... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bicara Islam Wasathiyah Indonesia, Ketua PP Muhammadiyah Cerita Piagam Jakarta

Foto: Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Islam tentang Islam Wasathiyah di Bogor

KIBLAT.NET, Bogor – Ketua Bidang Tarjih, Tajdid dan Tabligh PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas menjadi pembicara dalam Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Islam di Bogor. Dia menceritakan Piagam Jakarta ketika berbicara tentang Islam Wasathiyah di Indonesia.

Prof. Dr. Yunahar Ilyas jadi pembicara dalam KTT Ulama dan Cendekiawan Islam tentang Islam Wasathiyah di Bogor. Dalam penjelasannya, pria yang juga Wakil Ketua Umum MUI Pusata itu menyebut konsep Islam Wasathiyah di Indonesia bermula dari poin pertama Piagam Jakarta.

“Sebelum adanya Pancasila umat Islam di Indonesia memiliki Piagam Jakarta. Dalam poin pertamanya ialah ‘kewajiban untuk menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya’. Namun kemudian poin itu dihapuskan dan diganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa,” ungkap Yunahar di hadapan puluhan tokoh ulama dunia dalam bahasa Arab, Rabu (02/05/2018) malam di Hotel Novotel, Bogor.

Dia menekankan munculnya Pancasila tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang umat Islam di Indonesia. Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, lanjut Yunahar, umat Islam di awal kemerdekaan sangat menginginkan berdirinya negara Islam. Namun, keinginan itu mendapat penolakam dari kelompok non-muslim.

“Umat Islam saat itu mengingin negara Islam, tapi ditolak oleh non-muslim yang ingin negara sekuler,” sambungnya.

Yunahar menyebut pembicaraan panjang yang dilakukan para tokoh kemerdekaan akhirnya menemukan jalan tengah. “Pembicaraan tersebut sampailah ke jalan tengah yaitu membentuk suatu negara yang bukan Islam dan bukan sekuler atas dasar Pancasila.”

BACA JUGA  IZI: Amil Zakat Harus Bermental Kuat

Sebagai tokoh Muhammadiyah, Yunahar Ilyas juga menceritakan peran Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam membentuk negara Indonesia. Dia pun menegaskan kedua organisasi Islam itu merupakan Ahlussunnah wal jamaah.

Dalam perjalanan keduanya, Yunahar tidak menampik adanya permasalahan di antara kedua lembaga besar itu. Tetapi hal itu tidak merusak persatuan sebagai negara Indonesia.

“Muhammadiyah adalah suatu organisasi Ahlussunnah Wal Jamaah yang terbesar di Indonesia di samping Nahdlatul Ulama,” tukasnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Dompet Dhuafa Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pengungsi Suriah

Rabu, 02/05/2018 20:37 0

Amerika

Tak Ingin Ada Korban Militer, AS Kembangkan Kendaraan Tempur Self-Driving

Militer AS juga sedang mengembangkan teknologi serupa untuk tank tak berawak dan kendaraan kecil yang dapat melucuti bom.

Rabu, 02/05/2018 17:00 0

Asia

Dituduh Terlibat Kasus Bom, 6 Warga Pattani Divonis Mati

Pengadilan Provinsi Pattani memvonis mati enam orang yang dituduh terlibat kasus pengeboman di Pattani, Thailand selatan dua tahun lalu. Sementara empat orang lainnya divonis penjara seumur hidup. 

Rabu, 02/05/2018 16:30 0

Afghanistan

Satu Lagi Tentara AS Tewas di Afghanistan

Seorang tentara AS dilaporkan tewas tertembak di Afghanistan di sebuah distrik di timur Kabul.

Rabu, 02/05/2018 15:55 0

Opini

“Islam” Washatiyah Ala Abu Thalib

KIBLAT.NET – Para “tokoh” agama, mufti dan cendekiawan dari 43 negara berkumpul di Bogor (01/05)....

Rabu, 02/05/2018 12:30 0

Amerika

Trump Akan Hadiri Pembukaan Kedutaan AS di Al-Quds

pernyataan itu diungkapkan dari Gedung Putih. Dia tidak memberi keterangan lebih lanjut.

Rabu, 02/05/2018 10:56 0

Video Kajian

Sejarah Kejahatan Barat terhadap Umat Islam

KIBLAT.NET – Sejarah Kejahatan Barat terhadap Umat Islam. Dalam sejarah, Thomas Edward Lawrence, perwira Inggris...

Rabu, 02/05/2018 10:08 0

Suriah

Laporan HAM: 408 Sipil Suriah Terbunuh Sepanjang April 2018

Jaringan HAM mengatakan bahwa jumlah korban di bulan April menurun tajam.

Rabu, 02/05/2018 09:59 0

Amerika

Pentagon: Kami Tak Akan Tinggalkan Suriah Sementara Perang Berlanjut

“Anda memenangkan pertempuran kemudian Anda memenangakan kedamaian,” ujarnya kepada media.

Rabu, 02/05/2018 09:22 0

Mesir

Jika Tiga Syarat Ini Terpenuhi, IM Siap Negosiasi dengan Al-Sisi

Munir menjelaskan, tiga syarat itu adalah negosiasi harus digelar langsung dengan orang-orang yang bertanggung jawab, bukan delegasi. Pembicaraan harus melibatkan seluruh oposisi rezim Al-Sisi. Sebelum negosiasi digelar, seluruh tahanan politik harus dibebaskan, termasuk Muhammad Mursi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis.

Rabu, 02/05/2018 08:39 0

Close