Menjaga Eksistensi Negara Jadi Bahasan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan kembali menggelar Ijtima’Ulama Keenam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan itu akan membahas berbagai masalah keagamaan terkini, termasuk eksistensi negara.

Dalam keterangan pers yang digelar Senin (30/04/2018), Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin mengatakan Ijtima Ulama Keenam akan dilaksanakan di Pesantren Al Falah Banjar Baru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 7 sampai 10 Mei 2018. Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri agenda rutin MUI tersebut.

“Ijtima ini untuk menghimpun para ulama di Indonesia untuk membahas berbagai masalah keagamaan yang menyangkut masalah-masalah kebangsaan dari perspektif agama,” ungkap KH Ma’ruf Amin di kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (30/04/2018).

Kiai Ma’ruf menambahkan sejumlah masalah antara lain menyangkut metode fiqihiyah yang sifatnya halal haram. Selain itu, masalah perundang-undangan juga akan jadi bahan pembahasan.

“Kita juga akan membahas bagaimana menjaga eksistensi negara dan kewajiban bela negara, penguatan kerukunan, kita lihat ada kelonggaran yang menyangkut masalah ukhuwah Islam, ukhuwah wathoniyah dan ukuwah insaniyah. Ini akan kita bahas, namanya prinsip-prinsip kesatuan yang disebut pilar kebangsaan Indonesia,” ungkapnya.

Ketua MUI memaparkan ijtima ulama akan dihadiri 1000 peserta, yang meliputi ulama nasional maupun ulama dari beberapa negara sahabat seperti dari Palestina, Afghanistan, Malaysia. Elemen perguruan tinggi, pesantren, ormas islam, pengamat dan pakar juga dihadirkan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat