... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bocah Tewas Saat Acara Bagi Sembako di Monas, Ketua RW: Dia Pegang Kupon

Foto: Stempel tanda peserta menerima sembako di acara "Untukmu Indonesia" di Monas, Sabtu (28/04/2018).

KIBLAT.NET, Jakarta – Andi Pane (50), Ketua RW 11 Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, mengungkapkan bahwa salah satu warganya, Mahesa Junaedi (12), meninggal dunia dalam acara bagi-bagi sembako di Monas pada Sabtu (28/04/2018) siang.

Mahesa, siswa kelas 5 SD Pademangan 05 Pagi itu berangkat ke Monas pada Sabtu pagi bersama teman-teman sebayanya menumpang mobil bak terbuka. Andi menuturkan Mahesa bersama teman-temannya berangkat karena memegang kupon pembagian sembako di Monas.

“Mahesa jalan sendiri bareng temen-temennya, nggak sama orangtuanya. Bapaknya kerja, ibunya lagi keluar rumah. Sabtu pagi dia jalan, ketika sore hari rombongan teman Mahesa pulang, namun karena tidak ada Mahesa, sekitar pukul 5 sore, ibunya menghubungi Junaidi -bapak Mahesa- untuk langsung mencari Mahesa di Monas,” sebut Andi saat ditemui awak media di kediaman Hj. Syarifuddin No. 9 Budi Mulya Utara 1, Pademangan Barat, Jakarta Utara, Selasa (01/05/2018).

Ketika mencari di Monas, pihak keluarga menanyakan perihal Mahesa yang tak kunjung pulang. Oleh pihak panitia diinformasikan ada beberapa orang yang dirawat di RS Tarakan Jakarta Pusat.

“Kata panitia ada anak dibawa ke ruang medis, ada beberapa korban yg dibawa ke Tarakan dan ditemukan di Tarakan, anaknya sudah meninggal. Keluarga menemukan Mahesa di Tarakan Sabtu malam dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa,” ungkap Andi.

Menurut penuturan Junaidi, dokter mengatakan bahwa anaknya meninggal karena dehidrasi dan kekurangan oksigen. Terkait hal ini, Andi mengatakan bahwa Mahesa terhimpit sewaktu mengantre untuk menukarkan kupon.

BACA JUGA  Unggah Meme Anies Baswedan, Ade Armando Dipolisikan

“Kalau kata polisi ada anak meninggal ketika ditemukan dari luar pagar Monas, betul karena sudah terhimpit-himpit antrean dan dipindahkan ke luar oleh Satpol PP,” tegas Andi.

Terkait acara di Monas, Andi mengaku telah memberikan imbauan kepada warganya untuk tidak mengikuti acara tersebut. Karena acara itu terindikasi ada upaya kristenisasi.

“Kami sudah ingatkan agar tidak datang, dan berhati-hati ketika ada yang menyebar kupon dan undangan dari pihak yang tidak dikenal. Tapi memang mungkin panitia pinter atau gimana malah menggunakan warga setempat untuk menyebarkan kupon,” ungkapnya.

Saat ini, keluarga Mahesa sedang tidak dapat ditemui karena sedang menutup diri dari awak media. Menurut Andi ada kemungkianan tekanan dari pihak panitia atau suatu hal yang tidak dapat dijelaskan ke publik.

“Saya sudah ada komunikasi dengan pihak penyelenggara, ketika Sabtu malam setelah menerima jenazah Mahesa dari RS Tarakan, saya hubungi namanya pak Simon, dan saya sampaikan keberatan dan ketersinggungan saya selaku pengurus RW karena ada warga saya yang meninggal dalam acara tersebut, tapi oleh pihak panitia tidak mendapat perlakuan yang semestinya,” ungkap Andi.

“Panitia ketika bertemu keluarga di RS Tarakan hanya memberikan santunan 350 ribu untuk membayar ambulans ke rumah duka. Itupun pihak panitia tidak ada yang mendampingi,” lanjutnya.

Diketahui, dua bocah dilaporkan meninggal dalam acara menyambut Paskah bertajuk “Untukmu Indonesia” yang diisi dengan bagi-bagi sembako di Monas pada Sabtu (28/04/2018). Keduanya adalah Muhammad Rizky Syaputra (11), warga RT 11 Rw 13, dan Mahesa Junaedi (12) warga RT 04 RW 11, Pedamangan Barat, Jakarta Utara.

BACA JUGA  Komisi VI: Sistem Perdagangan di Indonesia Perlu Ditinjau Ulang

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Trump Akan Hadiri Pembukaan Kedutaan AS di Al-Quds

pernyataan itu diungkapkan dari Gedung Putih. Dia tidak memberi keterangan lebih lanjut.

Rabu, 02/05/2018 10:56 0

Video Kajian

Sejarah Kejahatan Barat terhadap Umat Islam

KIBLAT.NET – Sejarah Kejahatan Barat terhadap Umat Islam. Dalam sejarah, Thomas Edward Lawrence, perwira Inggris...

Rabu, 02/05/2018 10:08 0

Suriah

Laporan HAM: 408 Sipil Suriah Terbunuh Sepanjang April 2018

Jaringan HAM mengatakan bahwa jumlah korban di bulan April menurun tajam.

Rabu, 02/05/2018 09:59 0

Amerika

Pentagon: Kami Tak Akan Tinggalkan Suriah Sementara Perang Berlanjut

“Anda memenangkan pertempuran kemudian Anda memenangakan kedamaian,” ujarnya kepada media.

Rabu, 02/05/2018 09:22 0

Mesir

Jika Tiga Syarat Ini Terpenuhi, IM Siap Negosiasi dengan Al-Sisi

Munir menjelaskan, tiga syarat itu adalah negosiasi harus digelar langsung dengan orang-orang yang bertanggung jawab, bukan delegasi. Pembicaraan harus melibatkan seluruh oposisi rezim Al-Sisi. Sebelum negosiasi digelar, seluruh tahanan politik harus dibebaskan, termasuk Muhammad Mursi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis.

Rabu, 02/05/2018 08:39 0

Manhaj

3 Faktor Keberhasilan Generasi Sahabat Keluar dari Masa Jahiliyah

Sejatinya, kunci perubahan utama yang dilakukan para sahabat tidak lepas dari Al-Quran dan hadis sebagai pedoman utama dalam hidup mereka. Ia menjadi sumber materi pokok dalam membentuk karakter seorang muslim, membina jamaah dan mengatur negara. Para sahabat dipilih oleh Allah sebagai potret ideal generasi muslim dalam memperjuangkan Islam. Ketika mereka menerapkan nilai-nilai Islam seutuhnya dalam hidup mereka, maka kemenangan itu pun bisa mereka capai dengan sempurna.”

Rabu, 02/05/2018 07:53 0

Iran

Iran Tuduh Aplikasi Telegram Ancam Keamanan Negara

Aplikasi yang dibuat oleh orang Rusia itu dianggap mengancam keamanan negara melalui propaganda pembentukan dan kegiatan teroris.

Rabu, 02/05/2018 07:44 0

News

Maroko Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Ada Apa?

Hubungan antara Maroko dan Iran kembali normal pada akhir 2016 setelah tujuh tahun kerenggangan menyusul sikap tegas Maroko terhadap Teheran yang berupaya menyebar paham Syiah di negara tersebut.

Rabu, 02/05/2018 06:51 0

Palestina

Selain Pemukiman Ilegal, Begini Cara Israel Tindas Warga Palestina

Di samping itu, sejumlah kantor polisi juga “secara ilegal” berdiri di tanah milik pribadi warga Palestina. Situasi ini digambarkan Kerem Navot sebagai sesuatu yang “memalukan” dan “paradoksikal”.

Rabu, 02/05/2018 06:20 0

Khazanah

Tersebab Memuliakan Buruh, Doanya pun Didengar Langsung oleh Allah

KIBLAT.NET - Islam menganjurkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada para buruh/pekerja. Dalam banyak hadisnya, Rasulullah SAW memuliakan kaum buruh dan memenuhi hak-hak mereka sebelum keringatnya kering. Berikutnya ketika ada yang tidak mengindahkan anjuran ini, beliau ingatkan dengan sebuah hadits qudsi bahwa Allah Ta’ala berfirman;

Selasa, 01/05/2018 16:25 0

Close