... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ustaz Bachtiar Nasir Bantah Omongan Wapres Iran Soal Sunni-Syiah

Foto: Wakil Presiden Iran untuk Urusan Keluarga dan Wanita, Masoumeh Ebtekar dan Ustadz Bachtiar Nasir

KIBLAT.NET, Bogor – Wakil Presiden Iran untuk Urusan Keluarga dan Wanita, Masoumeh Ebtekar hadir dalam Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Cendekiawan dan Ulama Islam di Bogor. Dia sempat berbicara tentang konsepsi Islam Wasathiyah.

Di sela agenda KTT, Ebtekar sempat menanggapi pertanyaan dari wartawan. Saat ditanya awak media perihal Sunni-Syiah di negaranya, wakil presiden perempuan itu mengklaim tak terjadi konflik antara Ahlussunnah dan Ayiah di negaranya.

“Saya tidak berpikir bahwa kita memiliki konflik antara Sunni dan Syiah. Kita sudah hidup dalam waktu lama, kami punya negara, kami memiliki Sunni dan Syiah yang tinggal di Iran, tinggal bersama dalam bagian berbeda,” ungkapnya pada Selasa (01/04/2018) di Hotel Novotel, Bogor.

Setelah mengeluarkan pernyataan itu, Ebtekar tak bersedia menanggapi pertanyaan lanjutan dari wartawan. Perlu diketahui, Ebtekar merupakan Wakil Presiden Iran, negara yang warga negaranya didominasi oleh penganut Syiah. Paham wilayatul faqih Syiah diterapkan dalam sistem ketata negaraan Iran, dan pemimpin sprititual tertinggi Syiah menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di negara itu.

Pandangan Ebtekar tersebut dibantah oleh Ustaz Bachtiar Nasir. Menurutnya, Sunni dan Syiah tak akan pernah dapat bertemu dari sisi aqidah. Sehingga, Iran tidak perlu mengenalkan Syiah ke Indonesia.

“Buat di Iran mungkin cocok. Tapi jangan dibawa ke Indonesia karena akan jadi masalah. Sudahlah, kalau memang Anda menganggap kami tidak masalah, ya sudahlah tidak usah dakwahkan Syiah ke Indonesia. Kami pun tidak mendakwahkan Sunni ke negara Anda,” jelas UBN.

BACA JUGA  Dituduh Radikal, Dikeluarkan dari Kampus, Mahasiswa Ini Malah Dibanjiri Tawaran Kerja

Pimpinan AQL Islamic Center itu mengeaskan Sunni-Syiah tak akan bertemu dan pembahasan terkait hal itu selama ini hanya sampai dalam pembicaraan di konferensi internasional saja. Ustadz Bachtiar menuturkan ulama internasional Syaikh Yusuf Al Qardhawi pernah mendirikan Lajnah Taqrib untuk mendekatkan antara Sunni dan Syiah. Namun, usaha itu berakhir sia-sia. Syaikh Al Qardhawi pun menyimpulkan selama syiah masih terus mempertahankan taqiyah dan tetap menghina sahabat maka mustahil ada pendekatan antara keduanya.

“Itu paling ujungnya di konferensi Internasional. Paling mengerucutnya di situ,” tandasnya.

Sementara, jika melihat catatan akan terlihat jelas kekejaman rezim Syiah Iran terhadap kalangan Sunni. Pada Desember 2015, misalnya, sebanyak 27 aktivitas Ahlussunnah dijatuhi hukuman mati karena menyelenggarakan kegiatan pendidikan agama dan Al-Qur’an. Aktivitas itulah disebut rezim sebagai bentuk provokasi pemberontakan kepada pemerintah Iran.

Selain itu di awal Agustus 2016, puluhan aktivis Sunni dieksekusi mati oleh rezim Iran. Tuduhan yang dialamatkan kepada mereka antara lain melawan pemerintah, menjadi anggota Salafi, melakukan kerusakan dan memerangi Allah dan Rasulnya. Tuduhan-tuduhan tersebut kerap diarahkan kepada warga Ahlussunnah. Eksekusi tersebut mengundang kecaman tokoh Ahlussunnah dunia.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Tak Ingin Ada Korban Militer, AS Kembangkan Kendaraan Tempur Self-Driving

Militer AS juga sedang mengembangkan teknologi serupa untuk tank tak berawak dan kendaraan kecil yang dapat melucuti bom.

Rabu, 02/05/2018 17:00 0

Asia

Dituduh Terlibat Kasus Bom, 6 Warga Pattani Divonis Mati

Pengadilan Provinsi Pattani memvonis mati enam orang yang dituduh terlibat kasus pengeboman di Pattani, Thailand selatan dua tahun lalu. Sementara empat orang lainnya divonis penjara seumur hidup. 

Rabu, 02/05/2018 16:30 0

Afghanistan

Satu Lagi Tentara AS Tewas di Afghanistan

Seorang tentara AS dilaporkan tewas tertembak di Afghanistan di sebuah distrik di timur Kabul.

Rabu, 02/05/2018 15:55 0

Opini

“Islam” Washatiyah Ala Abu Thalib

KIBLAT.NET – Para “tokoh” agama, mufti dan cendekiawan dari 43 negara berkumpul di Bogor (01/05)....

Rabu, 02/05/2018 12:30 0

Amerika

Trump Akan Hadiri Pembukaan Kedutaan AS di Al-Quds

pernyataan itu diungkapkan dari Gedung Putih. Dia tidak memberi keterangan lebih lanjut.

Rabu, 02/05/2018 10:56 0

Video Kajian

Sejarah Kejahatan Barat terhadap Umat Islam

KIBLAT.NET – Sejarah Kejahatan Barat terhadap Umat Islam. Dalam sejarah, Thomas Edward Lawrence, perwira Inggris...

Rabu, 02/05/2018 10:08 0

Suriah

Laporan HAM: 408 Sipil Suriah Terbunuh Sepanjang April 2018

Jaringan HAM mengatakan bahwa jumlah korban di bulan April menurun tajam.

Rabu, 02/05/2018 09:59 0

Amerika

Pentagon: Kami Tak Akan Tinggalkan Suriah Sementara Perang Berlanjut

“Anda memenangkan pertempuran kemudian Anda memenangakan kedamaian,” ujarnya kepada media.

Rabu, 02/05/2018 09:22 0

Mesir

Jika Tiga Syarat Ini Terpenuhi, IM Siap Negosiasi dengan Al-Sisi

Munir menjelaskan, tiga syarat itu adalah negosiasi harus digelar langsung dengan orang-orang yang bertanggung jawab, bukan delegasi. Pembicaraan harus melibatkan seluruh oposisi rezim Al-Sisi. Sebelum negosiasi digelar, seluruh tahanan politik harus dibebaskan, termasuk Muhammad Mursi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis.

Rabu, 02/05/2018 08:39 0

Manhaj

3 Faktor Keberhasilan Generasi Sahabat Keluar dari Masa Jahiliyah

Sejatinya, kunci perubahan utama yang dilakukan para sahabat tidak lepas dari Al-Quran dan hadis sebagai pedoman utama dalam hidup mereka. Ia menjadi sumber materi pokok dalam membentuk karakter seorang muslim, membina jamaah dan mengatur negara. Para sahabat dipilih oleh Allah sebagai potret ideal generasi muslim dalam memperjuangkan Islam. Ketika mereka menerapkan nilai-nilai Islam seutuhnya dalam hidup mereka, maka kemenangan itu pun bisa mereka capai dengan sempurna.”

Rabu, 02/05/2018 07:53 0

Close