... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sudan Kaji Ulang Keterlibatan di Koalisi Pimpinan Saudi

Foto: Pasukan Sudan

KIBLAT.NET, Khortoum – Menteri Pertahanan Sudan, Ali Mohammed Salim, Rabu (02/05), mengatakan bahwa negaranya saat ini sedang mengkaji kembali keterlibatan pasukan Sudan dalam koalisi Arab di Yaman. Hal ini dilakukan menyusul banyak desakan untuk menarik pasukan dari koalisi pimpinan Arab Saudi itu.

Para pejabat Sudan mengatakan kepada wartawan di parlemen bahwa pengkajian ini bertujuan mengetahui aspek negatif dan positif ikut bergabung dalam koalisi Arab. Hasil kajian ini akan dilaporkan sesegera mungkin.

Dia menambahkan bahwa penelitian sedang dipersiapkan oleh Departemen Pertahanan dan Kepala Staf Gabungan. Objek pengkajian mencakup beberapa aspek. Di akhir, pemerintah Sudan akan mengeluarkan keputusan yang mengedepankan kepentingan, keamanan, stabilitas, martabat dan kehormatan negara dan pada saat yang sama memenuhi kewajiban internasional dan regional.

Keputusan Sudan ini muncul di saat meningkatnya desakan di internal Sudan untuk menarik pasukan dari koalisi Arab.

Surat kabar “Akhbar Al-Youm” mengutip dari sejumlah sumber yang disebutnya terpercaya bahwa kemungkinan besar Sudan akan menarik pasukannya dari koalisi Arab.

Sumber-sumber ini meringkas alasan-alasan yang mendorong hal itu, di antranya perang yang tak kunjung usai, biaya kemanusiaan yang tinggi dan kerugian besar di semua tingkatan.

Di antara alasan lain, apa yang digambarkan oleh sumber-sumber ini sebagai kegagalan negara-negara koalisi–terutama Arab Saudi– dalam membantu krisis ekonomi di Sudan. Koalisi juga tidak membayar gaji pasukan Sudan, serta upaya-upaya negara koalisi melemahkan pasukan perlawanan Yaman dan bahkan melemahkannya.

BACA JUGA  AS Sanksi Pemimpin Kelompok Jihadis Mali Front Pembebasan Macina

Dalam konteks ini, blok “kekuatan perubahan” di Majelis Nasional Sudan (parlemen) meminta Presiden Omar al-Bashir untuk menarik pasukannya dari Yaman dengan alasan jumlah korban tewas dan luka-luka di barisan tentara Sudah sudah mencapai ratusan. Mereka tewas dalam perang yang tidak menguntungkan negara.
Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Berkunjung Ke PBNU, Grand Syaikh Al-Azhar: Jangan Benci Arab

Grand Syaikh Al Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb berpesan tidak boleh membenci Arab, karena Nabi Muhammad adalah orang Arab

Rabu, 02/05/2018 23:03 0

Indonesia

Bicara Islam Wasathiyah Indonesia, Ketua PP Muhammadiyah Cerita Piagam Jakarta

Ketua Bidang Tarjih, Tajdid dan Tabligh PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas menceritakan Piagam Jakarta di KTT Islam Wasathiyah

Rabu, 02/05/2018 22:34 0

Indonesia

AILA Sarankan Menteri PPPA Bertanya Ulama Sebelum Kerjasama dengan Iran

Indonesia memiliki perbedaan dengan Iran terkait kultur, sosial, politik, dan pandangan keagamaan

Rabu, 02/05/2018 21:22 0

Suara Pembaca

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Rabu, 02/05/2018 20:37 0

Indonesia

Timbulkan Korban Jiwa, Bagi-bagi Sembako di Monas Dinilai Kontra Revolusi Mental

"Justeru kontra produktif membuat mental masyarakat menjadi mental belas kasihan

Rabu, 02/05/2018 19:55 0

Indonesia

Ustaz Bachtiar Nasir Bantah Omongan Wapres Iran Soal Sunni-Syiah

Ustaz Bachtiar Nasir membantah pernyataan Wakil Presiden IranMasoumeh Ebtekar soal Sunni-Syiah

Rabu, 02/05/2018 19:20 0

Indonesia

Sosok Syaikh Yusuf Al-Makassari di Mata Ulama Afrika Selatan

Presiden Dewan Peradilan Muslim Afrika Selatan, Syaikh Irfan Ibrahim mengungkapkan bahwa di negara asalnya sosok Syaikh Yusuf Al-Makassari adalah seorang pejuang dan dai sejati.

Rabu, 02/05/2018 19:00 0

Indonesia

Alfian Tanjung Sebut Tiga Kelalaian yang Bisa Membuat PKI Bangkit

Tiga kelalaian yang membuat PKI bangkit menurut Alfian Tanjung

Rabu, 02/05/2018 17:57 0

Indonesia

Waspadai 5 Motif Penculikan Anak

KPAI mengungkap lima motif dalam kasus penculikan anak

Rabu, 02/05/2018 16:52 0

Indonesia

Grand Syaikh Al-Azhar Sindir Salafi Hingga Sufi di KTT Islam Wasathiyah

"Ada Salafi, Sufi, Modernis, Takfiri dan mereka beranggapan merekalah yang paling benar"

Rabu, 02/05/2018 15:31 1

Close