... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dituduh Terlibat Kasus Bom, 6 Warga Pattani Divonis Mati

Foto: Mahkamah Provinsi Pattani, Thailand Selatan

KIBLAT.NET, Pattani — Pengadilan Provinsi Pattani memvonis mati enam orang yang dituduh terlibat kasus pengeboman di Pattani, Thailand selatan dua tahun lalu. Sementara empat orang lainnya divonis penjara seumur hidup.

Muslim Attorney Center Foundation (MAC), sebuah lembaga bantuan hukum di Pattani pada Senin (30/04/2018), mengumumkan bahwa pengadilan menjatuhkan hukuman dalam kasus hitam No. 1118/60. Sebelumnya, sepuluh Orang warga Patani ditahan sejak pada tahun 2016 dan 2017 yang lalu.

Hukuman mati dijatuhkan kepada Ibroheng Yuso, Amree Lueyo, Santi Chantarasakul, Ayub Polee, Isma-ae Tuyong, dan Nironig Niday. Hukuman penjara seumur hidup dijatuhkan kepada Aubdulloh Haye-uma, Ruslan Waehayee dan Masan Salae untuk informasi berguna mereka selama persidangan. Sementara Hamit Jehma dijatuhi hukuman 40 tahun penjara.

Keluarga para terdakwa akan mengajukan banding di pengadilan atas putusan tersebut. Mereka menyatakan bahwa terdakwa tidak bersalah.

Sejak awal tahun 2004, beberapa insiden kerusuhan dan huru-hara telah melanda Thailand selatan, terutama di wilayah-wilayah Narathiwat, Yala, dan Pattani. Kawasan-kawasan ini didiami oleh mayoritas penduduk Melayu Islam dan aktivitas gerakan pejuang kemerdekaan telah aktif sejak tahun 1980-an.

Pemerintah Thailand telah bertindak keras terhadap umat Islam di daerah tersebut yang menuntut kemerdekaan. Sikap pemerintah terhadap umat Islam juga berbeda dibanding warga Thai yang menghuni sebagian besar negara.

Pada 26 Oktober 2004, 78 orang tewas akibat sesak napas setelah kesemuanya dimasukkan di dalam truk polisi akibat ditangkap di atas tuduhan membuat kerusuhan di daerah tersebut dan sekelilingnya. Hingga awal tahun 2006, sedikitnya 1.000 orang telah tewas akibat kekacauan yang terjadi di Thailand bagian selatan sejak Januari 2004.

Sumber: Bangkok Post
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Grand Syaikh Al-Azhar Sindir Salafi Hingga Sufi di KTT Islam Wasathiyah

"Ada Salafi, Sufi, Modernis, Takfiri dan mereka beranggapan merekalah yang paling benar"

Rabu, 02/05/2018 15:31 1

Indonesia

Pledoi Alfian Tanjung: PKI Terus Bergerak, Simpatisannya Tak Kenal Bubar

"Memang PKI terus bergerak, karena kader PKI, warga PKI dan simpatisan tidak menggenal bubar atau mati, yang mereka pahami adalah pasang naik dan pasang surut"

Rabu, 02/05/2018 14:39 0

Indonesia

Soal Pemberdayaan Perempuan, Menteri Yohana Sebut Indonesia Perlu Belajar dari Iran

Yohana mengatakan bahwa menurut keterangan Masoumeh, perempuan di Iran lebih maju dari Indonesia. Ia menyebutkan bahwa banyak gebrakan-gebrakan wanita Iran yang membuatnya terinspirasi.

Rabu, 02/05/2018 13:49 0

Indonesia

Bachtiar Nasir: Ada Perbedaan Ideologis, Sunni-Syiah Mustahil Bersatu

Bachtiar Nasir menegaskan selama taqiyah dan penghinaan terhadap sahabat masih dilakukan oleh kelompok syiah, maka mustahil akan ada persatuan.

Rabu, 02/05/2018 13:36 0

Indonesia

Saburmusi Soroti Soal Pesangon Buruh di Indonesia

Sekjen Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Saburmusi), Eko Darwanto mengaku tidak berharap besar pada sistem perburuhan di Indonesia saat ini. Menurutnya, masih ada aturan yang memberatkan buruh, misalnya soal pesangon.

Rabu, 02/05/2018 13:30 0

Indonesia

Pledoi Alfian Berisi Seputar Kejanggalan dan Fakta Persidangan

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mengajukan tuntutan 3 tahun penjara kepada Alfian Tanjung. Selain penjara, Alfian dituntut denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara.

Rabu, 02/05/2018 12:47 0

Opini

“Islam” Washatiyah Ala Abu Thalib

KIBLAT.NET – Para “tokoh” agama, mufti dan cendekiawan dari 43 negara berkumpul di Bogor (01/05)....

Rabu, 02/05/2018 12:30 0

Indonesia

Bocah Tewas Saat Acara Bagi Sembako di Monas, Ketua RW: Dia Pegang Kupon

"Kami sudah ingatkan agar tidak datang, dan berhati-hati ketika ada yang menyebar kupon dan undangan dari pihak yang tidak dikenal. Tapi memang mungkin panitia pinter atau gimana malah menggunakan warga setempat untuk menyebarkan kupon."

Rabu, 02/05/2018 11:37 0

Indonesia

KAMMI: Sampai Kapan Kita Menjadi Asing di Negeri Sendiri?

Peraturan Presiden (Perpres) No 20 tahun 2018 tentang TKA disinyalir akan mempermudah masuknya tenaga kerja asing kasar ke Indonesia.

Rabu, 02/05/2018 10:54 0

Video Kajian

Sejarah Kejahatan Barat terhadap Umat Islam

KIBLAT.NET – Sejarah Kejahatan Barat terhadap Umat Islam. Dalam sejarah, Thomas Edward Lawrence, perwira Inggris...

Rabu, 02/05/2018 10:08 0

Close