... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Maroko Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Ada Apa?

KIBLAT.NET, Rabat – Pemerintah Maroko mengumumkan memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada Selasa (01/05). Iran dituduh berkoordinasi dengan milisi Syiah Hizbullah Lebanon untuk mendukung gerakan Partai Polisario di wilayah Sahara Barat.

Partai Polisario adalah organisasi pergerakan kemerdekaan Sahara Barat yang didirikan pada 10 Mei 1973. Pergerakan ini berupaya mendirikan negara untuk penduduk Sahara Barat, yang dijuluki dengan nama Sahrawi. Awalnya pergerakan ini didasarkan pada asas-asas sosialisme, namun semenjak tahun 1990 mereka mengikuti asas liberalisme dan demokrasi.

Semenjak tahun 1979, Polisario diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai perwakilan bangsa Sahara Barat. Pergerakan ini dilarang di wilayah Sahara Barat yang dikuasai oleh Maroko, dan mengangkat benderanya dianggap ilegal.

Menteri Luar Negeri Maroko, Nashir Bourita, mengaskan kepada Al-Jazeera bahwa putusan itu dikeluarkan setelah negara menerima bukti Hizbullah Lebanon mendukung dana, logistik dan militer terhadap Partai Polisario. Dia menunjukkan, pihaknya telah meminta Dubes Iran untuk Maroko untuk pulang.

Bourita menjelaskan, alasan utama dikeluarkan putusan ini terkait dengan ancaman keamanan nasional bagi Kerajaan dan warga Maroko. Bukti-bukti dan data yang akurat telah menegaskan bahwa Hizbullah Lebanon berkoordinasi dengan kedutaan Iran di Aljazair untuk membantu Front Polisario membangun komando militer dan melatih anggota front itu bertempur serta mempersenjatai mereka.

Maroko juga telah memanggil Dubes Maroko untuk Iran dan menutup kantor Dubes Maroko di Iran.

BACA JUGA  Pentagon Bantah Wacana Penambahan 14.000 Pasukan di Timur Tengah

Hubungan antara Maroko dan Iran kembali normal pada akhir 2016 setelah tujuh tahun kerenggangan menyusul sikap tegas Maroko terhadap Teheran yang berupaya menyebar paham Syiah di negara tersebut.

Sengketa wilayah Sahara dimulai pada tahun 1975 setelah berakhirnya pendudukan Spanyol dan kehadirannya di wilayah itu, mengubah perselisihan antara Maroko dan Polisario menjadi konflik bersenjata yang berlangsung hingga 1991 dengan penandatanganan perjanjian gencatan senjata.

Maroko bersikeras pada haknya untuk wilayah Sahara, dan mengusulkan solusi otonomi diperpanjang di bawah kedaulatannya, pada saat Front Polisario mengatur referendum untuk penentuan nasib sendiri, proposal yang didukung oleh Aljazair, yang menjadi tuan rumah di wilayahnya (Tindouf).

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ini Dia Islam Wasathiah Ala Indonesia Menurut Din Syamsuddin

Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA memberikan kata sambutan di hadapan tamu-tamu undangan dari puluhan negara saat pembukaan KTT Islam Wasathiyah di Istana Begor.

Selasa, 01/05/2018 19:48 0

Indonesia

Musta’ribin, Agen Israel yang Menyamar Jadi Orang Palestina

Dengan munculnya musta'ribin dalam aksi protes, rakyat Palestina telah belajar untuk menjadi lebih waspada.

Selasa, 01/05/2018 18:41 0

Indonesia

Banyak Laporan Masyarakat ke DPR Soal Serbuan TKA

Pembentukan Pansus oleh DPR untuk mengklarifikasi isu yang berkembang mengenai TKA.

Selasa, 01/05/2018 17:40 0

Indonesia

Sambut Ramadhan, Wahdah Islamiyah Hadirkan Murid Senior Syaikh Utsaimin

Wahdah Islamiyah menggelar safari dakwah yang menghadrikan murid senior Syaikh Utsaimin, Syaikh Abdullah Az Zaidani

Selasa, 01/05/2018 17:18 0

Khazanah

Tersebab Memuliakan Buruh, Doanya pun Didengar Langsung oleh Allah

KIBLAT.NET - Islam menganjurkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada para buruh/pekerja. Dalam banyak hadisnya, Rasulullah SAW memuliakan kaum buruh dan memenuhi hak-hak mereka sebelum keringatnya kering. Berikutnya ketika ada yang tidak mengindahkan anjuran ini, beliau ingatkan dengan sebuah hadits qudsi bahwa Allah Ta’ala berfirman;

Selasa, 01/05/2018 16:25 0

Indonesia

Tak Berpihak Kepada Buruh Lokal, PKS Desak Perpres TKA Dicabut

PKS Desak Perpres TKA Dicabut

Selasa, 01/05/2018 15:12 0

Indonesia

Kedutaan Palestina Ungkap Modus Pembunuhan Dr. Fadi Oleh Agen Israel

Muslim Palestina yang cerdas dan mampu menguasai teknologi kerap menjadi target pembunuhan Israel

Selasa, 01/05/2018 13:40 0

Indonesia

MUI: Sukseskan Aksi 11 Mei Bela Baitul Maqdis!

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma'ruf Amin menyatakan dukungan terhadap aksi tersebut.

Selasa, 01/05/2018 12:15 1

Indonesia

Wapres Bertemu Menteri Agama Bahas Finalisasi PP Jaminan Produk Halal

Draf PP Jaminan Produk Halal telah final

Selasa, 01/05/2018 11:09 0

Indonesia

Aksi May Day, Buruh Serukan Tolak TKA dari Cina

Salah satu tuntutan para buruh adalah tolak TKA buruh kasar dari Cina

Senin, 30/04/2018 20:12 0

Close