... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Qatar Dukung Keputusan Maroko Akhiri Hubungan dengan Iran

Foto: Bendera Qatar (foto: CNN)

KIBLAT.NET, Doha – Pemerintah Qatar mendukung sikap Maroko memutus hubungan diplomatik dengan Iran. Pemutusan hubungan ini merupakan bentuk menjaga kesatuan negara.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita resmi Qatar pada Selasa malam (01/05), Doha mengatakan, “kami menyatakan solidaritas yang mendalam dan penuh kepada Kerajaan Maroko dalam menjaga integritas dan keutuhan wilayah, dalam menghadapi setiap upaya merusak persatuan atau menargetkan keamanan Kerajaan Maroko dan keselamatan warganya.”

Pernyataan itu menambahkan, Qatar menekankan pentingnya menghormati prinsip-prinsip yang mengatur hubungan antara Negara, terutama menghormati kedaulatan negara dan tidak mencampuri urusan internal negara lain serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan cara-cara damai dan metode yang diakui secara internasional.”

Maroko mengumumkan memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada Selasa. Iran dituduh berkoordinasi dengan milisi Syiah Hizbullah Lebanon untuk mendukung gerakan Partai Polisario di wilayah Sahara Barat.

Partai Polisario adalah organisasi pergerakan kemerdekaan Sahara Barat yang didirikan pada 10 Mei 1973. Pergerakan ini berupaya mendirikan negara untuk penduduk Sahara Barat, yang dijuluki dengan nama Sahrawi. Awalnya pergerakan ini didasarkan pada asas-asas sosialisme, namun semenjak tahun 1990 mereka mengikuti asas liberalisme dan demokrasi.

Semenjak tahun 1979, Polisario diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai perwakilan bangsa Sahara Barat. Pergerakan ini dilarang di wilayah Sahara Barat yang dikuasai oleh Maroko, dan mengangkat benderanya dianggap ilegal.

Menteri Luar Negeri Maroko, Nashir Bourita, mengaskan kepada Al-Jazeera bahwa putusan itu dikeluarkan setelah negara mendapat bukti bahwa Hizbullah Lebanon mendukung dana, logistik dan militer terhadap Partai Polisario. Dia menunjukkan, pihaknya telah meminta Dubes Iran untuk Maroko untuk pulang.

Hubungan antara Maroko dan Iran kembali normal pada akhir 2016 setelah tujuh tahun kerenggangan menyusul sikap tegas Maroko terhadap Teheran yang berupaya menyebar paham Syiah di negara tersebut.

Sengketa wilayah Sahara dimulai pada tahun 1975 setelah berakhirnya pendudukan Spanyol dan kehadirannya di wilayah itu, mengubah perselisihan antara Maroko dan Polisario menjadi konflik bersenjata yang berlangsung hingga 1991 dengan penandatanganan perjanjian gencatan senjata.

Maroko bersikeras pada haknya untuk wilayah Sahara, dan mengusulkan solusi otonomi diperpanjang di bawah kedaulatannya, pada saat Front Polisario mengatur referendum untuk penentuan nasib sendiri, proposal yang didukung oleh Aljazair, yang menjadi tuan rumah di wilayahnya (Tindouf).

Sumber: CNN Arabic, Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Berkunjung Ke PBNU, Grand Syaikh Al-Azhar: Jangan Benci Arab

Grand Syaikh Al Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb berpesan tidak boleh membenci Arab, karena Nabi Muhammad adalah orang Arab

Rabu, 02/05/2018 23:03 0

Indonesia

Bicara Islam Wasathiyah Indonesia, Ketua PP Muhammadiyah Cerita Piagam Jakarta

Ketua Bidang Tarjih, Tajdid dan Tabligh PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas menceritakan Piagam Jakarta di KTT Islam Wasathiyah

Rabu, 02/05/2018 22:34 0

Indonesia

AILA Sarankan Menteri PPPA Bertanya Ulama Sebelum Kerjasama dengan Iran

Indonesia memiliki perbedaan dengan Iran terkait kultur, sosial, politik, dan pandangan keagamaan

Rabu, 02/05/2018 21:22 0

Suara Pembaca

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Rabu, 02/05/2018 20:37 0

Indonesia

Timbulkan Korban Jiwa, Bagi-bagi Sembako di Monas Dinilai Kontra Revolusi Mental

"Justeru kontra produktif membuat mental masyarakat menjadi mental belas kasihan

Rabu, 02/05/2018 19:55 0

Indonesia

Ustaz Bachtiar Nasir Bantah Omongan Wapres Iran Soal Sunni-Syiah

Ustaz Bachtiar Nasir membantah pernyataan Wakil Presiden IranMasoumeh Ebtekar soal Sunni-Syiah

Rabu, 02/05/2018 19:20 0

Indonesia

Sosok Syaikh Yusuf Al-Makassari di Mata Ulama Afrika Selatan

Presiden Dewan Peradilan Muslim Afrika Selatan, Syaikh Irfan Ibrahim mengungkapkan bahwa di negara asalnya sosok Syaikh Yusuf Al-Makassari adalah seorang pejuang dan dai sejati.

Rabu, 02/05/2018 19:00 0

Indonesia

Alfian Tanjung Sebut Tiga Kelalaian yang Bisa Membuat PKI Bangkit

Tiga kelalaian yang membuat PKI bangkit menurut Alfian Tanjung

Rabu, 02/05/2018 17:57 0

Indonesia

Waspadai 5 Motif Penculikan Anak

KPAI mengungkap lima motif dalam kasus penculikan anak

Rabu, 02/05/2018 16:52 0

Indonesia

Grand Syaikh Al-Azhar Sindir Salafi Hingga Sufi di KTT Islam Wasathiyah

"Ada Salafi, Sufi, Modernis, Takfiri dan mereka beranggapan merekalah yang paling benar"

Rabu, 02/05/2018 15:31 0

Close