Hizbut Tahrir Gelar Kampanye Massif di Idlib, Ini Tanggapan Warga

KIBLAT.NET, Idlib – Gerakan Hizbut Tahrir (HT) di Idlib, Suriah, beberapa hari terakhir gencar menggelar kampanye menyeru pendirian Khilafah Islamiyah. Tak hanya di dunia nyata, kampanye itu juga massif di internet.

“Wahai penduduk Syam, capailah revolusi kalian” demikian salah satu slogan yang digunakan HT di Idlib. Sekilas, slogan itu tak berbeda dari slogan-slogan gerakan revolusi lainnya. Mereka menyeru kembali pada prinsip-prinsip revolusi dan mengakhiri segala perselisian faksi. Namun yang berbeda, mereka memberi solusi dari permasalahan yang ada khususnya persoalan revolusi hanya kembali kepada “proyek Khilafah”.

Seperti dilansir dari portal Suriah, Enabbaladi.net, Sabtu lalu (28/04), hampir tidak ada dinding-dinding dan jalan-jalan di wilayah Idlib kecuali ditulisi slogan dan poster menyeru kembalinya Khilafah Islamiyah dan menjelaskan keutamannya. Tak hanya itu, slogan-slogan itu juga menjelaskan kekafiran sistem demokrasi, sekularisme dan sejenisnya. Seluruh slogan itu dipasang di tempat-tempat yang mudah dibaca oleh penduduk Idlib.

Kampanye serupa juga digelar di dunia maya. Banyak foto-foto aksi demonstrasi yang digelar di berbagai tempat di kota Idlib. Demo itu menyeru kembalinya Khilafah Islamiyah. Foto-foto tersebut tertuang tulisan Hizbut Tahrir.

Hizbut Tahrir muncul secara terang-terangan di Suriah di Kota Aleppo pada 2013. Mereka membuka kantor dan menggelar demonstrasi, kampanye, membagi-bagikan selembaran yang berisi menyeru Khilafah Islamiyah dan memerangi demokrasi dan sekalarisme. Setelah Aleppo jatuh, mereka tenggelam dan hari ini muncul kembali di Idlib dengan menggelar aksi yang sama.

BACA JUGA  Jejak Dakwah Habib untuk Bangsa

Mereka memiliki radio yang dipancarkan di Suriah utara. Berbagai program dan berita disiarkan dari stasiun radio itu. Di antara yang disiarkan berita tentang “Imarah Idlib di wilayah Suriah”, sebagaimana yang mereka gambarkan.

Khalid Al-Jur Atly, aktivis sipil di kota Idlib yang menyaksikan lahirnya HT Suriah di Aleppo dan saat ini menyaksikan kembali di Idlib, mengungkapkan bahwa kehadiran HT di Idlib ini hanya sebatas media, tidak lebih. Dia membantah gerakan tersebut memiliki kekuatan militer.

“Biasanya, aksi-aksi demo yang membawa bendera Hizbut Tahrir tidak terorganisir. Cukup seorang anggotanya membawa poster bertuliskan sesuatu tentang Khilafah kemudian memfotonya. Ini artinya, Hizbut Tahrir hanya sebatas di ruang media,” ungkapnya kepada enabbaladi.net.

Sementara itu, Umar Al-Fawwal, seorang pekerja di bidang energi alternatif di Idlib, mengatakan bahwa kehadiran HT di Idlib hanya lelucon. Ingatan rakyat belum hilang dari kekecaman ISIS dengan nama “Khilafah” saat ini mereka datang mengampanyekan hal itu.

“Yang benar-benar lucu adalah bahwa mereka tidak memiliki wujud di lapangan, mereka hanya berada di tempat persembunyian yang menyeru orang-orang untuk berperang,” katanya.

Dia menambahkan, para komandan HT berada di luar negeri (Eropa) dan tidak mengetahui realitas sebenarnya yang dialami umat Islam Suriah, sehingga mereka bisa memahami apa yang harus dikerjakan. Pekerjaan mereka tidak lebih dari refleksi rakyat.

BACA JUGA  KH Miftachul Akhyar Terpilih Menjadi Ketua Umum MUI 2020-2025

Sementara warga lainnya menganggap bahwa kampanye HT itu sesuatu yang sangat mengagetkan. Namun sebagian melihat ini hanya sebatas kebebasan berpendapat.

“Ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip kebebasan yang dihasilkan dari revolusi Suriah. merupakan hak setiap orang menyampaikan gagasan dan pikirannya,” ujar, Ghiyats Al-Halby, warga Kota Ariha, Idlib.

Dia menambahkan, HT tidak menyakiti seorang pun. Mereka menyeru orang dengan cara damai dan tidak memaksa. Ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip revolusi.

Pada bagiannya, seorang pejuang Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Hasan Abdurrahman, melihat bahwa HT menyeru perkara yang benar dan harus direalisasikan. Namun, bagaimana Khilafah Islam yang dicari oleh setiap muslim bisa tegak dengan cara damai? Dia kembali bertanya, “Apakah rasional, internasional menerima begitu saja kehadiran khilafah tanpa mengerahkan kekuatan (untuk melawannya -red)? Ini hanyalah fantasi. Khilafah Islam sejati harus kembali, akan tetapi hanya bisa direalisasikan dengan kekuatan, dan dia bisa tegak dengan membutuhkan kekuatan.”

Terlepas dari perbedaan pandangan tentang Hizbut Tahrir, popularitasnya rendah di kalangan masyarakat. Rakyat, oposisi militer dan politik tidak terlalu serius menanggapi tuntutan dan kehadiran mereka.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat