Serangan Artileri Assad Tewaskan 19 Warga Sipil di Selatan Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus- Serangan artileri pasukan Assad menewaskan sedikitnya 19 warga sipil Suriah di bagian selatan Damaskus. Sebagaimana laporan organisasi hak asasi manusia SOHR (Syrian Observatory for Human Rights), serangan terjadi pada hari Jumat (27/04/2018) di wilayah yang dikuasai oposisi.

Sedikitnya 17 warga sipil termasuk 7 anak-anak tewas di kamp pengungsian Palestina di Yarmuk. Sementara 2 anak lainnya juga dilaporkan tewas di sekitar daerah Qadam yang bersebelahan dengan Yarmuk akibat serangan bom artileri tentara Suriah yang berlangsung terus menerus & intensif.

Menurut data SOHR yang berbasis di Inggris bahwa 36 orang lebih telah terbunuh menyusul manuver baru militer pro-Assad yang berusaha mengambil alih wilayah yang dikuasai kelompok ISIS tersebut sejak 19 April lalu. Sejak 2015, kelompok al-Baghdady mengontrol sebagian wilayah Yarmuk termasuk daerah Hajar Aswad dan sekitarnya.

Melalui sambungan telepon, seorang ibu muda Suriah yang mengaku bernama Fatimah (20 tahun) mengatakan kepada Yayasan Thomson Reuters, “Kami hidup di tengah kepungan (musuh), bombardir, dan penghancuran yang mengerikan yang belum pernah kami lihat sebelumnya”. “Serangan udara berlangsung terus menerus tiada henti”, imbuhnya lagi.

Fatimah termasuk salah satu di antara 5.000 pengungsi yang berusaha menyelamatkan diri ke Yalda sejak pertempuran pecah pekan lalu sebagaimana laporan lembaga PBB yang mengurusi masalah pengungsi Palestina, UNRWA.

Juru bicara UNRWA Chris Gunness mengatakan, “Keluarga-keluarga pengungsi yang berusaha menyelamatkan diri ke Yalda itu terpaksa tidur di jalanan dan sebagian ada yang tidur di bawah tenda sementara”. Menurutnya seluruh pos pemeriksaan menuju area tersebut tertutup bagi akses warga sipil dan barang-barang.

Seorang penduduk Yalda lainnya bernama Rami Alsayed mengatakan hal yang sama mengenahi situasi yang sedemikian tragis yang belum pernah ia lihat. Alsayed menggambarkan kehancuran yang terjadi seperti hari kiamat. Gunness menambahkan sekitar 12.000 warga sipil Palestina terjebak di Yarmuk dan sekitarnya yang terkepung.

Beberapa pekan terakhir pasukan Assad berusaha merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai pasukan oposisi dengan mengerahkan kekuatan maksimal termasuk dugaan menggunakan senjata kimia.

Sumber:MEE
Redaktur:Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat