... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kedutaan Palestina Ungkap Modus Pembunuhan Dr. Fadi Oleh Agen Israel

Foto: Kuasa Usaha Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hamad

KIBLAT.NET, Bogor – Kuasa Usaha Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, Taher Hamad menyakini bahwa pelaku pembunuhan Dr. Fadi Al Batsh adalah intelijen Israel. Menurutnya, sosok muslim yang cerdas dan mampu menguasai teknologi kerap menjadi target pembunuhan Israel.

“Dr Fadi adalah seorang pakar, dia juga seorang dosen di salah satu kampus di Malaysia. Dia mampu mengembangkan teknologi dan Israel sangat tidak suka. Mereka sangat takut bila ada muslim demikian akan menjadi target oleh Israel,” ungkapnya saat ditemui Kiblat.net di sela agenda KTT Islam Wasathiyah di Hotel Novotel, Bogor pada Selasa (01/04/2018).

Taher memaparkan sebelum Dr Fadi Al Batsh dibunuh telah banyak kasus serupa lainnya. Misalnya, pembunuhan terhadap komandan Hamas di Dubai, Mahmud Abdel Rauf Al-Mabhuh yang tewas tahun 2010 silam. Dia menyakini, agen Mossad bertanggung jawab atas kasus pembunuhan warga Palestina di luar negeri.

Tidak hanya Dr Fadi, tetapi Israel juga membunuh banyak ilmuan muslim Palestina di berbagai negara. Semua itu karena target-target mereka adalah sosok yang cerdas, intelek, ilmuwan dan jago dalam hal teknologi, pesawat tanpa awak misalnya. “Israel membunuh mereka semua di berbagai negara,” tegasnya.

Taher mengungkapkan agen Israel dapat masuk ke berbagai negara tanpa diketahui. Menurutnya para agen intelijen Israel menggunakan modus paspor ganda dan bisa masuk ke sejumlah negara sebagai pelancong. Terlebih, katanya, Malaysia cukup diminati banyak turis-turis asing dari luar negeri.

BACA JUGA  Ditunggu Hakim dan Penggugat, Pihak Yusuf Mansur Tak Hadir

“Itu memudahkan agen Israel untuk masuk ke Malaysia dengan paspor palsu dari berbagai negara berbeda,” ungkapnya.

Kendati demikian, Taher berharap kepolisian Malaysia bisa mengungkap pelaku pembunuhan Dr Fadi Al Batsh di Kuala Lumpur. “Kami menyakini keamanan dan intelijen Malaysia termasuk yang terbaik untuk kawasan ini. Mereka akan menguak kebenaran di balik kasus ini,” tukasnya.

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

AS dan Israel Saling Berbalas Sanjungan soal Isu Palestina

Amerika Serikat dan Israel saling memberikan sanjungan atas peran negara masing-masing.

Selasa, 01/05/2018 13:15 0

Afghanistan

Tiga Hari Pertama Operasi Al-Khandaq, Taliban Lancarkan 300 Serangan

Sejak kampanye militer Al-Khandaq diumumkan, banyak anggota kepolisian di tingkat lokal disersi dan menyerahkan diri ke Imarah Islam Taliban.

Selasa, 01/05/2018 11:47 0

Suriah

Rudal Asing Bombardir Kamp Tentara Iran di Hama dan Aleppo

Amerika Serikat, Senin (30/04), membantah pasukannya atau koalisi pimpinannya melakuan serangan itu. Sampai saat ini, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab.

Selasa, 01/05/2018 09:58 0

Mesir

Setelah Prancis dan Mesir, Internasional Turut Serukan Pemilu Dini di Libya

Namun, mengadakan pemilihan tetap menjadi tantangan utama di negara yang wilayahnya masih terbagi antara kontrol faksi militer. Selain itu, saat ini di Libya terdapat dua pemerintahan yang mengaku sebagai rezim sah. Dua pemerintah itu muncul setelah digelarnya pemilu pada 2014.

Selasa, 01/05/2018 09:07 0

Irak

Koalisi Internasional Anti-ISIS Akhiri Misi Tempur di Iraq

"Pelajaran dari Iraq adalah menarik diri lebih dini berbahaya karena kita mungkin harus kembali ke operasi tempur," kata Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, Februari lalu.

Selasa, 01/05/2018 08:10 0

Mesir

Mesir Kembali Masukkan Mantan Pemain Timnas ke Daftar Teroris

Abu Trika, pemain bintang di tim sepak bola papan atas nasional, Al-Ahly. Dia divonis sebagai anggota teroris bersama 1529 pemimpin Ikhwanul Muslimin untuk waktu lima tahun. Putusan sebelumnya memasukkan Abu Trika ke daftar teroris selama tiga tahun.

Selasa, 01/05/2018 07:19 0

Amerika

Begini Peran Negara Eropa dalam Operasi Drone Ilegal AS di Timur Tengah

Menurut Biro Jurnalisme Investigasi, serangan drone AS telah menewaskan hingga 1.551 warga sipil sejak 2004 di Pakistan, Afghanistan, Yaman dan Somalia.

Senin, 30/04/2018 15:38 0

Amerika

Negara Eropa Bantu AS Sukseskan Operasi Drone Ilegal

Pemerintahan Donald Trump sedang bersiap untuk memperluas program drone AS yang mematikan. Amnesty International mengingatkan program itu akan meningkatkan risiko korban sipil dan pembunuhan ilegal.

Senin, 30/04/2018 15:04 0

Suriah

Faksi Jihadis Deklarasikan “Aliansi Nushratul Islam” di Suriah Utara

“Langkah ini bagian dari kerja sama atas kebaikan dan ketakwaan untuk menegakkan agama Allah,” kata teks deklarasi tersebut, seperti dinukil portal Enabbaladi.net, Ahad.

Senin, 30/04/2018 14:00 0

Australia

Kampus di Australia Gempar Gara-gara Durian

Lebih dari 500 siswa dan guru dievakuasi dari sebuah universitas di Melbourne, Australia pada Sabtu (28/04/2018). Petugas pemadam kebakaran pun didatangkan untuk membantu proses evakuasi.

Senin, 30/04/2018 13:25 0

Close