Al-Shabab, Gerakan Paling Banyak Gelar Operasi di Benua Afrika

KIBLAT.NET, Mogadishu – Harian Kenya, Daily Nation, baru-baru ini mengungkapkan bahwa Gerakan Al-Shabab Mujahidin menjadi gerakan yang paling banyak melakukan serangan di benua Afrika. Tak hanya di dalam Somalia, gerakan yang diyakini berafiliasi kepada Organisasi Al-Qaidah itu juga beroperasi di luar negara-negara tetangga.

Seperti dilansir dari porta Somalia, Al-Somal Al-Jadid, pada Rabu (02/05), harian tersebut menunjukkan pernyataan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) yang menyebutkan bahwa Al-Shabab meningkatkan serangan dan operasi dalam 12 bulan terakhir. Target serangan itu berada di wilayah Kenya dan Somalia.

Menurut data Pentagon, Al-Shabab telah menewaskan 4.834 orang dan meluncurkan sebanyak 3.000 kali serangan dalam setahun.

Pentagon mengungkapkan bahwa gerakan tersebut memiliki kemampuan melakukan serangan di wilayah Tanduk Afrika. Mereka juga memiliki pejuang-pejuang setia dan ketahanan ekonomi meskipun AS meningkatkan serangannya terhadap gerakan ini sejak awal tahun 2017.

Dalam konteks lain, negara-negara donor Somalia menyeru reformasi tentara di negara itu. Seruan ini menyusul rencana penarikan pasukan Uni Afrika dari negara tersebut pada 2020 mendatang.

Reformasi itu perlu mengingat banyak korupsi di internal militer. Akibatnya, kekuatan militer pemerintah rapuh dan tidak mampu menghadapi Al-Shabab.

Sumber: alsomal.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat