... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Guntur Romli Tanya Soal Agama dan Politik, Begini Jawaban Syaikh Al-Azhar

Foto: Caleg Partai Solidaritas Indonesia, Muhammad Guntur Romli.

KIBLAT.NET, Jakarta – Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muhammad Guntur Romli bertanya kaitan agama dan politik kepada Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb. Pertanyaan itu langsung dijawab ringkas oleh Syaikh Thayeb.

“Agama merupakan sesuatu yang memperbaiki politik,” jawabnya saat berada di kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (02/05/2018).

Sementara itu, aktivis Islam liberal Zuhairi Misrawi juga memberikan pertanyaan hampir serupa kepada Petinggi Universitas Al-Azhar Kairo itu. Dia menanyakan perihal orang-orang yang menggunakan agama sebagai alat politik. Jawaban Syaikh tegas dan spesifik.

“Itu harus dihilangkan. Jangan sampai agama digunakan untuk politik sesaat,” kata Syaikh Thayeb.

Sebelumnya, Syaikh Thayeb mengadakan pertemuan dengan pimpinan PBNU yang digelar seusai waktu Maghrib di ruang pertemuan lantai 8 Kantor PBNU. Kedatangan Syaikh Thayeb disambut oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, yang ditemani oleh wakilnya Marsudi Syuhud.

Sejumlah tokoh juga nampak hadir dalam pertemuan itu, salah satunya Prof. Quraish Shihab. Dalam undangan yang beredar, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dijadwalkan hadir dalam pertemuan itu. Namun, sepanjang acara berlangsung pemimpin tertinggi di NU itu tak terlihat di lokasi acara.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Al-Shabab, Gerakan Paling Banyak Gelar Operasi di Benua Afrika

Al-Shabab telah meluncurkan sebanyak 3.000 kali serangan dalam setahun.

Kamis, 03/05/2018 10:30 0

Suriah

Sel Pembunuh Misterius Masih Berkeliaran di Idlib

Berdasarkan data yang dikumpulkan, target utama pembunuhan itu para dokter, apoteker, wartawan, tukang emas, warga sipil dan pejuang oposisi.

Kamis, 03/05/2018 09:24 0

Qatar

Qatar Dukung Keputusan Maroko Akhiri Hubungan dengan Iran

Partai Polisario adalah organisasi pergerakan kemerdekaan Sahara Barat yang didirikan pada 10 Mei 1973. Pergerakan ini berupaya mendirikan negara untuk penduduk Sahara Barat, yang dijuluki dengan nama Sahrawi. Awalnya pergerakan ini didasarkan pada asas-asas sosialisme, namun semenjak tahun 1990 mereka mengikuti asas liberalisme dan demokrasi.

Kamis, 03/05/2018 09:04 0

Afrika

Sudan Kaji Ulang Keterlibatan di Koalisi Pimpinan Saudi

Koalisi juga tidak membayar gaji pasukan Sudan, serta upaya-upaya negara koalisi melemahkan pasukan perlawanan Yaman dan bahkan melemahkannya.

Kamis, 03/05/2018 08:24 0

Suriah

Idlib Dalam Sebulan: 753 Serangan Udara, 100 Tewas dan 1.162 Terluka

Relawan White Helmets juga menggelar sebanyak 737 operasi pelayanan, menangani 1.186 kasus kecelakaan di jalan, 54 kali operasi pemadaman kebaran dan 267 kali membersihkan sisa-sial roket dan ranjau.

Kamis, 03/05/2018 07:41 0

Afrika

Pasca Seruan Pemilu Dini, Kantor KPU Libya Diserang

Dua penyerang berhasil masuk dan memberondong setiap orang yang ada di dalamnya.

Kamis, 03/05/2018 06:46 0

Suara Pembaca

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Rabu, 02/05/2018 20:37 0

Amerika

Tak Ingin Ada Korban Militer, AS Kembangkan Kendaraan Tempur Self-Driving

Militer AS juga sedang mengembangkan teknologi serupa untuk tank tak berawak dan kendaraan kecil yang dapat melucuti bom.

Rabu, 02/05/2018 17:00 0

Asia

Dituduh Terlibat Kasus Bom, 6 Warga Pattani Divonis Mati

Pengadilan Provinsi Pattani memvonis mati enam orang yang dituduh terlibat kasus pengeboman di Pattani, Thailand selatan dua tahun lalu. Sementara empat orang lainnya divonis penjara seumur hidup. 

Rabu, 02/05/2018 16:30 0

Afghanistan

Satu Lagi Tentara AS Tewas di Afghanistan

Seorang tentara AS dilaporkan tewas tertembak di Afghanistan di sebuah distrik di timur Kabul.

Rabu, 02/05/2018 15:55 0

Close