tidak akan dihentikan. Para sukarelawan kami masih beroperasi di lapangan,” tambahnya.

Pada hari Kamis (03/05/2018), situs CBS melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri AS, yang menyediakan sekitar sepertiga dari pendanaan White Helmets, telah menempatkan dana bantuan “di bawah tinjauan aktif”.

Bulan lalu, Gedung Putih menginstruksikan Deplu AS untuk membekukan lebih dari $ 200 juta dana bantian yang diperuntukkan sebagai “upaya pemulihan,” sehari setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS akan ditarik dari Suriah “segera”.

Melalui situsnya, White Helmets mengatakan mendapat secara langsung dana bantuan dari Mayday Rescue, sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris, dan Chemonics, sebuah kontraktor pemerintah AS yang bekerja di Rwanda, Honduras dan Maladewa.

“Pertahanan Sipil Suriah baru-baru ini menandatangani kontrak dengan organisasi Turki dan Qatar untuk melaksanakan proyek-proyek baru,” tambah Saleh. “Mereka masih harus diumumkan.”

BACA JUGA  Turki Tambah Kekuatan Militer di Idlib

Berbicara kepada Al Jazeera , seorang anggota White Helmets di Aleppo mengatakan tekanan dana dapat mempengaruhi kerja kemanusiaan kelompok tersebut.

“Ini bisa menjadi masalah besar bagi kami, operasi kami dalam menyelamatkan orang dan (menjaga) kendaraan kami, peralatan,” kata Ismael al-Abdullah, seorang pekerja penyelamat yang berbasis di pedesaan Aleppo.

“Tapi semua relawan dan pusat kami akan terus bekerja dan menyelamatkan orang-orang di seluruh Suriah.”

White Helmets dikenal pada tahun 2012, setelah mereka turun langsung untuk menyelamatkan korban serangan udara Suriah dan Rusia. Meskipun telah menyelamatkan sekitar 100.000 jiwa sejak pecahnya pemberontakan Suriah, dan mendapatkan dua nominasi Hadiah Nobel Perdamaian, kelompok itu telah menjadi target kampanye pembusukan oleh wartawan pro-pemerintah dan media Rusia.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Pendidikan Islam Sebagai Obat

Pendidikan sejatinya adalah perubahan pola perilaku amoral menjadi bermoral, negatif menajdi positif, statis menajdi dinamis, apatis menjadi harmonis dan humanis, dan tidak hedonis serta tidak sekularistis.

Sabtu, 05/05/2018 11:20 0

Indonesia

JITU Gelar Daurah Penerimaan Anggota Baru di Bandung

rganisasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) kembali menggelar dauroh penerimaan anggota baru dengan tema 'Menjadi Jurnalis Muslim Berkarakter'.

Sabtu, 05/05/2018 10:48 0

Indonesia

Kemenag Resmi Luncurkan Aplikasi Muslim Go, Ini Fiturnya

Muslim Go, aplikasi mobile penyedia layanan keagamaan dan panduan lengkap telah resmi diluncurkan oleh Kementrian Agama RI.

Sabtu, 05/05/2018 10:10 0

Indonesia

TNI-AU Hancurkan Empat Pesawat Tempur Asing di Natuna

Pangkosekhanudnas I menggerakan empat Pesawat Tempur F-16 untuk melakukan pengejaran dan melakukan komunikasi dengan keempat pesawat asing tersebut.

Sabtu, 05/05/2018 09:34 0

Indonesia

Anaknya Tewas Ikut Acara di Monas, Ibunda Rizky: Saya Mau Usut Tuntas

Ibunda Rizky menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan bagi kematian anak bungsunya.

Jum'at, 04/05/2018 18:00 1

Indonesia

Pertemuan 45 Ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia Digelar 11 Mei

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akhirnya secara resmi mengumumkan tanggal pertemuan tiga negara untuk membahas konflik Afghanistan. Agenda yang telah direncanakan sejak awal Maret itu akan digelar pekan depan pada 11 Mei 2018.

Jum'at, 04/05/2018 17:45 1

Indonesia

JK: Masalah Ekonomi dan Politik Bisa Sebabkan Konflik

Jusuf Kalla mengingatkan bahwa berdasarkan pengalaman sejarah Indonesia konflik bisa disebabkan dari masalah ekonomi dan politik.

Jum'at, 04/05/2018 16:48 0

Indonesia

Kupon Makan Monas Berujung Nahas; Cerita Lengkap Ibunda Rizky

Wajah lelah Komariyah (49) masih terlihat jelas. Tatapannya terlihat kosong, merasa terpukul karena putra bungsunya tewas dalam acara pembagian sembako di Monas Sabtu (28/04/2018) lalu.

Jum'at, 04/05/2018 16:24 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Jangan Lupakan Masjid Al-Aqsha

KIBLAT.NET – Khutbah Jumat: Jangan Lupakan Masjid Al-Aqsha. Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjid...

Jum'at, 04/05/2018 15:23 0

Indonesia

Empat Anggota FPI Klaten Dituntut 8 Bulan Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 8 tahun penjara terhadap empat anggota FPI yang ditangkap setelah menggelar razia penyakit masyarakat di sebuah hotel ternama di Klaten.

Jum'at, 04/05/2018 13:20 0

Close