... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ancam Kebebasan Pers, Pemerintah Didesak Revisi Sejumlah Regulasi

Foto: Logo Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam Indeks Kebebasan Pers 2018, posisi Indonesia sama seperti di tahun sebelumnya, yaitu di angka 124. Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Abdul Manan mengatakan, faktor penting sebagai penyebab stagnannya peringkat Indonesia adalah karena iklim hukum, politik dan ekonomi yang kurang mendukung bagi kebebasan pers.

“Iklim hukum antara lain karena masih adanya sejumlah regulasi yang mengancam kemerdekaan pers seperti Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elekktronik,” kata Abdul Manan kepada wartawan di Kawasan Cikini, Jakarta pada Kamis (03/05/2018).

Sementara itu, situasi kebebasan pers dunia sendiri pada tahun 2018 tak cukup menggembirakan bagi jurnalis dan pekerja media pada umumnya. Hal itu dicatat oleh lembaga internasional yang bergerak di bidang advokasi kasus kekerasan terhadap jurnalis, Reporters Without Borders (RSF), dalam Indeks Kemerdekaan Pers Dunia 2018 dengan tema “Hatred of Journalism Threatens Democracies.”

RSF mengungkapkan bahwa tren yang terjadi adalah permusuhan terhadap media, termasuk oleh pemimpin pemerintahan yang terpilih secara demokratis.

Meski pemerintah telah merevisi UU ITE pada 2016 lalu, kata Manan, AJI tetap menyayangkan dipertahankannya pasal pidana dalam UU ITE.

“Pemerintah dan DPR-RI juga merevisi KUHP, namun celakanya mereka tidak mendengar aspirasi komunitas pers karena pasal-pasal pemidanaan ini masih dipertahankan,” ungkapnya.

“Kalau pun revisi dilakukan, secara regulasi kita masih menyediakan banyak pasal yang bisa memenjarakan wartawan. Dan itu tidak baik bagi peringkat Indeks Kebebasan Pers kita,” imbuhnya.

BACA JUGA  Alat Deteksi Dini Guncangan Gempa Bumi Pemberian Jepang Dipasang di Pandeglang

AJI yang tergabung dalam Koalisi Kebebasan Berekspresi dan Kebebasan Pers menolak RUU KUHP mengaku telah mendesak supaya pasal pemidanaan dihapuskan dalam sistem hukum di Indonesia.

“Bukannya tidak mau ada proses hukum atas wartawan yang melakukan kesalahan. Tapi kita punya Undang-Undang Pers yang menyediakan instrumen penyelesaian jika ada sengketa pemberitaan,” tutur Manan.

“Jika nantinya ada yang tidak tercover oleh undang-undang pers kan masih dimungkinkan untuk digugat secara perdata,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pesawat Tempurnya Jatuh di Suriah, Rusia: Ditabrak Burung

Pesawat tempur Rusia jatuh di lepas pantai Jebel, di provinsi Suriah Latakia. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi tewasnya dua pilot pesawat di dalamnya.

Kamis, 03/05/2018 17:24 0

Pakistan

Pakistan Buka Kembali Jalur Perdagangan Kunci dengan Afghanistan

Setelah empat tahun, Pakistan secara resmi membuka kembali jalur perdagangan Ghulam Khan.

Kamis, 03/05/2018 17:05 0

Afrika

Al-Shabab, Gerakan Paling Banyak Gelar Operasi di Benua Afrika

Al-Shabab telah meluncurkan sebanyak 3.000 kali serangan dalam setahun.

Kamis, 03/05/2018 10:30 0

Suriah

Sel Pembunuh Misterius Masih Berkeliaran di Idlib

Berdasarkan data yang dikumpulkan, target utama pembunuhan itu para dokter, apoteker, wartawan, tukang emas, warga sipil dan pejuang oposisi.

Kamis, 03/05/2018 09:24 0

Qatar

Qatar Dukung Keputusan Maroko Akhiri Hubungan dengan Iran

Partai Polisario adalah organisasi pergerakan kemerdekaan Sahara Barat yang didirikan pada 10 Mei 1973. Pergerakan ini berupaya mendirikan negara untuk penduduk Sahara Barat, yang dijuluki dengan nama Sahrawi. Awalnya pergerakan ini didasarkan pada asas-asas sosialisme, namun semenjak tahun 1990 mereka mengikuti asas liberalisme dan demokrasi.

Kamis, 03/05/2018 09:04 0

Afrika

Sudan Kaji Ulang Keterlibatan di Koalisi Pimpinan Saudi

Koalisi juga tidak membayar gaji pasukan Sudan, serta upaya-upaya negara koalisi melemahkan pasukan perlawanan Yaman dan bahkan melemahkannya.

Kamis, 03/05/2018 08:24 0

Suriah

Idlib Dalam Sebulan: 753 Serangan Udara, 100 Tewas dan 1.162 Terluka

Relawan White Helmets juga menggelar sebanyak 737 operasi pelayanan, menangani 1.186 kasus kecelakaan di jalan, 54 kali operasi pemadaman kebaran dan 267 kali membersihkan sisa-sial roket dan ranjau.

Kamis, 03/05/2018 07:41 0

Afrika

Pasca Seruan Pemilu Dini, Kantor KPU Libya Diserang

Dua penyerang berhasil masuk dan memberondong setiap orang yang ada di dalamnya.

Kamis, 03/05/2018 06:46 0

Suara Pembaca

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Rabu, 02/05/2018 20:37 0

Amerika

Tak Ingin Ada Korban Militer, AS Kembangkan Kendaraan Tempur Self-Driving

Militer AS juga sedang mengembangkan teknologi serupa untuk tank tak berawak dan kendaraan kecil yang dapat melucuti bom.

Rabu, 02/05/2018 17:00 0

Close