... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Ingin Ada Korban Militer, AS Kembangkan Kendaraan Tempur Self-Driving

Foto: Tank militer AS, M1 Abrams

KIBLAT.NET, Washington – Wakil menteri pertahanan untuk penelitian dan rekayasa AS, Michael Griffin menyatakan bahwa Angkatan darat Amerika Serikat sedang mengembangkan kendaraan tanpa pengemudi (self-driving). Ia juga mengatakan, kendaraan tersebut akan dioperasikan di medan pertempuran.

“Kami akan memiliki kendaraan self-driving untuk Angkatan Darat, sebelum kami memiliki mobil self-driving di jalanan,” kata Griffin kepada anggota parlemen beberapa waktu lalu.

Dikutip dari Foxnews, alasan besar Pentagon untuk mengembangkan kendaraan self driving dikarenakan risiko tinggi yang dihadapi tentara ketika berkendara ke zona tempur. Griffin mencatat dalam kesaksiannya bahwa 52 persen dari semua kecelakaan di medan perang disebabkan ketika dalam pengiriman bahan bakar, makanan, atau persediaan lainnya.

“Anda dalam posisi yang sangat rentan ketika Anda melakukan aktivitas semacam itu,” terang Griffin.

Di sisi lain, mobil tanpa pengemudi (self-driving) baru-baru ini telah menyebabkan seorang wanita di Arizona tertabrak saat diuji coba. Perusahaan yang menguji coba kendaraan tersebut ialah Uber. Kecelakaan itu pun menyebabkan beberapa perusahaan yang ada untuk menangguhkan semua pengujian kendaraan self-driving mereka.

Selain itu, militer AS juga sedang mengembangkan teknologi serupa untuk tank tak berawak dan kendaraan kecil yang dapat melucuti bom. Nantinya, kendaraan ini diharapkan bisa dikendalikan dari jarak jauh. Angkatan Darat AS sudah memiliki rencana untuk memulai pengujian dalam lima tahun ke depan terkait tank yang bisa dikendalikan dari jarak jauh dan juga memiliki jumlah senjata yang sama dengan tank M1 Abrams.

BACA JUGA  Trump Batalkan Negosiasi Damai AS dengan Taliban

Reporter: Afriza DS
Sumber: Foxnews

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Waspadai 5 Motif Penculikan Anak

KPAI mengungkap lima motif dalam kasus penculikan anak

Rabu, 02/05/2018 16:52 0

Indonesia

Grand Syaikh Al-Azhar Sindir Salafi Hingga Sufi di KTT Islam Wasathiyah

"Ada Salafi, Sufi, Modernis, Takfiri dan mereka beranggapan merekalah yang paling benar"

Rabu, 02/05/2018 15:31 0

Indonesia

Pledoi Alfian Tanjung: PKI Terus Bergerak, Simpatisannya Tak Kenal Bubar

"Memang PKI terus bergerak, karena kader PKI, warga PKI dan simpatisan tidak menggenal bubar atau mati, yang mereka pahami adalah pasang naik dan pasang surut"

Rabu, 02/05/2018 14:39 0

Indonesia

Soal Pemberdayaan Perempuan, Menteri Yohana Sebut Indonesia Perlu Belajar dari Iran

Yohana mengatakan bahwa menurut keterangan Masoumeh, perempuan di Iran lebih maju dari Indonesia. Ia menyebutkan bahwa banyak gebrakan-gebrakan wanita Iran yang membuatnya terinspirasi.

Rabu, 02/05/2018 13:49 0

Indonesia

Bachtiar Nasir: Ada Perbedaan Ideologis, Sunni-Syiah Mustahil Bersatu

Bachtiar Nasir menegaskan selama taqiyah dan penghinaan terhadap sahabat masih dilakukan oleh kelompok syiah, maka mustahil akan ada persatuan.

Rabu, 02/05/2018 13:36 0

Indonesia

Saburmusi Soroti Soal Pesangon Buruh di Indonesia

Sekjen Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Saburmusi), Eko Darwanto mengaku tidak berharap besar pada sistem perburuhan di Indonesia saat ini. Menurutnya, masih ada aturan yang memberatkan buruh, misalnya soal pesangon.

Rabu, 02/05/2018 13:30 0

Indonesia

Pledoi Alfian Berisi Seputar Kejanggalan dan Fakta Persidangan

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mengajukan tuntutan 3 tahun penjara kepada Alfian Tanjung. Selain penjara, Alfian dituntut denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara.

Rabu, 02/05/2018 12:47 0

Opini

“Islam” Washatiyah Ala Abu Thalib

KIBLAT.NET – Para “tokoh” agama, mufti dan cendekiawan dari 43 negara berkumpul di Bogor (01/05)....

Rabu, 02/05/2018 12:30 0

Indonesia

Bocah Tewas Saat Acara Bagi Sembako di Monas, Ketua RW: Dia Pegang Kupon

"Kami sudah ingatkan agar tidak datang, dan berhati-hati ketika ada yang menyebar kupon dan undangan dari pihak yang tidak dikenal. Tapi memang mungkin panitia pinter atau gimana malah menggunakan warga setempat untuk menyebarkan kupon."

Rabu, 02/05/2018 11:37 0

Indonesia

KAMMI: Sampai Kapan Kita Menjadi Asing di Negeri Sendiri?

Peraturan Presiden (Perpres) No 20 tahun 2018 tentang TKA disinyalir akan mempermudah masuknya tenaga kerja asing kasar ke Indonesia.

Rabu, 02/05/2018 10:54 0

Close